TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
Mendapatkan alamat jelita


__ADS_3

BAB 40


Sementara di tempat lain bram tampak mondar mandir di dalam kamarnya karena anak buah rey sampai sekarang belum juga mendapatkan informasi tentang jelita.


Capek mondar mandir kini bram kembali meraih handphone miliknya di atas meja lalu dengan sigap dirinya menelpon rey.


Terdengar panggilan dari handponenya tersambung namun dari sana sepertinya tidak di angkat sampai bram harus mengulanginya beberapa kali hingga terdengar suara balasan dari sana.


"Halo tuan .. apa ada yang bisa aku bantu? Tanya rey.


" Ada, bahkan ada banyak rey, ucapnya dengan suara bass yang memekakkan telinga sehingga rey dengan cepat menarik kembali handponenya supaya menjauh dari telinganya.


"Iyalah tuan, ada apa saja tuan yang harus aku bantu, ucap rey setengah mengejek.


" Cii... Sesibuk apa sih kamu kenapa begitu susah di hubungi. Balas bram.


"Maaf tuan tapi seharusnya itu tidak usah di pertanyakan karena tuan sendiri tau seberapa banyak pekerjaan yang tuan tinggalkan untuk aku, jawab rey enteng.


" Chiii.... Dasar bawahan tidak tau sopan sama atasannya bisa bisanya kamu menjawab dengan enteng begitu.


"Apakah aku salah ucap lagi tuan?


" Iya salahlah.


"Letak kesalahannya di mana tuan, bukankah atasan berhak bertanya dan bawahan wajib menjawab.


" Chii.... Kamu jangan memancing emosiku lagi cepat hubungi anggota kamu tanyakan apa pencarian mereka ada perkembangan atau tidak, aku tidak bisa berpisah lama lama sama jelita bisa bisa aku jadi gila kalau begini.


"Baik tuan aku akan menghubungi mereka.


" Iya segera jangan di tunda tunda lagi setelah itu hubungi aku kembali.


"Siap tuan akan di laksanakan


Setelah rey berucap panggilan itu kembali mati tanpa ada ucapan basa basi lagi sehingga membuat rey menjadi jengkel.

__ADS_1


" Dasar tuan arogan... Ucap rey setelah panggilan bram terputus.


Setelah puas menggerutu dirinya kembali ke ruangannya lalu menelpon kembali amak buahnya dan menanyakan perkembangan terkait pencarian jelita.


Setelah mendapat informasi dari anak buahnya rey kembali menghubungi nomor kontak bram dan melaporkan semua perkembangan yang di hasilkan anak buahnya.


"Halo tuan


" Iya bagaimana apa sudah ada titik terangnya, ucap bram dengan nada suara agak tegang.


"Iya tuan, anak buahku mendapati hasil CCTV di depan rumah tuan yang berhasil merekam nomor plat taksi yang di tumpangi jelita saat itu kini mereka sudah mengkonfirmasi dengan supir tersebut.


" Lalu bagaimana hasilnya?


"Dari supir tersebut anak buahku berhasil mendapatkan alamat kontrakan nona jelita.


" Kirim, alamatnya ke sini.


"Sabar tuan lagi di cek kebenarannya mungkin besok atau nanti malam kita akan mendapat informasi yang akurat.


"Oke tuan ,ucap rey sambil menutup panggilannya.


Keesokan harinya pagi pagi sekali rey mendatangi rumah bram dengan santainya dirinya masuk ke dalam rumah.


" Assalamu alaikum. Ucap rey sambil melangkah masuk ke ruang makan.


"Wa alaikum salam tuan rey. Balas bibi surti.


" Bi di mana tuan bram?


"Belum turun tuan.


" apa belum bangun?


"Sudah tuan sejak tadi mala.

__ADS_1


Tiba tiba bram muncul dengan pakaian kerjanya.


" Waow... Tampan sekali calon suami nona jelita pagi ini.


"Bukannya setiap hari aku selalu tampan? Ucap bram dengan santainya.


" Memang sih tapi hari ini lain dari pada yang lain. Ucap rey menggoda bram


"Iya kan bi? Ucap rey lagi yang mencoba mencari kebenaran.


" Iyakan aja bi biar nggak mati penasaran. Ucap bram kembali mengejek.


"Enak aja emang siapa yang mau mati. Timpal rey.


" Siapa tau hari ini kamu mau menemui ajalmu. Ucap rey santai membuat bibi yang sedang berdiri di samping meja makan ikut terkekeh mendengar perdebatan ke dua anak muda yang sedang duduk di depannya.


"Ngumpati orang itu jangan segitunya ingat omongan itu adalah doa. Ucap rey kembali.


" Oke sudah, sekarang kamu ke sini untuk apa? Tanya bram sambil menyuap nasi gorengnya.


"Mau ngasih info tentang jelita.


" apa sudah ketemu alamatnya? Tanya bram dengan sumringah.


"Iya, jawab rey singkat sambil mengunyah.


Tiba tiba bram menyudahi makannya lalu mengajak rey.


" Ayo kita ke sana.


"Sabar dulu kenapa ,aku lagi makan ini.


" Kamu kira aku tidak lagi makan?


"Iya sabar sebentar lagi.

__ADS_1


" Nggak, sekarang kita berangkat.


__ADS_2