TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
nasehat bara


__ADS_3

BAB 95


Menjelang magrib acara tiga hari kepergian bram sudah selesai kini mereka semua ke halaman belakang di makam bram.


Setelah mereka semua sudah sampai di sana mereka secara bergantian menabur bunga dan tak lupa mereka memanjatkan doa untuk ahlil kubur.


Setelah selesai memanjatkan doa mereka pun kembali ke ruang utama selain jelita dan bara mereka berdua masih di makam bram.


"Je.... apa kamu masih mau di sini... Tanya bram.


Jelita pun mengangguk.


" Baiklah aku akan menemani kamu... Ucapnya kembali.

__ADS_1


"Sebaiknya kak bara kembali bergabung sama mereka, ucap jelita.


" Nggak.. Je kak bara di sini aja menunggu kamu.


"Baiklah kak bara kalau kak bara mau di sini menemani je...


Setelah jelita berucap dirinya kembali menghadap makam bram sambil mengusap baru nisan di depannya, dirinya pun kembali menangis.


" Maafkan je..... Mas, sampai detik ini je... belum bisa mengikhlaskan kepergian mas, entah mengapa begitu berat dan sakit rasanya mas.... Semakin aku berusaha semakin sesak rasanya.


Bara yang merasa hatinya sangat pilu mendengar tangisan jelita melangkah mendekati jelita secara perlahan lalu mengusap usap bahu milik jelita.


" Je.... Kamu harus sabar, ikhlaskan abang....

__ADS_1


"Tapi kak bara aku sungguh tidak mampu kak.... Aku belum bisa melupakan mas bram, bukan aku tidak mau tetapi semakin aku berusaha .... Aku semakin tersiksa bayangannya terus bermain di pelupuk mataku, belum lagi hati ini masih di kuasai dengan rasa rindu kepada mas bram....


" Kak bara juga tau apa yang kau rasakan saat ini tetapi kamu perlu belajar dengan perlahan lahan, memang benar apa yang di katakan orang jika lebih mudah teori dari pada praktek, tetapi kamu juga perlu mengingat je.... Jika tidak ada usaha maka tidak akan ada pula hasil yang kita harapkan..... Maaf jika kak bara sedikit berkomentar bukan maksudku seperti ini tetapi kak bara juga perlu mengingatkan kamu, supaya kamu tidak lupa jika kamu juga ada tanggung jawab yang besar, ucap bara sambil mengusap air matanya.


Mendengar ucapan bara jelita sedikit terdiam dan tertunduk.


"Je..... Maaf, kak bara tau persis jika ini masih terlalu cepat untuk melupakan abang, tetapi maksud kak bara bukan seperti itu, kak bara hanya tidak mau kau terus bersedih dan melupakan jika di dalam sana ada kehidupan lain yang saat ini membutuhkan kamu.


" Maaf kak bara..... Aku memang salah yang sudah hampir mengabaikan dia yang di sini, dan Terima kasih karena kak bara selalu ada untuk kami.


"Sudahlah.... Kak bara tidak marah cuma khawatir saja sama keadaan kamu dan si dia yang di dalam sana, kak bara juga tidak memerintahkan kamu untuk melupakan abang tetapi kamu juga harus perhatikan kesehatan kamu termasuk gizi untuknya yang ada di dalam rahim kamu.


" Terima kasih kak bara...

__ADS_1


"Sama sama, ayo kita masuk bergabung dengan yang lain kita sholat magrib kemudian berangkat ke rumah sakit kasihan tante mira, ucap bara sambil menuntun jelita berjalan di sampingnya.


***Terima kasih kepada semua yang sudah mampir dan meninggalkan jejak kepada karya receh milikku semoga bermanfaat dan semoga ada hikmah dalam membaca ***Terima kasih untuk semua "salam kenal untuk semuanya***


__ADS_2