
BAB 77
Keesokan harinya pagi pagi sekali bara sudah rapi dengan pakaian kerjanya.
dengan sangat gagah dia menuruni anak tangga demi anak tangga lalu berjalan menuju meja makan.
"Pagi tuan muda, sapa bibi surti.
" Pagi bi.... Balasnya sambil tersenyum.
"Wah.... Tampan sekali tuan mudah hari ini..
" Terima kasih bi....
"Sama sama tuan muda..
" Tuan mudah mau sarapan apa..?
"Sembarang bi... Yang penting bisa menjangal perut.
" Ah.. Tuan muda bisa aja, kalau menganggap perut mah.. Banyak tuan muda.
"Termasuk baru ya bi....
" Itu tuan muda ya... Yang ngomong bukan bibi.
"Ha.. Ha... Ha..
"Mas bram di mana bi...?
" Kayaknya tuan muda tidak ada di sini deh.
"Berarti dia nggak pernah pulang ke sini sejak kemaren pagi ya bi?
" Iya tuan muda.
"Emangnya pacar mas bram itu kayak apa sih bi.... Kok bisa ya naklukin es batu itu.. ?
__ADS_1
" Oh.... Non je... Dia memang wanita yang baik tuan, meski umurnya masih terbilang masih sangat mudah tetapi pembawaannya sangat luar biasa bijak dan, ah.... Pokoknya nggak ada celahnya.
"Memangnya bi surti kenal...?
" Iya iyalah tuan muda kan pernah tinggal di sini.
"Oh.... Begitu ya...?
" Aku jadi penasaran sama wanitanya mas bram.
"Kalau tuan lihat dia pasti tuan juga bisa jatuh cinta sama itu gadis belia...
" Ah.... Nggak mungkin bi... Soalnya di hatiku audah ada penghuninya sejak dari lama.
"Oh.. Gitu ya tuan jadi di mana sekarang ? Tanya bibi surti kepo...
" Di suatu tempat bi... Ucap bara dengan raut muka yang tiba tiba berubah menjadi sendu dengan tatapan lurus ke depan.
"Bibi surti yang melihat perubahan di wajah tuan mudanya lantas dengan cepat mengalihkan pembicaraannya.
Bara yang semula tampak sedih sekarang memutar wajahnya menghadap bi surti.
"Nasi goreng mantap.. Kayak apa itu bi..
" Ya... Makanya tuan muda jangan melamun terus , ini di coba jika tidak enak maka itu berarti bibi lagi gagal tetapi jika enak maka bibi adalah termasuk orang yang akan menuju sukses.
"Sukses... Memangnya bibi buka usaha..?
" Iya tuan usaha perdapuran ..... Dan sukses bikin kenyang tuan muda.. he.. he... he.
"Ala.. Aku kira sukses apaan..
" Ya... Elah tuan muda ini menyepelekan kesuksesan bibi di dunia perdapuran.
"Iyalah bi... Bibi memang hebat tetapi kalau bibi terus ngajak aku ngomong lalu kapan aku sarapan bi... he.. he...
" Oh... Iya deh tuan maaf, silahkan di makan bibi pamit ke belakang dulu..
__ADS_1
"Iya bi, bi... Surti bentar jangan pergi dulu.. Bara mau tanya sesuatu...
" apa itu tuan muda...?
"Kenapa kalau sama mas bram bibi nggak mau gurau kayak tadi, waktu sama aku...?
" Ya... Elah tuan muda pakai nanya lagi, nggak lihat tuh muka .... Dingin kayak batu es yang sudah bertahun tahun di dalam kulkas nggak mau cair cair.
"Ha... ha... ha...
Tiba tiba suara deheman dari belakang bibi surti terdengar jelas di telinga bibi surti..
" Ehem....
Mata bibi surti sontak terbelalak dan melotot seperti biji matanya mau keluar.
"Mati aku.. Tuan..
Sedangkan bara hanya menunduk dan terus terkekeh karena memang dia sengaja mengerjai bibi surti karena dia melihat jika bram sudah berada di belakang bibi surti maka dari itu dia sengaja bertanya begitu, karena bara yakin jika bibi surti belum melihat ke hadiran bram di belakangnya.
Sedangkan bram hanya diam karena dia juga ingin ikut mengerjai bibi surti serta sekalian ingin tau bagaimana selama ini pendapat bibi surti pada dirinya yang begitu kaku.
"Badan bibi surti sudah terasa bergetar karena merasa takut dan malu ketahuan mengejek tuannya.
Sedangkan bram melihat keadaan bibi surti seperti itu malahan semakin ingin mengerjai bibi surti lagi.
Sambil melangkah mendekati meja makan bram sengaja bertanya ulang kepada bibi surti.
"apa tadi bi... Aku nggak terlalu dengar lho , bibi bilang apa...?
" Ah... Uh.. Eh... Ucap bibi surti nggak jelas.
"Kok jadi gagap bi.. Tadi aku dengar lancar lho ngomong sama bara...
" Eh.... he... Tuan...
"Iya... Aku kenapa..?
__ADS_1