
BAB 97
Setelah melaksanakan sholat magrib berjamaah mereka pun berangkat ke rumah sakit untuk melihat ke adaan tante mira.
Tak lama setelah itu mereka pun sudah sampai di rumah sakit sesampainya di sana Arya yang juga ikut dalam rombongan keluarga tuan bastian segera menelpon dokter yang menangani tante mira selama ini.
"Halo dok.... Gimana kabar ibu mira.
" Halo dokter Arya kabarnya sangat baik dan sebaiknya dokter segera datang ke rumah sakit karena ibu mira terus bertanya akan kapan waktunya dia bisa membuka perban di matanya dan memang seharusnya dari tadi siang tetapi karena atas permintaan dokter Arya maka kami pun menunda.
"Terima kasih dokter atas semuanya, ya sudah kami segera masuk ya soalnya kami ini sudah berada di loby rumah sakit.
" Baiklah dokter Arya aku tunggu di ruangan ini ibu mira, assalamu alaikum, Ucap dokter yang menangani tante mira.
"WA alaikum salam dokter, balas dokter Arya.
Setelah menelpon dokter temannya dirinya beserta rombongan segera berjalan masuk ke arah ruangan di mana tante mira sedang di rawat.
__ADS_1
Jelita yang merasa belum siap untuk bertemu dengan tante mira dengan berat hati berjalan mengikuti rombongan tuan bastian karena tangannya tidak pernah lepas dari gandengan tangan bara.
Setelah mendekati pintu ruangan tante mira jelita seketika berhenti melangkah dan melepaskan genggaman tangannya dari genggaman tangan bara.
Bara pun ikut berhenti berjalan lalu dirinya membalikkan badannya dan kemudian dengan perlahan lahan dia melangkah mendekati jelita.
"Je...... Ayo ikut kak bara, ucap bara lembut.
" Tidak kak bara.... Rasanya aku tidak mampu, ucap jelita.
"Je.... Kamu belum mencoba, coba aja dulu jika kamu terus seperti ini..... Akan sampai kapan.... Ucap bara.
"Je.... Benar kata bara nak... Kamu harus lebih kuat untuk menghadapi semuanya, sambung ibu siti.
" Bu.... Bukan aku marah atau benci kepada tante mira tetapi..... Rasanya aku tidak sanggup menatap bola mata yang ada pada mata tante mira.... Ucap jelita sambil kembali menangis.
Membuat ibu siti dan bara saling pandang karena mereka baru menyadari jika apa yang sekarang ada di mata tante mira adalah benar, itu adalah milik bram.
__ADS_1
Ibu siti pun hanya menarik napas lalu membuangnya dengan perlahan sambil berkata.
"Baiklah nak jika memang itu alasannya, ibu tidak bisa memaksa kamu karena ibu pun mengerti jika ini sudah pasti sangat menyakitkan dan ini masih terlalu cepat.
" Terima kasih bu... Atas pengertiannya, ucap jelita.
"Sama sama sayang, tetapi jangan menangis lagi ya, ibu tersiksa melihat kamu begini je.... Ibu sangat sayang sama kamu dan calon buah hati kamu, ucap ibu siti sambil mendekap tubuh jelita dengan erat tetapi lembut.
Yang membuat jelita semakin menangis di pelukan ibu siti.
" Ya sudah sayang kamu ke kantin aja cari sesuatu yang mungkin kau mau saat ini biar ibu masuk dulu.
"Baik bu... Ucap jelita sambil melepaskan pelukannya.
" Bara kamu nggak usah ikut masuk.. Perintah ibu siti.
"Iya bu..
__ADS_1
***selamat pagi semua.... mari menyambut hari ini dengan suka ria, tetap tersenyum sebagai pembuka nikmat dan tanda syukur atas permulaan untuk menyertai aktivitas kita yang mungkin, akan menguras tenaga dan pikiran. .. tetap tersenyum untuk para pembaca novel recehku jangan lupa meninggalkan jejak like dan komentar...... aku sayang kalian semua***