TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
tante mira


__ADS_3

BAB 26


Waktu terus berjalan sehingga tanpa terasa jelita sudah dua bulan lebih tinggal di rumah bram keadaannya pun sudah normal kembali.


Begitu pula dengan Keadaan tante mira sudah jauh lebih baik dan hari ini tante mira pun sudah bisa pulang.


Bram dan jelita sedang di jalan menuju rumah sakit untuk menjemput tante mira . Bram kini tak menyetir mobil sendiri kemana mana harus di temani asisten pribadinya yang tak lain adalah adik angkatnya yaitu rey.


"Setelah ini kemana tuan?


" Langsung ke rumah saja rey, kasihan tante mira dia sudah berbulan bulan di rumah sakit.


"Baik tuan.


" Mas gimana kalau tante mira aku aja yang ngurus biar mas tidak terlalu mengeluarkan biaya.


"Dek kamu itu calon istriku calon ibu dari anak anakku hanya aku dan anak anakku yang bisa kau urus dan tante mira itu urusan mas.


" Tapi mas , dia itu tante aku jadi aku yang harus menanggung bebannya.


"Dan aku adalah calon suami kamu jadi semua yang menyangkut tentang diri kamu adalah kewajiban saya.

__ADS_1


" Tapi kan, aku juga nggak tau mas apa keluarga mas mau merestui hubungan kita ini, mengingat siapa diri saya hanyalah orang kampung yang tak punya apa apa bahkan pendidikan saya sangat buruk sungguh tidaklah pantas berdampingan dengan mas bram.


"Apakah kamu sudah selesai berceramah ?


" apa sih mas, aku ini nggak sedang ceramah tapi sekedar mengingatkan mas agar berpikir sebelum bertindak.


"Kamu itu dek nggak usah menggurui mas soal berpikir apa kamu lupa kalau calon suami kamu ini adalah seorang ceo yang bukan saja sukses dalam negeri tapi hampir di seluruh dunia. Ucap bram dengan sedikit menyombongkan diri sambil menaik turunkan alisnya sambil tersenyum lalu mentoel dagu jelita dengan gemes.


"Eum.. Kambuh lagi nih sikap songongnya.


" Jangan salah dek, aku ini bener coba tanya rey kalau nggak percaya.


"Iya nona jelita ,nggak usah ragu kalau cuma membayar satu orang untuk menjaga ibu mira nggak bakalan membuat tuan bram bangkrut, uang segitu mah cuma recehan baginya. Timpal rey tanpa menoleh ke belakang.


"Tapi tampan kan? Ucap bram sambil memeluk jelita lalu mencium bibirnya.


" Mas....


"Iya sayang....


" Bener bener deh nggak tau tempat.

__ADS_1


"Iya itu, nggak tau apa ada jomblo akurat di sini


Timpal rey sambil tersenyum.


" Ha... Ha.. Ha.. Itu sih derita lho rey, lagian heran deh kenapa sih betah banget menjomblo. Balas bram sambil tertawa.


"Ooo sudah bisa sombong sekarang ya?


" Iya.. Iyalah...


"Dasar tuan tak punya hati, nggak sadar apa aku jomblo gara gara dirinya yang nggak pernah ngasih aku waktu luang.


Tiba tiba jelita memotong perdebatan mereka yang dari tadi berlangsung.


" Sudah sudah lihat tuh ke depan kita sudah sampai ,sudah lanjut usia masih saja sering berdebat kayak anak abg.


"Haaa... Lanjut usia atok atok dong? Ucap bram dan rey secara bersamaan.


Sedangkan jelita hanya cuek dengan ke kagetan kedua lelaki dewasa yang berada di sampingnya.


" Dek tolong ralat kata kata kamu yang barusan sungguh sangat menurunkan nilai jual ku di pasaran. Ucap bram sambil menekuk kedua tangannya di depan wajahnya.

__ADS_1


Sedangkan rey hanya tertawa lepas melihat seorang ceo yang sangat angkuh kesehariannya namun sangat berbeda jika berada di dekat wanita yang dia cintai kelakuannya sangat kocak.


__ADS_2