TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
Bram yang tak bisa tidur


__ADS_3

BAB 36


" Iya aku terpaksa pergi tanpa pamit sama mereka termasuk jelita mungkin di situlah dirinya beranggapan kalau diriku saat itu akan melakukan apa yang di perintahkan bapak sehingga dirinya memutuskan untuk pergi dari rumah ini dan menjauh dariku,biar bagaimana pun dia seorang wanita yang sudah pasti hatinya rapuh apa lagi jika dirinya mendengar langsung jika lelaki yang di cintainya itu akan menikah dengan wanita lain. Ucap Bram dengan tatapan kosong.


"Mungkin benar kata kamu kita terlebih dahulu mencari jelita dan tante mira. Ucap Bram kembali.


" Iya besok kita akan memulai pencarian mereka aku akan hubungi anak buahku biar mereka menyebar untuk memulai pencarian.


"Kalau begitu kamu tidur aja di sini .


" Besok kita berangkat pagi pagi sekali,ucap Bram.


lalu pekerjaan kantor siapa yang handle? Tanya Rey sambil menatap Bram .


"Iya juga sih, kalau begitu kamu urus aja urusan kantor. Ucap Bram sambil mengalihkan pandangannya ke arah rey


" Lalu kamu....?

__ADS_1


"Biar aku yang memimpin pencarian ini, aku juga nggak tenang dan nggak fokus dengan pekerjaanku.


" Baiklah terserah kamu aja.


"Oke, sekarang kamu tidur sana.


" Iya, kamu juga istirahat yang cukup.


"Oke,


Setelah itu mereka berdua berjalan keluar dari ruang kerja lalu memilih jalan masing masing ke arah kamar mereka karena sebenarnya Rey juga memiliki kamar pribadi di rumah Bram.


Bram sekarang sudah berada di atas kasur yang sangat besar dan empuk dirinya tampak terbaring dengan posisi terlentang dan tangannya berada di atas kepala dengan posisi yang saling menyilang dengan tatapan kosong ke atas di langit langit kamarnya dirinya kembali mengingat apa yang selalu di lakukan saat saat bersama jelita, sambil berucap.


"Benar sekali syair lagu para penyanyi dangdut yang mengatakan " Kalau sudah tiada baru terasa bahwa kehadirannya sungguh berarti, dan ternyata memang berat jika kita kehilangan seseorang memang sangatlah berat. Ucap Bram sambil terkekeh.


"Uuuh... Mata ini pun tak bisa terpejam, di mana kau saat ini dek mengapa kau pergi mengapa juga kau tidak bisa meyakinkan hati kamu jika mas takkan pernah bisa tanpamu dari segala hal apa pun itu. Monolog Bram dengan sangat pelan.

__ADS_1


Kini jam dinding sudah menunjukkan jam tiga tiga puluh dini hari akan tetapi Bram masih saja belum bisa memejamkan matanya bayangan wajah jelita terus bermain di pikirannya begitu juga dengan bayangan tante mira yang semakin membuat hati Bram semakin sesak kala dirinya mengingat keadaan ibu mira yang masih tidak melihat.


Bram tertidur sekitar jam empat lewat berapa menit setelah dirinya puas memikirkan jelita dan tante mira yang entah mengapa bayangan ke dua wanita yang berbeda generasi itu terus bermain di benaknya Bram terasa merindukan ke duanya.


Tertidur entah berapa menit lalu terbangun lagi dirinya langsung meraih handpone miliknya lalu melihat jam.


"Eum... Sudah jam lima lewat tiga puluh menit, ucapnya sambil bergumam lalu bangkit dari tempat tidur lalu terus ke kamar mandi membersihkan dirinya yang sudah sangat lengket yang membuat dirinya sangat tidak nyaman.


Tak butuh waktu lama Bram sudah selesai dan kini dirinya sudah siap di depan meja makan karena merasa perutnya sangat minta di isi.


" Pagi bi surti.


"Pagi tuan Bram


" Mau sarapan apa tuan?


"Sarapan nasi goreng kayaknya enak bi tapi jangan lupa kopinya ya..

__ADS_1


" Baik tuan.


__ADS_2