
BAB 76
"Pak, hati mira juga sama denganku aku tau betul wataknya mungkin jika ada yang berubah mungkin tidak seluruhnya, maka dari itu bapak harus optimis demi keutuhan kita semua apalagi ini menyangkut bram.
" Iya bu, bram sudah pasti menyesal memiliki ayah seperti aku.
"Jangan suka mengira ngira sesuatu pak, karena itu akan timbul sesuatu yang akan menjadi fitnah.
" Coba ibu pikir bahkan aku kecelakaan saja dia belum ke sini.
"Kata siapa, bram belum ke sini dia itu tadi datang tetapi setelah dokter mengatakan kalau bapak sudah tidak apa apa masa kritisnya sudah di lewati,bram menyuruh ibu pulang tetapi aku suruh amel aja yang ngambil baju ganti ibu , lalu aku suruh mereka pulang karena mereka sibuk dengan kerjaan masing masing.
"Jadi putraku sudah ke sini, aku rindu dia bu, bagaimana dengan jagoan yang satu?
" Semuanya sudah dari sini, tetapi ibu suruh pulang termasuk bara, karena besok dia sudah mulai masuk kerja di rumah skit ini.
"Oh..., aku kira dia sibuk nyari jelita...?
" Iya, termasuk itu kesibukan putra kamu dia terus bertahan dengan cinta abadinya.
"Kasihan anak anakku, menjadi korban keegoisan bapaknya.
__ADS_1
" Memangnya kalau jelita di temukan apakah bapak sudah merestui mereka.
"Menurut kamu.....
" Ya siapa ... masih ngeyel ....
"Ya nggaklah bu, kalau aku bisa menerima kembali mira mengapa jelita tidak.
" Bahkan jika aku menemukan ke duanya aku akan langsung melamar ke duanya satu untuk putraku satu lagi untuk aku.
"Berarti jika sudah dil keduanya, sudah waktunya ibu pergi dari hidup bapak.... Ucap Ibu siti dengan berlinang air mata.
"Tidak bisa pak, aku hanya berjanji kepada mira hingga maslah ini sudah di luruskan, dan mungkin pada saat itulah.
" Sudah tentu mira tidak akan pernah membiarkan sahabatnya pergi begitu juga dengan aku , maaf jika aku kembali egois tetapi aku akan tetap memiliki kalian karena di hatiku ini sudah lama bersemi dua nama menjadi satu tempat yang abadi.
Mendengar ucapan tuan bastian,air mata ibu siti tiba tiba saja bercucuran di kedua pipinya karena sekian lamanya dirinya bersama suaminya meski kasih sayangnya dia dapatkan tetapi tak sekali pun tuan bastian mengucapkan kata cinta kepadanya bahkan kerap jika mereka sedang memadu kasih terucap nama mira di bibir tuan bastian.
Tetapi kini dengan sangat lancar dan tulus tuan bastian mengakui jika selama ini namanya juga sudah tertulis di hati tuan bastian meski mungkin namanya hanyalah menjadi nomor dua tetapi perjuangannya selama ini tidaklah sia- sia untuk terus bertahan.
"Bu, maaf aku tau perasaan kamu selama ini yang menganggap aku tidak mencintai kamu dan bapak terus membiarkannya seperti itu, tetapi sungguh sebenarnya aku sudah lama mencintai dan menerima kamu, asal kamu tau aku pantang menyentuh wanita jika di hatiku tidak ada namanya, tetapi aku masih saja tidak mau menampakkan kepadamu karena aku takut, akan kecewa kembali seperti apa yang aku dapatkan dari mira.
__ADS_1
"Bapak jahat..... Mengapa selama ini membiarkan ibu bagai taman yang tak terawat jika memang bapak ada rasa sama ibu.
" Maaf hanya itu yang mampu aku ucapkan bu...
"apa bapak tau jika selama ini aku tersiksa dengan sikap bapak terhadap ibu, syukur ada bram sebagai pelipur laraku pengobat sepiku.
" Sekarang kamu sudah tau apa yang ada di hatiku jadi jangan pernah berniat untuk pergi , dan aku janji jika mira kembali bersama kita aku akan berlaku seadil adilnya.
"Maaf pa, saya cuma akan tetap bersama bapak jika mira yang meminta.
" Mengapa demikian bu... Di sini aku yang kepala rumah tangga.
"Iya ibu juga tau itu, tetapi aku hadir dan masuk di kehidupan bapak karena atas permintaan mira, maka demikian juga sebaliknya.
" Baiklah kita akan sama sama menunggu saat itu semoga mira masih memiliki hati suci seperti dulu, sehingga kita bisa hidup bertiga menyatu menjadi satu.
"Maaf pa, bukan aku tidak patuh kepada suamiku tetapi aku dulu pernah berjanji kepada mira , kehidupan yang aku miliki saat ini hanyalah berupa pinjaman dari mira, jadi jika mira menghendaki kembali kehidupannya maka aku harus ikhlas melepasnya .
" Lalu bagaimana dengan aku bu...?
"Maaf.. Hanya kata maaf yang keluar dari mulut ibu siti karena dia tidak sanggup lagi melanjutkan pembicaraanya dengan suami yang sangat di cintainya kini.
__ADS_1