TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
hari bahagia untuk ibu mira dan jelita


__ADS_3

BAB 113


Seminggu kemudian tante mira dan dokter adri pun menyusul bara dan jelita


Mereka berdua melakukan akad nikah dan acara sederhana saja di rumah utama milik bram setelah itu tante mira pun di boyong oleh dokter adri pindah ke rumah baru yang di beli untuk hadiah pernikahan 💍👑👫👰bu mira.


"Selamat ya bu.... Semoga bahagia hingga di penghujung usia bersama dokter adri... Ucap jelita setelah mereka sudah sampai di rumah dokter adri.


" Amin... Balas dokter adri.


"Bu sering sering berkunjung ke rumah ya... Lihatin je.. Sama dede bayinya.


" Tentu dong sayang... Bara titip jelita ya nak... Ucap Ibu mira sambil menyentuh bahu bara.


"Insya allah tante.... Ucap bara.


" Jangan tante dong kan seminggu yang lalu sudah sah jadi menantu... Ucap Ibu mira lagi.


"Belum bisa manggil ibu karena bara belum mendapatkan jatah tante...... Ucap bara sambil berbisik di telinga bu mira.


" Ha.... Dasar anak tengil.... Makin hari makin nyorocos tuh mulut ya...


"Maaf Bu... Bercanda.. He.... he.... he....


" Tau ibu.... Kamu bercanda tapi sekali lagi kamu ngomong begitu, itu mulut akan aku cabein..


"Ih... Ngeri nih ibu, nggak bisa di ajak kompromi.... Ucap bara.


" Kak bara.... Jangan gitu ah sama ibu.... Tegur jelita dengan lembut.


"Maaf sayang.... Jangan marah ya, aku cuma gurau.


" Ya... Aku nggak marah tapi udah ya bercandanya kita pulang..


"Emangnya kamu kenapa sayang kok wajahmu pucat gitu...


" Perut aku mules kak bara, mungkin aku ada salah makan nih, kok sakitnya hilang timbul ya..

__ADS_1


"Atau kau sudah mau lahiran...


" Ah.... Nggak kok waktunya kan masih dua mingguan menurut dokter Arya.


"Tapi iya juga sih... Ya sudah kita pamit sama ibu dulu.


Setelah bara selesai pamit keduanya pun hendak pulang ke rumah tetapi baru berapa kilo meter mobil yang di kendarai bara melaju jelita sedikit kesakitan sehingga bara dengan terpaksa menepikan mobilnya lalu dengan sedikit pengetahuan yang di miliki mengenai ciri ciri orang yang mau melahirkan, bara pun memeriksa jelita dan dirinya sangat kaget karena bagian bawah jelita sudah basah.


"Maaf sayang aku terpaksa menyentuh bagian bawah kamu untuk keperluan pemeriksaan.


" Iya kak bara tak masalah.... Ucap jelita sambil mengigit bibirnya menahan sakit.


"Kamu sudah mau melahirkan sayang... Kamu tahan ya... Kita akan segera sampai.


" Kak bara..... Sakit... Je... Nggak tahan.... Ucap je manja.


"Sabar sayang.... Ucap bara sambil mengelus elus punggung jelita dengan sebelah tangannya.


" Kak... Telpon dokter Arya...


"Tidak usah sayang biar aku aja yang bantu kamu...


"Ya... Terserah kak bara deh....


" Kita perlu meminjam ruangan praktek Arya saja.


"Lalu kita ngambil kunci di mana...?


" Tenang saja....ada sayang.


"Mas bisa nggak lebih cepat sakit nih... Telpon ibu dong. ...


" Nggak usah sayang nanti nganggu acara ibu lagi, nanti kalau udah sampai, ini sudah deket sabar ya...


"Uch... Uch... Suara napas jelita yang agak di tekan .


" Sayang... Jangan ngejang dulu ya pembukaanya masih belum sempurna, nanti kamu jadi capek sendiri.

__ADS_1


"Tapi mas... Ngejang baru terasa enakan.


" Ini sudah sampai sayang , sabar dan tunggu di situ ya... Aku buka pintunya dulu.... Ucap bara sambil berlari.


Tak lama kemudian bara pun kembali lalu segera menggendong jelita masuk ke ruangan bersalin tempat praktek Arya.


Setelah sampai di ruangan bersalin bara dengan sangat pelan meletakkan jelita di berangkas tempat tidur pasien lalu bara kembali menyiapkan semua alat dan semua yang di butuhkan, tetapi jelita terus merintih, membuat bara semakin kasihan dan segera memberi aba aba kepada jelita agar mengikuti semua yang di perintahkan bara.


"Sayang sekarang letakan kedua kaki kamu di sini dan ikuti aba aba dari aku ya.


" Iya kak.


"Sekarang aku buka ya... Ucap bara sambil menarik cd yang masih di gunakan jelita.


" Kak... Aku malu.. Ucap jelita sambil menahan sakit.


"Ngapain malu sayang, aku ini suami kamu pemilik semua kerangka kerangka tubuh kamu.


" Tapi... Ucapan jelita menggantung.


"Sstt.... Dengarkan kak bara dan jangan ada kata tapi lagi.. Oke.


Jelita hanya mengangguk mengikuti semua apa yang di perintahkan bara hingga bayi mungil yang sangat tampan keluar.


" Alhamdulillah... Ucap bara sambil membersihkan semuanya sebelum Arya datang.


"Kak.. Bara je Haus , mana bayiku...


" Itu sayang bayinya laki laki yang sangat tampan.


"Aku bisa menggendongnya.. ..


"Sabar ya... Nanti setelah semuanya bersih karena Arya akan segera datang dan kakak tidak mau laki laki lain menyentuh tubuh kamu.. Cup.... Bara lalu mengecup kening jelita.


Jelita pun kembali memejamkan mata lalu berucap di dalam hati.


" Terima kasih Tuhan memberiku pelindung yang benar benar tulus, mas bram anak kita sudah lahir meski mas tidak ada di sini tetapi mas menitipkan aku kepada lelaki yang sangat tepat, ucapnya di dalam hati sambil menyeka air mata.

__ADS_1


"Dek ini baby kita dia sangat tampan, ucap bara dengan raut wajah bahagia.


__ADS_2