TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
mulai dekat


__ADS_3

BAB 84


Setelah mereka berdua selesai sarapan rey dengan cepat menuju ruang tamu dirinya segera memasang kamera kecil yang tersambung dengan HP miliknya dan bram.


Tak lama kemudian jelita datang dan langsung menarik tas miliknya yang tadi di letakkan nya di sofa, lalu dengan merasa sangat senang dirinya mengajak rey berangkat.


" Ayo kak kita berangkat sekarang..


"Ayo... Ucap rey.


" Kak habis ini aku mau ke mall ya.


"Oke, yang penting ijin dulu sama bram.


" Sudah kak dan mas ngijinin kok..


"Emangnya mau beli apaan... Tanya rey


" Aku mau beli pakaian kak soalnya pakaiannku sudah pada sempit semua.


"Oh... Gitu, okelah mari kita berangkat...ucap rey.


Kini rey sudah melajukan mobilnya dengan pelan pelan di jalan raya.


" Kak santai bener... Protes jelita.


"Iya... Dong kak rey nggak mau adik dan calon keponakan kakak kenapa kenapa.


" Tapi kan ini terlalu lambat kak bagaimana kalau dokter Arya sudah pulang duluan.


"Maka kita akan mendatangi rumahnya... Ucap rey dengan santai membuat jelita merasa jengkel.


" Ah..malas ngobrol sama kak rey, kak rey dan mas bram tidak ada bedanya.

__ADS_1


"He... he..... he.... Masa sih..?


" Iya, ucap jelita singkat.


"Tidak mungkin aku ini rey lelaki yang sangat hangat jika bersama seorang cewek...


" Uch... Kak salah besar kalau kak rey menilai diri kakak adalah laki laki hangat untuk cewek.


"Emang kenapa....?


" Yang bener itu ..... kak rey nomor dua dari mas bram lelaki terdingin sedunia.


"Masa' sih...


" Iya kak bener deh...


Tanpa terasa mereka sudah sampai di depan rumah sakit, rey segera mencari tempat parkir yang yang kosong.


"Nah ini sudah sampai kamu tunggu dulu aku akan temui dokter Arya, ucap rey.


" Baiklah... Ucap jelita dengan singkat sambil menjatuhkan bokongnya secara perlahan di kursi yang ada di ruang tunggu.


Sedangkan rey sudah berlalu masuk ke ruangan Arya.


"Assalamualaikum bro.


" Eh... Kamu sudah datang, wa alaikum salam juga bro, kenapa siang amat datangnya...?


"Biasa bro kalau sedang berurusan dengan mahluk yang paling lambat gerak sudah pasti seperti ini, apalagi si bos nyuruhnya pelan pelan saja.


" Iya bener bener kalau wanita memang mahluk yang paling lelet.


"Sekarang jelita nya di mana.. ?

__ADS_1


" Biasa di ruang tunggu..


"Bagaimana soal kesehatannya jelita dan bayinya apakah rencanaku tidak akan membahayakan ke duanya..?


" Kayaknya tidak sih... Karena sejauh ini hasil pemeriksaannya cukup bagus.


"Baiklah... Semoga semua baik baik saja.


" Memangnya sudah nyata ya... Jelita ada sangkut pautnya dengan ibu kandung bram.


"Anak buahku si yakin...


" Aku kok kasihan ya lihat jelita di sini kayak penjahat aja.


"Lalu tante mira gimana...? Ucap dokter Arya.


" Kebetulan tante mira hari ini juga sudah ada jadwal pemeriksaan mata.


"Semoga berhasil dan semuanya baik baik saja.


" Amin...


"Jadi bram di mana...?


" Sengaja aku tidak biarkan di sini biar keadaan tidak terlalu panas.


"Ooo... Dokter Arya hanya ber O ria.


Tidak lama setelah itu rey pamit sama dokter Arya yang merupakan sahabatnya juga.


" Oke bro aku pamit ya...Titip jelita..


"Oke bro sudah pasti.

__ADS_1


__ADS_2