
BAB 12
Jam masih menunjukkan jam 04 : 10 pagi akan tetapi jelita sudah berada di depan rumah salah satu tetangganya untuk meminta tolong karna keadaan tante mira yang kian parah hingga membuat jelita harus meninggalkan tante mira sendiri untuk mencari pertolongan.
Sambil terisak dan sedikit bergetar jelita berlari membelah kegelapan di pagi pagi buta tanpa ada sedikit rasa takut dia terus berlari menuju rumah salah satu warga yang letaknya agak jauh dari rumah jelita ,setelah sampai jelita segera mengetuk pintu sambil mengucapkan salam.
"Tok... Tok... Tok.. Assalamu alaikum mbok...
Pemilik rumah itu adalah seorang wanita tua bersama dengan suaminya ,dia adalah mbok darmi salah satu orang tua yang sering di mintai pertolongan jika ada warga yang sedang sakit .
" Wa alaikum salam...... Siapa......?
"Saya mbok...
" Saya siapa nduk.... Kenapa pagi pagi begini datang.
"Maaf mbok saya jelita.
" Jelita...... Ada apa nduk ini masih pagi tapi sudah jalan sendiri di tengah kegelapan, bagaimana keadaan tante kamu.
"Itu dia mbok tante semalaman tidak tidur dia terus merintih sakit di bagian dada dan perut, aku sangat takut dan kini dia sendiri di rumahku.
"Sendiri....?
" Iya.
"Ayo kita berangkat, tunggu aku pamit dulu sama mbahmu.
__ADS_1
" Setelah pamit mbok dan jelita kembali membelah kegelapan dan alangkah kagetnya jelita bersama mbok darmi ketika membuka pintu dan melihat tante mira sudah tidak sadarkan diri dengan segera mbok darmi dan jelita memeriksa keadaannya.
"Je..... Jangan menangis, tante kamu hanya pingsan dia harus segera di bawah ke rumah sakit karna penyakitnya semakin parah.
" Tapi mbok aku nggak ngerti harus bagaimana di sana.
"Tenang saja nak kalau kamu sampai di sana kamu akan menemui banyak perawat kamu bisa bertanya pada mereka, maaf karna nggak bisa menemani kamu.
" Nggak apa apa mbok , sejenak jelita terdiam dan menunduk lalu mengangkat kembali kepalanya.
"Mbok kami pakai kendaraan apa.
" Biar mbok mencoba meminta tolong sama warga yang punya kendaraan karena apabila kalian menggunakan ambulance sudah tentu sangat mahal karna tante kamu bukan termasuk penduduk di daerah sini.
"Baik mbok hanya sama mbok aku bergantung aku mohon bantu kami.
Sebelum mbok darmi pergi dia terlebih dahulu memberikan sedikit olesan minyak kayu putih di bagian hidung, kening, dan leher supaya tante mira cepat siuman dan memberi jelita beberapa macam obat tahan sakit yang di bawa dari rumah mbok darmi .
"Jelita ini ada obat anti biotik dan pereda rasa nyeri bila tante kamu sudah siuman beri sedikit makan lalu minumkan obat ini.
" Baik mbok, Terima kasih.
"Ya sama sama, kamu jangan nangis lagi tante kamu akan segera siuman sebaiknya kamu masakkan sedikit bubur supaya perutnya tak merasa sakit apabila dia makan usahakan teksturnya lumayan lembut karna mungkin ususnya tidak bisa menerima makanan yang agak keras seperti nasi.
"Tak butuh waktu lama mobil yang akan membawa mereka pergi ke rumah sakit di kota sudah terparkir di depan rumah, jelita dan tante mira pun sudah siap berangkat .
Tante mira di bopong oleh supir dan suami mbok darmi ke atas mobil setelah itu mereka pun berangkat.
__ADS_1
Akan tetapi setelah melakukan perjalanan berjam jam keadaan tante mira semakin parah membuat si pemilik mobil itu berhenti lalu menurunkan tante mira dan jelita di tengah jalan dengan alasan dia tidak mau kalau tante mira meninggal di atas mobilnya karna itu akan sial katanya dengan lapang dada jelita turun dari mobil lalu duduk bersimpuh di pinggir jalan sambil memangku kepala tante mira dengan sedikit melambaikan tangannya apa bila ada mobil yang lewat untungnya mereka sudah di pinggir kota sehingga meski sudah agak gelap kendaraan masih lalu lalang hingga ada seorang supir yang baik hati dan mau membawa mereka ke tempat tujuan yang semula yaitu rumah sakit.
Dengan kebaikan seorang supir travel kini jelita dan tante mira sudah melanjutkan perjalanannya.
Kini mereka berdua sudah duduk di atas mobil yang sedang membelah kegelapan di tengah jalan raya yang berada di kota karna waktu sudah tengah malam jalanan sudah agak sepi sehingga sang supir membawa mobilnya dengan laju di atas rata rata .
Sedangkan jelita tak merasakan lagi akan kecepatan kendaraan yang di tumpangi nya karna hanya fokus pada keadaan tante mira yang semakin memburuk sambil menangis jelita berkata pada sang supir.
"Maaf Pak bisakah lebih cepat lagi aku sangat takut dengan keadaan tante aku.
" Maaf dek rapi ini sudah di atas rata rata.
"Apakah rumah sakitnya masih jauh..
" Masih lumayan dek.
"Pak.
" Iya dek
"Tante sudah tak sadarkan diri hiks....... Hiks..... Hiks.........
" Mendengar jelita menangis sang supir pun panik lalu menambah kecepatan dengan sesekali menoleh ke belakang tanpa di sadari oleh si supir kalau tiba tiba ada sebuah mobil mewah dari arah depan dengan kecepatan yang sama sehingga terjadi sebuah kecelakaan yang tidak bisa di hindarkan.
"Braaaak..... Shiiiiit..... Shiiiiit...... Sriiiiit.....
" Akh.............
__ADS_1
Terdengar suara benturan yang sangat keras memecahkan kesunyian malam kejadian naas itu terlihat sangat jelas mobil mewah yang berwarna hitam berputar putar sampai menabrak pembatas jalan sedangkan mobil avanza yang berwarna maroon terpelanting ke samping l