
BAB 33
Setelah jelita pergi bibi surti dengan tergesa gesa masuk ke dalam rumah lalu segera meraih handphone miliknya yang sedang tergeletak di atas meja dapur lalu dengan sigap menekankan tombol favorit yang tak lain adalah nomor tuan bram.
Setelah tersambung sangat lama baru ada jawaban dari seberang sana orang yang di telpon tidak mengangkat hingga bibi surti harus menelpon beberapa kali
"Treedt.... Treeet.... Treeet. ...
Sementara bram yang sedang berkumpul dengan keluarga serta keluarga calon istri yang di pilih orang tuanya segera pamit untuk menerima telpon dari bibi surti.
Karena bram yakin bibi surti menelpon karena ada hal penting bram sengaja agak jauh dari keluarganya .
Akan tetapi bram yang berjalan dengan melewati sekelompok ibu ibu yang sedang membantu ibunya tanpa sengaja mendengar percakapan dari salah satu ibu ibu yang berada di situ.
"Tampan dan gagah ya putra sulung ibu siti.ucap salah seorang ibu ibu.
" Iya meskipun sudah berumur empat puluh tahun tapi dia masih tampan bak dewa yunani. Timpal ibu ibu yang lain
Tiba tiba salah satu ibu ibu yang sedikit agak tua dari yang lainnya berkata.
"Ussst.... Bram itu bukan anak kandung ibu siti akan tetapi dia adalah anak dari istri pertama tuan bastian.
Semua ibu ibu berbisik setelah melihat bram tampak berhenti dan menoleh menatap tajam ibu ibu yang berbicara tadi.
" Maaf Bu... apa maksud ibu berkata begitu, ingat bu jangan asal berbicara sesuatu yang akan menyakiti hati orang lain.
"Maaf nak bram tapi ibu sedang tidak berkata bohong kamu memang bukan putra dari ibu siti.
__ADS_1
Tiba tiba suara bariton dari sana terdengar sangat marah dan mendekati ibu ibu tersebut.
" Omong kosong apa yang kau ucapkan perempuan tua? Ucap tuan bastian yang bermuka sangat menyeramkan sambil menatap perempuan yang memang sudah agak lebih tua dari ibu ibu yang ada di sekitarnya.
Sontak perempuan tua itu berdiri lalu berkata.
"Seberapa jauhkah kau bastian akan menyiksa seorang ibu dan anak dengan kebohongan kebohonganmu hanya karena kamu mengikuti nafsu serakah kedua orang tuamu sehingga kau tega menyiksa seorang wanita miskin yang sangat benar benar mencintaimu. Perempuan itu malah berdiri lalu menunjuk nunjuk tuan bastian dengan penuh amarah
" Diam kau, kau itu tidak tau apa apa tentang hidupku. Timpal tuan bastian dengan setengah berteriak marah.
"Jika kau anggap aku tak tau tentang kisah hidupmu maka perempuan yang, selama ini kau jadikan boneka selama bertahun-tahun tahun kau panggil ke sini. Tantang orang tua itu.
Maksud kamu siapa ha...?
Perempuan itu terkekeh sambil berkata.
" Itu sana perempuan yang selama ini kau jadikan boneka di rumahmu. Ucap perempuan itu sambil menunjuk ke arah di mana ibu siti berdiri.
Sedangkan ibu siti hanya berdiam diri cukup jauh dari suaminya.
" Kenapa berdiri di situ siti mengapa tak kau ungkapkan semuanya biar tak lagi ada beban dan dosa yang harus kamu tanggung.
Tiba tiba bram berteriak bagaikan orang kerasukan.
"Diaaaammm..... Teriak bram.
" Sudah.. Sudah cukup semua sandiwara ini. Ucapnya kembali dengan wajah memerah karena dari tadi dia sudah menahan amarah.
__ADS_1
"Bram jangan percaya dengan omongan perempuan gila itu. Ucap tuan bastian.
" Menurut bapak siapa yang gila di sini, aku, ibu itu, atau siapa...? Timpal bram sambil menangis.
"Baiklah kalau tak ada yang mau jujur kepadaku maka mulai hari ini jangan lagi ada yang berani menemuiku biarkan aku sendiri yang akan mencari tau siapa sebenarnya aku dan ibu kandung ku dan ingat tak akan ada pernikahan sebelum aku menemukan ibu kandungku termasuk hari ini dan wanita pilihan bapak karena aku hanya akan menikah dengan wanita yang aku cintai. Ucap bram sambil berlalu pergi dengan sesekali menyeka air matanya begitu sakit rasanya mendengar suatu ke jujuran yang sangat memilukan hatinya.
Setelah dia melangkah jauh barulah dirinya sadar jika handphone di tangannya masih saja bergetar.
"Bi surti, ada apa lagi ini? Ucap bara sambil mengangkat telponnya.
" Iya bi ada apa?
"Maaf tuan, itu anu.. Anu.. Tuan.
" Bi, bicara yang jelas sekarang aku tak lagi baik baik saja.
"Anu... Tuan nona jelita dan ibu mira pergi dari rumah. Ucap bi surti dengan suara bergetar karena takut jika tuannya berkata begitu maka tuannya itu sedang sangat marah.
" apa....?
"Mengapa bibi baru nelpon sekarang, kemana mereka pergi.
" Entahlah tuan, tadi sih bibi lihat mereka naik taksi.
Terus...?
"Bibi.. Su...su...sudah... Nggak tau kemana tuan.
__ADS_1
Tiba tiba suara handphone terputus.
" Tut... Tut... Tut....