TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
panggilan sayang untuk bara


__ADS_3

BAB 116


Semua yang hadir di sana ikut meneteskan air mata karena terharu dengan apa yang mereka lihat dan apa yang mereka dengar.


"Jangan berterima kasih kepada saya sayang tetapi berterima kasihlah kepada yang Kuasa karena kita masih di persatukan di dunia dan semoga di akhirat juga demikian.


" Amin.... Sambung jelita sambil memeluk anak dan suaminya.


"Sudah nak... Kamu jangan bersedih sekarang waktunya memupuk semangat kalian berdua saling menjaga dan menerima kekurangan dan kelebihan masing masing . . . Ucap Ibu siti.


" Betul ucapan ibu kalian itu.... Ucap ibu mira.


"Terima kasih ibu teruslah membimbing kami... Ucap jelita sambil mengenggam kedua tangan dari ibu kandung dan mertuanya.


" Ayo ,sini si anteng kak biar aku yang gendong... Ucap amel yang sudah berdiri di dekat bara.


"Jangan bilang kamu mau jadikan putra aku sebagai bahan pembelajaran., ucap bara.


" Ist... Kak bara ini apa apa di koment apa apa di koment, bantah amel.


"Iyalah...emang kamu bisa menggendong bayi... Tanya bara lagi.


" Makanya ke sini kan..biar amel pintar.


"Jangan di kasih sayang kasihan anak kita.


"Kak... Ucapan jelita menggantung di udara karena di protes oleh bara.


" Abi.. Sayang... Kamu panggil abi mulai hari ini, timpal bara.


"Iya deh.... Ucap jelita.


" Jangan jelita... Jangan abi maksudnya tapi ubi... Ha.... ha... ha... Ucap Arya dan rey sambil tertawa bersama.


"Awas ya kalian.... Tunggu di lain waktu.. Ucap bara.

__ADS_1


" Sudah dong.. Ab..ab... bi.. Ucap jelita tergagap gagap karena kaku.


"Abi sayang... Ucapnya lagi.


" Ya allah... Bara istrimu itu butuh makan... Pindah kamu di situ bikin emosi aja.


"Khu... Tawa tuan bastian mendengar darah tinggi istrinya kumat.


Sedangkan yang lain tertawa puas termasuk rey Arya dan dokter adri.


Tiba tiba ibu mira ikut menyahut.


" Bukan cuman bara yang di suruh pindah tetapi semua para lelaki semuanya keluar.... Semua sama aja... Ucap ibu mira membuat tawa semua para laki laki langsung lenyap.


"Rasain lho...... Ucap bara sambil berlalu.


Tiba tiba jelita memanggil bara dengan sebutan abi.


" Abi.... Jangan pergi jauh ya...


" Buset... Ucap mereka bersamaan.


"Ya sudah kak bara keluar sana kan sudah di usir sama ibu ucap jelita sambil tersenyum menang.


" Iyalah sayang abi tunggu di luar aja ya.


"Iya abi..


" Cie... Kak jelita udah lancar aja nih...


"Iya dong Mel... Kamu juga harus belajar dari sekarang biar nggak kaku nantinya.


" Kalau aku sama kak rey sih simple aja panggilan sayangnya.


"apa... Coba tanya ibu siti.

__ADS_1


" Cuman manggil mapa bu...


"apa itu mapa..... Tanya ibu mira.


" Mama papa tante.... Jawab amel.


"Bagus itu..


" Coba cari yang romantis gitu Mel... Ucap jelita sambil mengunyah.


"Ah itu aja... Biar romantisnya di saat berdua aja.


" Cie... Bu sudah ada yang mau berduaan nih.... Yang gini nih harus di segerakan.


"Gimana Mel.... Tanya ibu siti.


" Amel sih terserah kak rey aja.


"Uuukhhh.... Ini harus di meetingkan sesegera mungkin sama bapak dan kakakmu, ucap ibu siti.


" Nggak terasa ya mira anak anak kita sudah besar dan menemukan pasangan masing masing.


"Benar kata kamu... Ucap ibu mira.


" Berarti kita ini sudah semakin tua... Sambung ibu mira lagi.


"Sudah saatnya kita kembali ke mode taubat mira... Ucap ibu siti.


" Iya... Coba lihat kita sudah punya cucu, timpal ibu mira.


"Gimana kalau kita... Menggunakan sisa usia kita dengan hal hal yang positif sambil membantu jelita merawat anak anaknya... Usul ibu siti.


" Kalian jangan ada yang menggunakan alat kontrasepsi, termasuk kau amel... Ucap ibu mira.


"Yaelah tante mira.... Aku nikah aja belum sudah ada larangannya.

__ADS_1


" Ya.... Kalau kau sudah nikah maksud tante biar kami punya banyak cucu.


__ADS_2