
BAB 87
Setelah melihat apa yang terjadi dirinya dengan segera melajukan mobilnya ke arah rumah sakit.
"Katakan padaku apa yang salah dengan hubungan ku dengan jelita.
" Abang bertanya sama aku... Baiklah abang akan aku katakan semuanya hari ini.
"Itu lebih baik.. Ucap bram yang masih berusaha menenangkan hatinya meski ada rasa takut yang tersirat di dalam hatinya namun dirinya masih tetap mencoba menepis nya.
" Abang dan jelita tidak akan pernah bisa bersatu meskipun kalian lari ke negara mana pun.
"Katakan saja tidak usah bertele tele bara.
" Hik... Hik.. Hik... Maafkan aku bang seandainya ayah ibu dan tante mira memberi aku kebebasan dari dulu ini sungguh tidak akan terjadi. Ucap bara yang merasa bersalah.
"Sudah katakan saja... Ucap bram lagi..
" Abang dan jelita adalah kakak adik.... Satu ibu lain bapak... Kalian sama sama terlahir dari rahim yang sama yaitu rahim tante mira...
Seketika lutut bram menjadi lemas sedangkan jelita sudah tidak ada di tempat lagi dirinya berlari sekencang kencangnya meski rey berusaha mengejarnya namun tidak bisa di kejar sedangkan tante mira yang juga ada di situ langsung jatuh pingsan.
Bram yang sadar jika jelita audah tidak ada di situ dengan sekuat tenaga dirinya bangkit dan berlari mengejar jelita dirinya pun susah mendekati jelita yang sudah menerobos padatnya kendaraan si jalan raya tiba tiba bram melihat jika ada sebuah mobil yang cukup laju mengarah di mana jelita berlari dan bram berniat menyelamatkan jelita tetapi akhirnya suara benturan yang cukup keras menghentikan langkah semua orang yang ikut mengejar jelita termasuk bara dan ibu siti yang juga hadir di tempat tadi.
"Praaang....... Suara benturan yang sangat keras di susul jeritan jelita dan semua orang melihat tubuh bram terbanting dan melayang di udara.
__ADS_1
" Maaaassss...... Bram.... Teriak jelita.
Sedangkan dari seberang sana suara teriakan seakan serentak .
"Braaaamm.......teriak ibu siti
" Abaaaaang..... Teriak bara
Sedangkan rey tanpa bersuara dan terus berlari ke tempat kejadian hingga dirinya berdiri mematung melihat tuannya sekaligus sahabatnya sudah berada di pangkuan jelita dengan berlumuran darah meski bram masih dalam keadaan hidup tetapi untuk bertahan lama sudah tidak mungkin.
"Mas bram... Mas harus bertahan aku tidak bisa hidup tanpa mas bram... Hiks... hiks.. ... hiks...
" Tuan, tuan harus bertahan kita ke rumah sakit.. Ucap rey tetapi dibalas dengan ge lengan oleh bram.
Bram dengan perlahan membelai wajah jelita tampak air matanya mulai mengalir ke sudut matanya sedangkan jelita tak bisa terlukis kan lagi bagaimana perasaannya.
" Mas jangan bicara begitu mas... Hiks.. Hiks... Kita sama sama membesarkan anak kita.. Hiks... Hiks....
Tak lama setelah itu semuanya sudah hadir di situ termasuk keluarganya.
"Braaam... Teriaknya bersamaan lalu semua mengambil posisi duduk selain tuan bastian yang duduk di kursi roda.
" Bapak.... Terima kasih karena sudah memberiku hidup dan mendidik ku menjadi lelaki tangguh, aku titip anakku bapak yang ada di rahim adikku sendiri.
"Bram... Jangan berkata begitu anakku... Ucap tuan bastian sambil terisak.
__ADS_1
" Ibu Terima kasih sudah membesarkan aku hingga aku bisa seperti saat ini meski aku bukan anak kandungmu tetapi kau tidak pernah sama sekali membedakan aku dengan anakmu.
"Bram... Sudah nak kamu jangan banyak bicara dulu ayo kita ke rumah sakit, bara Arya ayo tolong Bram... Hiks... Hiks... Hiks... Meski kamu tidak lahir dari rahimku kau adalah pelita ibu Bram... Ibu menyayangimu....
"Rey Arya maukah kalian menjadi perisai dari anakku dan jelita....
" Tuan..... Ucap Rey itu akan aku lakukan untukmu tuan. Ucap rey
"Itu sudah pasti bro.... Ucap Arya.
" Ibuku di mana.....
"Siapa nak...tanya ibu siti .
" Tante mira..... Ucapnya pelan .
"Dia pingsang nak dan belum sadarkan diri.
" Arya tolong kau pindahkan mataku ke mata ibuku , katakan padanya aku sangat menyayanginya.
Lalu dengan perlahan Bram meraih tangan bara dan tangan sebelahnya mengenggam erat tangan jelita.
Bram lalu mempersatukan tangan bara dan jelita lalu berkata dengan tersenyum.
"Aku tadi mendengar semuanya, apakah sekarang kamu bisa membuktikan kata kata kamu bahwa kamu akan selalu bersama jelita meski bagaimana pun keadaannya.....maukah kau membuktikan.... Terimalah dia dan anakku jaga dia dan perlakukan dia dengan baik... Rawatlah anakku seperti ibu merawat saya.... Aku titipkan wanita yang paling aku cintai kepadamu begitu juga anakku... Ucap Bram sambil menatap jelita dengan tersenyum lalu kembali mengusap wajah jelita.... Kau adalah wanita yang pertama dan terakhir bagiku aku sangat mencintaimu.... Jaga anak kita berjanjilah untuk belajar hidup tanpaku.
__ADS_1
"Mas..... Aku tidak mau cinta yang lain, aku sudah bahagia denganmu bagiku itu sudah cukup bagiku... Hiks....
" Iya mas.... Aku akan melupakan jelita hiduplah bersamanya