TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
Pertemuan ibu siti dan tante mira BAB 5


__ADS_3

BAB 5


Jelita terlihat terbangun dengan sangat buru buru sambil berlari ke arah pintu belakang dan membuka pintu tersebut sambil berteriak.


"Tante.. Tante.. Dimana kenapa aku tidak di bangunin, namun tak ada sahutan dari orang yang di cari jelita.


" Tante di mana sih kok nggak bangunin jelita pada hal hari sudah siang gini aku kan harus kerja ucap jelita sambil mendumel dan menggaruk kepala bagian belakangnya perlahan melangkah menuju kamar mandi.


Kini jelita sudah selesai dan sudah bersiap untuk berangkat bekerja dengan sigap dia segera membuka pintu lalu melangkah keluar namun baru berapa langkah jelita melangkah matanya sudah membulat karna kaget setelah melihat siapa yang berdiri di depan pintu pondok reok nya.


"Kak bara... Ucap jelita sambil berdiri dengan gaya yang serba salah bagaimana tidak kalau ini yang kali pertama bara datang ke pondoknya setelah kepergian ibunya dulu bara sering datang bersama ibunya yaitu bu siti untuk memeriksa dan membawa obat untuk ibunya jelita yang sakit akan tetapi setelah ibunya jelita sudah meninggal bara tak pernah lagi menginjakkan kakinya di pondok jelita.


"Iya... Aku bara.. Apakah kita akan berdiri di sini saja je...? Tanya bara karna jelita tak kunjung memanggilnya masuk.


”oh.. Iya mari masuk dulu kak bara tapi maaf karna keadaannya seperti ini nggak sama di rumah kak bara.


"Kalau begitu aku nggak usah masuk aja karna kelihatannya kamu sangat keberatan. Timpal bara dengan gaya bercandanya.


" Nggak kok kak je nggak keberatan sama sekali. Ucap jelita lagi.

__ADS_1


"Nggak usah je... Aku di sini aja, apa kamu sudah siap berangkat.


" Iya kak aku sudah siap dari tadi.


"Dengan gaya seperti itu, apa kamu tidak salah kostum..? Tanya bara lagi.


" Lho kok salah kostum.. Tanya je yang kebingungan.


"Itu memangnya kau mau kemana. Ucap bara


" Aku mau kerja. Timpal jelita


" Oh... Iya... Kak Terima kasih sudah mngingatkan jelita ya kak, ucap jelita sambil berlari kembali masuk ke dalam pondok yang bagaikan istana bagi jelita tanpa memperdulikan bara yang sudah terasa agak pegal karna sudah terlalu lama berdiri.


"Dasar anak bau kencur sudah lupa yang penting malah melupakan yang lebih penting lagi kayaknya dia sengaja melatih aku mungkin dia mikir aku kesini mau latihan upacara kali sampai sampai aku hanya di suruh berdiri saja, monolog bara sambil melangkah kearah bangku kayu yang sudah usang itu.


Sementara di sebuah warung makan sederhana yang terletak di pinggir jalan dekat pasar dua wanita paruh baya terlihat saling berpelukan sambil melempar senyum satu sama lain.


"Assalamu alaikum siti, ucap wanita yang satu yang masih kelihatan bahenol meski sudah menyandang umur setengah abad.

__ADS_1


" Wa alaikum salam mira, apa kabarmu. Tanya bu siti


"Ya... Seperti yang kau lihat siti, ucapnya dengan air mata yang siap tumpah.


" Maafkan aku mira karna dengan terpaksa harus menggantikan posisimu dan merebut yang merupakan hal milikmu.


"Jangan minta maaf padaku siti karna sungguh aku tak pantas menerima semua itu.


" Bagaimana keadaan putraku. Tanya mira sambil menangis dia sudah tak mampu menahannya lagi begitu banyak sesak di hatinya setelah sekian lama terpendam berbagai masalah dan penyiksaan yang di alami mira setelah berpisah dari suaminya dan putranya.


"Putramu tumbuh menjadi pemuda yang pekerja keras dan sangat dingin dengan perempuan .


" Tapi maaf sampai sekarang aku belum berani mengatakan kepadanya tentang kamu. Ucap bu siti sambil menunduk.


"Tak apa siti kau sudah menjaga dan merawat anakku saja dengan baik aku sudah bersyukur dan berterima kasih maaf karna aku kau harus berkorban.


"bersambung"


"persahabatan yang sejati tak akan pernah terpisahkan oleh sebuah prasangka"by anjas muliana.

__ADS_1


''minta sedekah like dong biar tambah semangat maaf kalau banyak kekurangan saya hanyalah pemula.


__ADS_2