TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
Bercerita kepada rey


__ADS_3

BAB 34


Bram kini sudah berada di dalam mobil dari salah satu mobil bram yang memang sengaja di simpan di desa tepatnya di rumah orang tuanya khusus untuk di gunakan jika dirinya pulang kampung, karena tadi pagi bram berangkat dengan mengendarai mobil bapaknya.


Dirinya tampak bersandar di sandaran kursi mobilnya dengan sesekali menengadahkan wajahnya ke atas sambil menarik rambutnya tampak sangat prustasi betapa tidak selama empat puluh tahun lamanya dirinya hidup di dalam kebohongan.


"Aaakkhhhh.... Teriak bram sambil memukul stir mobil miliknya.


" Mengapa begini ....bapak, ibu aku selama ini sangat menyayangi kalian semua tapi apa yang kalian lakukan tentang hidup ku. Teriak bram sambil menangis.


"Tapi siapa sebenarnya ibu kandungku?


" Di mama dirinya sekarang, mengapa dirinya tega meninggalkan aku...? Bram terus bermonolog sendiri.


"Aku tidak boleh begini aku harus kuat demi semua yang telah pergi... Pergi meninggalkan aku sendiri. Ucap bram sambil mengupas air mataku.


Setelah bram selesai mengusap air matanya lalu memperbaiki kembali penampilannya yang sempat berantakan dan terlihat kusut lalu kembali ke posisinya semula.


Kini bram sudah berada di jalan membelah gelapnya malam sedang melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata dia terus saja menginjak pedal gas mobilnya sehingga dengan waktu yang sangat singkat mobilnya sudah berhenti tepat di depan rumah mewahnya.


Bram turun dengan langkah yang sangat panjang dan cepat menuju ke dalam rumah lalu dengan segera dirinya mencari bibi surti dan bertanya langsung setelah mendengar penjelasan bi surti Bram dengan segera meraih handphone yang berada di saku celananya lalu dengan cepat dirinya menekan tombol hijau dan mencari nama rey tak butuh waktu lama rey yang di seberang sana dengan cepat mengangkat handponenya.


"Halo .....tuan apa ada yang bisa saya bantu...? Terdengar suara rey sedikit tegang karena dirinya tau persis kalau bosnya sekaligus kakak angkatnya itu tidak pernah asal menelpon apa lagi tengah malam begini.


" Iya cepat ke rumahku ada masalah penting yang harus kita bahas aku tunggu di ruang kerja. Ucap Bram lalu mematikan panggilannya tanpa ada ucapan basa basi untuk rey.


Sedangkan rey di seberang sana terlihat sangat jengkel dan menggerutu.


"Uuh... Dasar es batu basa basi pun dia nggak tau. Ucap rey


Setelah puas menggerutu rey segera meluncur ke tempat Bram.

__ADS_1


Sedangkan Bram sudah sejak dari tadi berada di dalam ruang kerjanya dirinya kini sedang bersandar di sofa yang berada di dalam ruangan tersebut sambil menghisap rokok terlihat dirinya sesekali melepas asap rokok yang di keluarkan dengan mengepul di ruangan itu seakan menggambarkan bahwa dirinya sedang melepaskan beban yang ada di pikirannya saat ini, dengan sesekali pula mengusap wajahnya lalu menengadahkan wajahnya ke atas sambil mengusap rambutnya ke belakang.


Rey yang baru datang sangat kaget dengan apa yang di lihatnya sebab selama ini setahu rey Bram sangat tidak suka merokok bahkan dirinya sering di tegur apa bila dirinya kelihatan merokok.


"Astaga.. apa sebenar yang terjadi belum pernah aku melihat Bram seperti ini. Menolong rey di dalam hatinya setelah membuka pintu dan melihat apa yang terjadi di ruang kerja Bram.


" Masuklah rey, ucap Bram setelah melihat kepala rey nongol di sela daun pintu yang hanya terbuka sedikit.


Rey lalu masuk dan melangkah secara perlahan mendekati sofa yang di duduki Bram lalu bertanya.


"apa sebenarnya yang terjadi Bram...?


Mendengar pertanyaan Rey Bram sekilas melirik Rey lalu kembali menatap kosong ke depan lalu mengumpulkan asap rokoknya secara perlahan sambil menarik napas panjang.


" Entah Rey, aku tidak tau harus mulai dari mana? Ucap Bram lirih


"Bicaralah... Luahkan segalanya lalu kita cari solusi bersama sama. Balas Rey.


"Uuuhhh... Bram tetap diam hanya suara tarikan napas berat keluar dari mulutnya.


" Maaf kalau aku mendesakmu berbicara tapi apa guna aku kau panggil ke sini kalau kamu hanya diam seperti ini.


Mendengar ucapan Rey Bram akhirnya mau angkat bicara.


" Sebenarnya aku sangat mengakui kalau kali ini diriku benar benar jatuh pada pesona seorang wanita yang tak lain adalah jelita dirinya mampu membuat diriku tak berdaya setelah pergi meninggalkan diriku entah kemana.


"Ha... Jelita pergi... Kemana...?


" Entahlah...


"Lalu ibu mira...?

__ADS_1


" Di bawa serta, bukan itu saja yang membuat aku terpukul sehingga aku semakin berada di titik paling bawah. Ucap Bram kembali lirih.


"Lalu apa...?


" Hari ini terlalu banyak cerita yang mengagetkan aku Rey.


"Maksud kamu..?


" Hari ini aku juga baru tau jika aku bukanlah anak kandung dari ibu siti tapi aku anak dari istri pertama bapak yang entah siapa aku tidak tahu. Ucap Bram kembali sambil menghisap rokoknya


"Haaaaa...., mata Rey melotot sempurna mendengar penuturan Bram mulutnya menganga tak mampu berucap lagi.


" Kamu jangan bercanda Bram. Ucap Rey meyakinkan Bram


"Apakah wajahku mengatakan itu, untuk apa?


" Maaf tapi apa yang kau ceritakan padaku seakan hanya sebuah dongeng.


"Benar sekali Rey aku pun menganggap seperti itu.


" Sabar ya Bram mungkin ini sesuatu hal yang akan memperkokoh hidupmu di masa depan. Ucap Rey yang sedang memberi suport kepada Bram.


"Semoga, tapi kita sekarang harus bagaimana? Tanya Bram kepada Rey.


" Bagaimana kalau kita cari keberadaan jelita dan ibu mira terlebih dahulu, usul Rey.


"Tapi tunggu dulu bagaimana ceritanya sehingga jelita bisa pergi dari rumah ini? Tanya Rey sambil menatap Bram


"Tadi pagi pagi sekali bapak datang ke sini lalu mendesak diriku untuk menikah dengan pilihannya dirinya masuk ke kamarku lalu menarik paksa diriku untuk di bawah ke desa tepat pada saat itu jelita sedang berada di dalam kamar mandi yang ada di dalam kamarku sehingga dengan jelas dirinya mendengar semua perdebatan aku dan bapak. Bram menceritakan kronologi yang terjadi tadi pagi kepada Rey dengan detail


"Kalau soal kedatangan bapak ke sini lalu membawa kamu pergi dengan terburuh buruh itu aku tau dari bibi surti karena tak lama kamu pergi aku datang ke sini tapi bilang bi surti kamu sudah pergi.

__ADS_1


****jangan lupa like dan komennya ya sayang****


__ADS_2