TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
kedatangan rey


__ADS_3

BAB 54


"Alhamdulillah mereka berdua masih selamat meski tuan mengalami luka bakar di bagian punggungnya tetapi itu tidak apa apa, ucap rey dengan sedikit bergumam lalu dengan perlahan rey menarik tubuh bram yang sudah tak berdaya lalu perlahan dirinya meminta bantuan kepada warga yang sudah berdiri di belakang rey.


" Ayo pak bantu aku mengangkat mereka semua ke rumah sakit.


"baik tuan ... Ucap salah satu warga yang sejak dari tadi sibuk membantu memadamkan api.


Tak lama kemudian mereka sudah mengevakuasi korban dan bertepatan dengan itu dua mobil yaitu mobil ambulance dan tengker pemadam kebakaran sudah terparkir di sisi jalan yang sangat sempit membuat rey sedikit kesusahan untuk memutar mobil miliknya.


Setelah bersusah payah rey memutar mobil mewah yang di kendarai nya sampai akhirnya mobil itu lolos ke luar dari gang kecil dan sempit lalu dengan kecepatan tinggi rey mengendarai mobil tersebut sampai di depan rumah sakit.


Kini mereka sudah berada di rumah sakit ketiga korban kebakaran sudah di tangani oleh dokter .


Begitu juga dengan rey kini dirinya sudah berada sebuah ruangan untuk di obati karena dirinya juga mengalami luka bakar di bagian betis.


"Sebaiknya tuan juga di rawat di sini sampai besok setidaknya kita lihat bagaimana perkembangan luka yang bapak alami setelah iru baru kita bisa ambil tindakan, ucap dokter bagas


" Ah.... Nggak usah dok.. .. Luka ini nggak besar kok, cukup kasih obat saja. Balas rey.


"Baiklah tuan rey kalau memang tuan tidak mau di rawat setidaknya datanglah ke sini dua hari lagi biar kita kontrol kembali luka tuan.


" Baik dok insya allah saya akan datang lagi. Ucap rey kembali.

__ADS_1


Setelah selesai membalut luka rey dengan perban dokter bagas lalu menyodorkan beberapa macam obat kepada rey , rey pun menerima obat tersebut lalu mengucapkan terimakasih kasih kepada dokter bagas.


Sedangkan di lain tempat jelita sudah mulai membuka mata secara perlahan kesadarannya masih belum pulih sepenuhnya sehingga pandangannya masih memandangi sekelilingnya hingga dirinya menyadari jika saat ini ruangan yang dia tempati bukanlah kontrakan miliknya lalu dengan perlahan dia mengangkat tangannya yang sebelah dan dirinya sekarang sadar jika dirinya sedang berada di rumah sakit.


"Ya allah.... Jadi benar aku sekarang di rawat di rumah sakit ..lalu bagaimana dengan tante mira apakah dirinya juga selamat seperti diriku..? Ucap jelita dengan linangan air mata.


Jelita tampak mengusap air mata yang sudah mengalir deras di kedua pipinya, di dalam benaknya dirinya terus mengingat masa masa pahit yang di alami dalam kisah hidupnya yang seakan tak pernah lepas dari cobaan .


"Tuhan jika ragaku memang tercipta hanya untuk mengujiku maka hambamu ini pun memohon kepadamu agar kau senantiasa memberiku sebuah kekuatan yang bisa membuatku bertahan, tegar dan kuat menghadapi segalanya dengan sendiri tanpa ada tempat untuk mengadu. Ucap jelita dengan sendu.


" Aku harus kuat kalau bukan aku siapa lagi yang akan membuatku bangkit dan aku harus segera mencari tahu kabar tante mira.. Ucap jelita kembali sambil berusaha bangun dari tidurnya.


Tetapi jelita belum sempat bangun dengan sempurna rey sudah berdiri di ambang pintu dengan senyum khasnya dirinya berjalan dengan sedikit pincang menuju ke tempat tidur jelita.


Sedangkan jelita yang kaget dengan kehadiran rey membalas senyum rey .


" Kabar baik..


"Syukurlah karena kamu sudah siuman. Ucap rey kembali.


" Dari mana kau tau aku di sini.


"Karena aku yang membawa kamu semalam ke sini.

__ADS_1


" Ha... Kamu... Kamu yang bawah aku ke sini gimana ceritanya..? Tanya jelita yang sedikit kaget.


"Entah bagaimana tiba tiba semalam kamu menghubungi nomor handphone bram.


Mendengar penuturan rey, jelita semakin melototkan matanya dengan mulut setengah mengangah.


" Menghubungi...nomor bram... Tanya jelita dengan dada yang sudah bergemuruh.


"Iya kau menghubungi nomor bram karena itu aku dengar sendiri saat itu kami sedang berdua di atas mobil menuju pulang.


" Itu tidak mungkin rey, karena aku tidak punya nomor mas bram.


Mendengar itu rey menjadi terkekeh.. Lalu bertanya.


"Dari mana mendapatkan HP.


" Dari pak budi bos tempat aku kerja.


Mendengar penjelasan jelita, rey sejenak terdiam dirinya mencoba mengingat HP yang di beli rey kemarin atas perintah bram sama persis dengan HP yang di temukan rey di tempat terjatuh nya bram dengan jelita saat kebakaran semalam.


Setelah itu rey mengeluarkan HP tersebut dari kantong celananya lalu bertanya kepada jelita.


***maaf ya dalam beberapa hari ini satu bab aja yang up date so ada acara keluarga ***

__ADS_1


__ADS_2