TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
rahasia rey


__ADS_3

BAB 102


Tak lama setelah jelita menghabiskan makanannya rombongan tuan bastian pun datang.


Kini mereka sudah berkumpul dan bersiap untuk pulang ke rumah utama bram.


Tetapi mereka baru mau ke luar dari kantin tiba tiba rey mendapat telpon dari salah satu anak buahnya .


Anak buah rey yang di perintah oleh rey khusus untuk menyelidiki kasus kecelakaan bram beberapa hari yang lalu.


Meski rey tampak tenang namun dirinya begitu tidak mudah menerima alasan dari seorang supir jika saat itu remnya blong.


Maka dari itu diam diam dirinya memerintahkan anak buahnya untuk menyelidiki semuanya.


Dan benar saja jika kecelakaan yang di alami bram adalah unsur kesengajaan dan yanng menjadi misteri kini adalah siapa dalamnya dan dengan motif apa orang itu melakukan kriminal itu.


Rey tampak membuka hpnya lalu melangkah menjauh dari rombongannya, setelah dirinya yakin jika dia sudah jauh dari rombongan dirinya baru menerima telpon dari anak buahnya.


"Ya... apa ada perkembangan tentang kasus tuan bram... Tanya Rey.


" Iya tuan, kami berhasil mendapatkan rekaman salah satu anak mudah yang sedang melakukan siarang langsung beberapa saat sebelum terjadinya kecelakaan tuan ,dan memang benar jika saat itu tuan sedang di intai dengan seseorang terlihat di dalam vidio siarang langsung anak itu memang mobil itu sudah sejak tadi terparkir di sana.


"Hanya itu... Tanya Rey dingin.


" Benar tun, tetapi ada kejanggalan dari CCTV sekitar sini karena tidak ada rekaman pada saat tuan kecelakaan, seakan ada orang penting di belakang semua ini.


"Kalau begitu lakukan sesuai perintah ku dan jangan beri ampun kepada mereka.

__ADS_1


" Baik tuan, ucap orang yang di seberang sana.


Tiba tiba suara bara memanggil namanya dari belakang.


"Rey...


" Tuan bara...sejak kapan tuan di sini.


"Sejak tadi dan aku mendengar semua yang kau bicarakan, mengapa kau sembunyikan hal ini kepada kami semua.... Tanya bara dengan tatapan membunuh ke arah Rey.


" Maaf tuan, bukan maksud saya mau menyembunyikan hal sebesar ini kepada tuan tetapi aku takut nona jelita mengetahui dan akan bertambah sedih.


"Untuk jelita saat ini memang tidak perlu dia ketahui tetapi untuk saya itu harus.


" Sekarang mari ikut bersamaku.


"Tapi tuan kita mau kemana... Tanya Rey.


"Sebaiknya jangan sekarang tuan bara, mereka sudah pasti lama menunggu dan kasihan nona jelita jika kita pulang terlalu larut.


Setelah lama berpikir akhirnya bara pun ikut menyerah dan mengikuti kemauan Rey.


" Baiklah demi jelita ayo kita pulang tetapi kamu berhutang padaku dan itu harus kamu bayar besok aku tunggu kamu besok di ruangan ku setelah makan siang .


"Baik tuan tetapi tuan harus berjanji ini akan kita rahasiakan sampai pelaku yang sebenarnya di ketahui.


" Baiklah, aku berjanji.

__ADS_1


Setelah itu mereka pun berjalan beriringan menemui rombongan yang sama sama tadi di tinggalkannya dengan alasan yang berlainan Rey yang mendapat telpon dan bara yang pergi ke toilet.


Selang berapa menit keduanya pun ikut bergabung dengan rombongan .


"Kalian dari mana sih.... Tanya ibu siti.


" Maaf Bu siti jika terlalu lama menunggu. ... Ucap Rey.


"Nggak apa apa Rey... Aku kasihan aja sama jelita tampaknya dirinya sangat lelah.


" Baiklah ,ayo kita pulang.... Sambung bara.


"Arya apa kamu tidak ikut pulang... Tanya Rey.


" Nggak bro... Aku tugas malam jadi sekalian lanjut. Ucap dokter Arya santai.


"Baiklah titip tante mira ya bro.... Ucap bara.


" Siiip bro... Balas dokter Arya


Setelah berbicara dirinya lalu mendekati jelita yang sedang duduk bersandar di tempat duduk kantin tersebut.


"Je..... Pulang yuk... Ajak bara.


" Pulangkah... Tanya jelita.


"Iya.... Ayo ikut aku je...

__ADS_1


"Tapi Rey..... Tanyanya lagi.


"Rey ikut bapak... Jawab bara asal, pada hal Rey membawa mobil bram yang di kendarai bram di hari kecelakaan nya.


__ADS_2