TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
tante mira rindu akan putranya


__ADS_3

BAB 27


Tante mira kini sudah berada di rumah bram keadaannya sudah cukup baik hanya saja penglihatannya masih seperti apa yang dokter katakan .


Bram sengaja memberikan satu pendamping untuk tante mira yang khusus akan menjaga dan Melani segala kebutuhan tante mira.


Kini tante mira sudah duduk di ruang keluarga dirinya tampak lebih segar sebelumnya ,meski masih sedikit pucat dan agak kurus akan tetapi sama sekali tidak mengurangi sedikit pun kecantikan yang masih tampak jelas di wajahnya.


Bram tampak berjalan sedikit demi sedikit mendekati tante mira yang sedang duduk bersantai dengan tongkat di tangannya.


"Mengapa perasaan ku selalu terasa damai dan tentram jika aku dekat dengan tante mira dan wajahnya serasa tak asing bagiku di mana sebenarnya aku pernah bertemu ibu mira ini? Bram sedikit bergumam.


Tiba tiba jelita datang menepuk sebelah pundaknya.


" Lagi mikirin apa mas?


"Ooo nggak lagi mikirin apa apa dek.


" Tapi kenapa mas ngeliatin tante mira begitu?


"Nggak, mas lagi pangling aja lihat wajah cantik tante mira, lihat itu dek dia tampak sangat cantik dan segar mas jadi mikir sesuatu.


Tampak jelita mengerutkan dahinya sambil menatap tante mira.


" Lalu mas mikir sesuatu apa?


"Eum... Mas sih cuma mikir, pantas aja ponakannya cantik karena memang dari pabriknya yang cantik makanya produknya lebih cantik lagi. Ucap Bram dengan sedikit tersenyum menggoda.


Tampak wajah jelita berubah menjadi merah seperti tomat matang karena malu mendapat pujian dari Bram.


" Ah.... Dasar mas baru aja menjelang malam tapi sudah mulai mengeluarkan jurus seribu gombal. Ucap jelita sambil mengibaskan sebelah tangannya.


Bram malah tertawa lepas dengan suara yang sedikit ngebass sambil menarik tubuh jelita lalu memeluknya dengan erat lalu berbisik.


"Adek bisa aja nebak apa yang mas mau.


" Emangnya mas mau apa? Balas jelita dengan setengah berbisik juga.

__ADS_1


"Mas rindu ingin ngoloni kamu dek perasaan udah lama kita nggak ngelakuin itu.


" Jangan ah mas aku takut kebablasan terus akunya hamil.


"Nggak usah sampai di situ dek, kita ngelakuin seperti biasa.


" Nggak ah.. Nanti mas nggak tahan.


"Sumpah dek.


" Ussst...... Sudah ayo makan tante mira harus minum obat kasihan dia nunggu.


"Emangnya dia belum makan?


" Iya tadi aku suruh makan tapi katanya nunggu kita dia mau makan sama sama.


"Dek tapi janji ya habis makan.


" Hadeeeh.. Kok masih nyambung ke situ aja.


"Kalau adek diam berarti itu aku anggap iya.


"Sedangkan Bram kembali tersenyum lebar sambil melangkah mendekati tante mira.


" Assalamu alaikum tante, bagaimana keadaan tante sekarang? Tanya Bram.


Tiba tiba saja tante mira berbalik dan meraba raba mencari di mana Bram berada sambil bertanya.


"Wa alaikum salam nak, Nak Bram kah ini?


" Iya tante, ini Bram.


"Nak Bram bisakah tante meminta sesuatu tapi sebelumnya tante ucapkan banyak Terima kasih kepada nak Bram atas semua apa yang nak Bram berikan ke kami termasuk jelita.


" Sama sama tante, apakah tante tidak marah dengan saya karena apa yang terjadi atas tante dan dek jelita semua karena saya termasuk tante sekarang ini buta.


Tidak nak ini bukan karena kamu akan tetapi ini adalah takdir yang di atas.

__ADS_1


"Tapi saat ini tante buta.


" Tak apa nak itu sudah di gariskan yang kuasa untuk tante mungkin ini adalah suatu bayaran atas dosa dosa yang tante perbuat di masa lalu.


"Maafkan Bram ya tante, Bram akan berusaha mengobati tante, dan sekarang ini rey lagi mencari cari info tentang dokter mata yang bagus.


" Tidak perlu nak, biayanya akan sangat mahal tante sudah cukup merepotkan kamu.


"Nggak apa apa tante, O....iya apa yang tante hendak minta ke saya.


Tampak tante mira sedikit tersenyum getir lalu berkata.


" Maaf kalau tante lancang meminta ini,


"Jangan minta maaf terus tante aku nggak suka.


" Baiklah nak, saya cuma minta bisakah tante memeluk kamu nak Bram entah mengapa aku sangat rindu dengan putraku.


"Bisa tante, sini biar Bram peluk tante dan tante bisa menganggap Bram ini putra tante, ucap Bram sambil menggeser duduknya agar lebih dekat dengan tante mira lalu menarik sedikit tubuh tante mira lalu memeluknya dengan erat.


Mendapat pelukan hangat dari bram tante mira malah menangis sejadi jadinya melepas segala kerinduan di hatinya.


"Aaah... Mengapa hatiku terasa pilu begini mendengar tangisan tante mira ini. Monolog Bram di dalam hati


Mendengar tangisan tante mira jelita pun berlari mendekati ke duanya dengan wajah yang sangat khawatir.


" Ada apa mas?


"Sssstt..., Bram tak menjawab pertanyaan jelita dirinya malah meletakkan jari telunjuknya di bibirnya sendiri.


Melihat kode dari Bram jelita langsung mengerti perlahan dirinya pun duduk di sebelah Bram dengan diam.


" apa tante mira sudah agak baikan?


Jawab Bram setelah tante mira menarik tubuhnya dari tubuh Bram.


"Makasih ya nak, iya sekarang tante agak baikan.

__ADS_1


" Tante kalau ada yang membuat hati tante gelisah tante bisa berbagi cerita dengan kami maksudnya sama Bram dan jelita.


__ADS_2