
BAB 50
Setelah pak budi merasa sudah memiliki keberanian untuk berbicara kepada bram sang ceo yang sangat dingin, dirinya melangkah perlahan mendekati kursi kosong yang ada di depan bram lalu dengan mantap dirinya duduk di kursi tersebut.
Setelah pak budi duduk bram tampak mengangkat kepalanya lalu meminta maaf kepada pak budi.
"Maafkan saya pak karena sudah membuat sedikit keributan di tempat bapak.
Mendengar ucapan bram yang sedang meminta maaf pada dirinya membuat pak budi terperangah karena tak menyangka sama sekali jika bram mampu mengucapkan kata itu untuknya karena setahunya bram itu adalah ceo dingin dan tegas serta kejam kepada siapa saja yang berani mengusik hidupnya.
Setelah pak budi terbangun dari pemikirannya tentang bram dirinya langsung tersenyum lalu menjawab.
"Nggak apa apa kok tuan tapi alangkah baiknya jika ada masalah kita selesaikan dengan hati yang dingin. Ucap pak budi sedikit bergetar.
" Benar kata bapak.... Terima kasih karena sudah memberi pekerjaan kepada jelita. Ucap bram.
"Sama sama tuan.
" Pak aku titip jelita sampai suasana hatinya mereda dan ini aku titip untuk jelita sebenarnya sudah lama aku membeli ini untuknya akan tetapi aku belum sempat memberikan kepadanya, tapi tolong jangan katakan padanya kalau ini dari saya.
"Tapi tuan....apakah dia percaya jika ini aku yang belikan?
" Bapak pasti bisa meyakinkan dia karena dia itu anak baik dan sangat penurut cuma saat ini dia sedang salah paham terhadap aku, ucap bram sambil tersenyum.
__ADS_1
"Satu lagi pak tolong carikan dia kontrakan yang layak untuk jelita dan tantenya dan itu juga jangan sampai dia tahu jika semua itu aku yang suruh , biarkan ini menjadi rahasia kita berikan aja nomor rekening bapak nanti aku transfer semua biaya yang bapak keluarkan untuk jelita.
" Baiklah tuan aku akan melakukan yang tuan mau.
"Sekali lagi aku ucapkan banyak Terima kasih pak, kalau begitu aku pamit dulu pak.
" Sama sama tuan.
"Tolong jaga dia pak untukku. Ucap bram
" Insya allah tuan aku akan menjaga amanah yang tuan berikan.
Setelah itu bram berlalu pergi sedangkan jelita baru keluar dari ruangan tadi bersama ibu ima.
" Sudah pergi .
"Benarkah pak mas bram sudah pergi? Tanya jelita.
" Iya... Dia sudah pergi nak.
"apa katanya pak?
" Nggak sih nak dirinya cuma nitip kamu kepada bapak.
__ADS_1
"Ngapain dia pake nitip nitip aku segala memangnya aku ini barang yang bisa di titipin ke siapa saja,ucap jelita dengan sinis.
Sedangkan pak budi dan ibu ima hanya tersenyum menanggapi ocehan jelita.
Lalu kemudian keduanya meminta jelita duduk di kursi di samping mereka.
"Sini nak... Duduk, ucap pak budi.
" Terima kasih pak. Ucap jelita kembali.
"Maaf jika bapak sedikit akan bertanya kepada jelita tentang kalian berdua.
" apa itu perlu pak... Kan kami sudah tak bersama lagi?
"Meski nak jelita tak bersama lagi tapi bapak ingin mendengar dari nak jelita sendiri.
" Baiklah pak jelita akan ceritakan tentang kami sedikit.
"Sebenarnya aku dan mas bram belum ada ikatan sesuatu seperti sepasang kekasih akan tetapi kami sangat dekat dan bahkan kami sudah sering bermesraan layaknya pasangan kekasih hingga tiba suatu hari orang tua mas datang dan membawa mas bram pergi untuk menikah dengan wanita pilihan kedua orang tuanya.
" Jadi tuan bram sudah menikah...? Tanya pak budi dan ibu ima bersamaan.
"Iya, maka dari situlah aku meninggalkan rumahnya karena aku tidak mau menjadi orang ketiga diantara mereka lalu menjadi benalu di rumahnya.
__ADS_1
***like dong sayang***