TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
nama untuk sang putra


__ADS_3

BAB 115


Sementara bara keluar mencari makanan sehat untuk jelita ,tiba tiba berpapasan dengan keluarga besarnya di loby rumah sakit.


"Aduuuuh... Kok bisa sih,, ketemu mereka...ucap bara sambil menepuk jidatnya sambil berpura pura berjalan menunduk.


Tetapi nasib bara memang sial, bukannya dia lolos dari mereka makanan kedua telinganya sudah di jewer oleh ibu dan mertuanya.


" Mau kemana kamu anak tengil... Ucap keduanya.


"Ampun bu.... Sakit.... Aku mau cari makanan untuk jelita, jawabnya dengan sedikit mengenyitkan sedikit bibir atasnya karena sakit.


" Tidak usah kemana mana... Kami sudah membawa makanan, ucap Ibu siti dan ibu mira bersamaan.


"Ya sudah kalau begitu telingaku di lepasin sakit tau bu.


" Biarkan copot sekalian biar kamu jadi waras, ucap Ibu siti.


"Astaga ibu anakmu ini adalah seorang dokter ahli bedah dan jantung masa di katai tidak waras.


" apa ada seorang dokter yang membiarkan istrinya melahirkan tanpa di dampingi oleh keluarganya.


"Bu maaf... Kalau soal itu , aku juga tidak tau kalau jelita sudah mau melahirkan dia cuma ngomong sakit perut karena salah makan ya sudah kami rencananya mau pulang ke rumah tetapi di jalan jelita semakin kesakitan jadi aku berinisiatif memeriksa dan ternyata sudah pembukaan empat ya.. Mau nggak mau aku bawa ke tempat praktek Arya.


"Lalu kenapa kamu nggak nelpon Arya dan kami..


" Aku nelpon Arya bu...

__ADS_1


"Iya tapi setelah jelita melahirkan... Kenapa...


" Maaf bara cuma nggak mau bagian tubuh sensitif milik jelita di lihat laki laki lain selain aku dan abang.... Ucap bara polos...


"Masya allah... Anakku selain tengil ternyata pencemburu... Ucap tuan bastian tiba tiba.


" Tetapi bapak juga dulu begitu kan....contohnya semua dokter menangani ibu lahiran adalah dokter perempuan...Timpal bara.


"Hem... Sahutan tuan bastian.


" Sudah ayo kita ke tempat jelita... Ucap ibu mira sambil menggandeng dokter adri.


"Ya sudah ayo.... Ucap semuanya.


Tak lama setelah itu mereka semuanya pun sampai mereka segera memasuki kamar yang di tempati jelita dan dengan perasaan terharu mereka bergantian mendekati jelita dan bayinya.


Kecupan kecupan sayang serta ucapan selamat datang silih berganti dari keluarga bastian dan ibu mira serta dokter adri.


"Terima kasih dokter... Ucap jelita.


" Jangan dokter dong... Manggilnya, aku kan udah nikah sama mama kamu berarti aku ini adalah abi kamu iya kan mami... Ucap dokter adri kepada ibu mira.


"Maaf dokter adri tetapi itu panggilan sayang aku dan jelita, protes bara.


" Ya nggak apa apa bara aku atau kamu semuanya bisa memanggil pasangannya sesuai dengan keinginan hati kita.


"Iya juga sih... Tetapi kok kita berdua bisa sepemikiran begini ya dokter.

__ADS_1


" Iya mungkin kebetulan aja bara, timpal dokter adri..


"Oh iya nak je.. apa kamu sudah ngasih nama untuk si kecil, ucap tuan bastian yang sengaja memotong pembicaraan dokter adri dan bara yang menurutnya sangat lebay.


" Iya Pak... Tetapi itu pun jika kak bara setuju.


"Emang kamu mau ngasih nama siapa sayang... Tanya bara.


" Jibran putra.... Jawab jelita.


"Kurang lengkap biar aku yang tambahin ya... Ucap bara.


" Siapa jawab tuan bastian.


"Jibran putra bram... Pak gimana?


" Menurut bapak sangat bagus tetapi itu terserah kalian berdua.


"Gimana nak je...? Tanya ibu siti dan ibu mira.


" Kalau aku sih ikut kak bara saja... Ucap jelita sambil mencium putranya.


Bara pun mendekat dan mengecup kening istrinya.


"Cup....apa kamu ragu dengan ketulusan abi sayang... Tanyanya sambil memegang dagu jelita lalu menatap mata cantik milik istrinya.


" Maaf kak jika di hati jelita masih tersirat sebuah kata tidak pantas dan juga keraguan mengenai anak ini.

__ADS_1


"Usssttt.... Kamu jangan lagi mengulangi ucapan itu... Putra kamu adalah putra aku juga dan insya allah mulai hari kita adalah sepasang orang tua dari putra kita.


" Terima kasih kak bara.... Ucap jelita sambil menangis.


__ADS_2