
BAB 46
Tanpa terasa jelita sudah meninggalkan rumah Bram selama sebulan lebih.
meski bram setiap hari mengintai jelita lewat CCTV yang di pasang di warung makan pak budi akan tetapi itu semua tidak mampu mengurangi rasa rindu yang semakin menggunung di hatinya.
Dan kejadian hari ini sangat membuat Bram emosi tingkat tinggi ketika tiba tiba datang seorang karyawan laki laki mendekati jelita lalu dengan tanpa permisi lelaki itu menyentuh dagu jelita lalu dengan berani menggoda jelita.
"Hai cantik, apa kabar ...? Sapa lelaki yang masih karyawan di perusahaan milik Bram.
Dengan gerakan lincah jelita dengan cepat menepis tangan lelaki tersebut dan berlalu pergi akan tetapi dengan gerakan cepat pula lelaki itu menangkap pergelangan tangan jelita.
" Mau kemana cantik.. Temani aku dulu dong...
"Maaf tapi aku tidak bisa masih banyak pelanggan yang belum mendapatkan pesanannya. Tolak jelita.
" Tetapi aku juga pelanggan yang sedang minta di temani sama kamu cantik, ucapnya sambil menarik jelita agar lebih mendekat dengannya.
__ADS_1
"Tolong lepaskan tangan saya perlakuan anda sudah sangat tidak sopan.
" Wah.. Ternyata cantik cantik kok galak ya? Katanya sambil tertawa.
Tiba tiba Bram datang dengan wajah yang sangat marah dengan suara yang menggelenggar dirinya berteriak.
"Lepaskan wanita itu, sontak semua pelanggan yang makan di warung pak budi menoleh ke arah suara yang berasal dari pintu masuk rumah makan tersebut.
Dengan cepat pemuda itu yang tak lain adalah karyawannya sendiri langsung mundur kebelakang setelah mengetahui siapa yang telah meneriakinya.
"Sementara jelita hanya diam mematung setelah dirinya melihat sosok yang telah berdiri di depan pintu masuk.
Tanpa sadar air mata jelita sudah mengalir deras di pipinya.
Melihat air mata itu mengalir membuat Bram dengan cepat mengayungkan langkahnya agar dirinya bisa menahan air mata jelita karena hatinya sungguh tak rela jika air mata itu jatuh ke tanah, setelah Bram sampai di dekat jelita dirinya dengan cepat mengarahkan telapak tangannya dengan mengulurkan beberapa jari tangannya untuk menghapus air mata jelita akan tetapi Bram sangat kaget setelah tangan jelita dengan kasar menepis tangannya dan dengan cepat pula jelita pergi meni ggalkan Bram.
Tanpa perduli dengan keadaan sekitar yang beberapa karyawannya menatap dengan penuh tanya Bram langsung mengejar jelita lalu memeluknya dari belakang.
__ADS_1
Adengan mesra kedua manusia yang beda jenis itu telah menjadi tontonan para pengunjung yang sedang makan bahkan ada banyak orang di situ yang sengaja mengabadikan lewat kamera hpnya.
Tanpa perduli dengan ke adaan, Bram terus saja memeluk jelita meski jelita terus saja memberontak tetapi Bram tak mengindahkan semua itu.
Sedangkan pak budi dan ibu ima hanya diam terpaku melihat seorang pemilik perusahaan besar yang sangat di segani dengan tampannya yang setiap hari begitu serius hingga tak seorang pun pernah melihat CEO itu tersenyum dirinya sangat dingin tatapannya yang seperti burung elang membuat semua orang tak berani bersitatap dengan dirinya.
Pak budi yang sudah bertahun tahun mencari rezeki di depan perusahaan ini pun sangat kaget dengan penampakan seorang CEO berada di dalam warung miliknya karena tak pernah sekali pun orang itu mampir di warungnya apalagi sekarang posisinya sedang memeluk seorang pelayan karena setahu pak budi Bram adalah satu satunya CEO mudah yang tak pernah terlibat skandal dengan wanita wanita baik dari kalangan selebrity atau pun karyawannya sendiri meski ada banyak wanita yang dengan suka rela menjatuhkan dirinya di atas ranjangnya.
Setelah dirinya sudah merasa jika rasa rindunya sudah tersalurkan bram dengan sabar menggandeng jelita masuk ke dalam sebuah ruangan yang terletak tak jauh dari dapur yang membuat pak budi semakin tercengang karena seorang ceo perusahaan terbesar dengan suka rela memasuki ruangan yang tak jauh dari dapur sehingga aroma ruangan itu hanya di penuhi dengan aroma aneka macam makanan.
Sesampainya di dalam ruangan tersebut jelita dengan kasar menepis tangan bram yang sejak tadi menempel di kedua bahunya.
Bram hanya tersenyum melihat tingkah laku jelita yang di anggap nya lucu.
"Lepaskan aku.. Ucap jelita dengan nada ketus.
Tetapi bram hanya tersenyum lalu berbalik ke arah pintu lalu menutupnya tanpa merespon kemarahan jelita.
__ADS_1
" Bram kembali mendekat lalu memeluk jelita kembali sambil menyandarkan dagunya di bahu jelita dengan sesekali menyusul ceruk leher jelita yang membuat bulu roma jelita berdiri.
Entah mengapa jelita tak mampu berbuat apa apa karena hatinya memang ingin marah dengan apa yang di lakukan bram akan tetapi tubuhnya sangat menambah hingga bram memutar tubuhnya hingga keduanya sudah saling berhadapan jelita pun tak berkutik.