
BAB 80
Setelah kepergian tante mira jelita hanya diam di tepi kasur sambil memeluk bantal gulingnya sambil menunduk karena takut,
Sedangkan bram yang sempat melirik wanita yang paling di sayanginya susah berlinang air mata dengan segera ikut duduk di belakang jelita lalu memeluk jelita dari belakang.
"Maafkan mas ya, mas nggak sengaja dan nggak sadar dengan suara mas... Ucap bram sambil menempelkan dagunya di bahu jelita.
Tetapi jelita masih tetap diam tetapi bukan marah melainkan dirinya takut karena selama dirinya mengenal bram baru kali ini jelita mendengar suara besar bram.
" Dek.. Ngomong dong jangan diam saja mas nggak sengaja melakukan itu, ucap bram lagi.
"Maaf mas...
" Jangan lagi berucap seperti itu, mas nggak suka.. Ucap bram lagi.
"Jelita hanya mengangguk.
" Anak yang ada di dalam kandungan kamu adalah anak mas dan mas bersumpah tidak akan pernah menyia nyiakan kalian, cukup mas yang merasakan bagaimana rasanya terpisah oleh orang tua.
Tiba tiba jelita merebahkan badannya kebelakang dan bersandar di dada bidang bram.
"Mas janji ya.. Tidak akan pernah meninggalkan je..
" Iya sayang, mas tidak akan meninggalkan kamu jika raga ini masih bernyawa.
"Mas.... Jangan ngomong begitu je nggak suka..
" Tapi hanya itu yang akan bisa memisahkan kita sayang.
Perlahan bram mengecup kening jelita dengan sangat pelan dan lembut.
"Kamu juga berjanji ya, tidak akan pernah meninggalkan aku apapun yang terjadi kecuali satu nyawa kita tidak sejalan dengan raga kita.
__ADS_1
" Iya mas, itu sudah pasti karena aku juga sangat tidak mampu berpisah dengan mas meski hanya sejenak.
"Sama sayang mas juga begitu tetapi harus bagaimana lagi karena mas belum berhak tinggal si sini seutuhnya jadi mas akan masih bolak balik ke rumah utama.
" Tapi nanti nginap sini kan..?
"Insya allah, tetapi mungkin aku akan lambat pulang karena mau ke rumah sakit lagi jenguk bapak kasihan i u di sana.
" Iya deh... Tapi mas apa boleh saya ikut ke rumah sakit menjenguk bapaknya mas..?
"Untuk saat ini mas belum bolehkan kecuali sudah sehat .
" Tapi aku sudah nggak apa apa mas.
"Bener sudah nggak apa apa... Berarti mas nanti malam sudah bisa jengukin dede. Ucap bram sambil mengedipkan matanya
" Ah... Mas selalu itu senjatanya.
" Bilang saja mas kalau mas malu mau memperkenalkan mas dengan keluarga besarnya mas kan..?
"Dek bukan gitu, tapi mas tidak ingin harta mas ini kenapa kenapa karena kalian berdua kunci terbesarnya mas jadi tidak boleh kenapa kenapa harus sehat, percaya deh sama mas.
"lalu kapan mas kenalin aku sama keluarga mas..?
" Insya allah kalau bapak audah sehat nanti mereka yang kita undang datang di rumah utama lalu kita menyambut mereka si sana, bagaimana....
"Terserah mas ajalah je... Sih cuma bisa ngikut aja karena percuma meminta yang lain, saja sudah pasti di tolak.
" Demi kesehatan calon istri dan anakku semua yang aku anggap berbahaya harus aku hindari termasuk mengurung kamu di rumah untuk sementara.
"Mas nggak asik banget sih.
" Biar aja mas nggak asyik sekarang yang penting kamu dan jagoannya papa sehat.
__ADS_1
"Kok jagoan sih...
" Lalu mau bilang apa...
"Ini kan cewek.
" Terserah yang di, atas mau cewek atau cowok yang penting sehat itu aja.
"Oh, iya mas ke asalkan nih ngobrol sama sayangnya mas sampai lupa itu ada makanan titipan bibi surti untuk kamu.
" Wah bener mas.. Kebetulan sekali mas aku belum makan karena aku kepengen makan pecel lele.
"Pecel lele... Bukannya kamu nggak suka lele dek...
" Nggak tau juga sih nas tapi aku kepengen banget.
"Baiklah biar aku telpon rey cari pecel lele.
" Nggak usah mas aku sudah pesen sama bibi tadi suruh mampir beliin di warung langganannya.
"Baiklah, ayo mas antar ke kamar sebelum mas pergi soalnya satu jam lagi mas meeting.
" Ya sudah pergi aja mas nggak usah di antar aku mau makan makanan yang di buat bibi surti untuk aku.
"Baiklah kalau begitu biar mas antar sampai ke meja makan saja.
" Nggak usah mas, biar aku yang antar mas ke depan.
"Nggak, kamu didalam sini aja nggak usah banyak jalan sana sini kamu sendiri di rumah.
" Uukhu... Mas ini terlalu banyak undang undang nya. Ucap jelita kesal.
Bram hanya tersenyum menanggapi ocehan kekasihnya.
__ADS_1