
BAB 57
"Emang kenapa kalau je...hamil ?
" Aku takut mas..
"Takut kenapa..?
" Takut mas nyia nyiain je...
"Itu tidak akan terjadi sayang, kau itu napas terakhir mas.
" Bener ya mas.
"Iya sayang.
" Kalau gitu iya deh nanti kita coba ya.. Ucap jelita
"Bener ya sayang.
" Iya, tapi mas.. Aku nggak mau tinggal di rumah mas, aku mau ngekost aja sama tante mira.
"Baiklah tapi di tempat lain.
" Iya deh., tapi aku masih bisa kerja kan mas?
"Nggak.
" Nggak gitu dong mas aku harus memiliki penghasilan sendiri untuk membayar kebutuhan aku dan tante mira.
"Oke kamu boleh kerja tetapi bukan di rumah makan pak budi.
" Jadi di mana?
"Di rumah kost kamu, tungguin mas pulang dan siapkan sarapan, makan siang, makan malam.
" Lho kita kan nggak tinggal bersama?
"Kan nanti aku bisa datang atau mampir di situ.
" Emangnya mas tahu alamatku?
"Ya taulah.
" Orang nyari kost aja belum, sudah tau aja alamatnya.
__ADS_1
Mendengar ucapan jelita bram jadi terkekeh.
"He.. He.. Sayang, mas itu sudah nyiapin rumah untuk kamu dan tante mira kuncinya ada sama pak budi.
" Jangan mas bilang HP itu juga dari mas.
"Kalau iya kenapa..?
" Jadi bener... Itu dari mas, lalu nomor itu?
"Iya nomor mas... Ucap bram sambil tersenyum.
" Mas tega ya mempermainkan aku seperti ini.
"Maaf sayang tetapi hanya itu jalannya agar kamu kembali sama mas.
Mendengar ucapan bram jelita menjadi diam.
" Sayang kenapa kamu diam?
"Eum... Nggak apa apa kok mas.
" apa kamu tidak suka kalau aku bucin sama kamu.
"Nggak sih mas , malahan sebaliknya aku senang jika mas melakukan semua itu karena je... Juga sayang dan cinta sama mas.
" Benarkah sayang apa yang kau katakan itu?
"apa mas masih ragu dengan cinta yang sedang jelita suguhkan untuk mas?
" Itu tidak benar sayang, tetapi sebenarnya itulah yang mas tunggu tunggu dari bibirmu keluar sayang.
"Gombal...
" Masa sih mas gombal, orang mas lagi serius...
"Nggak usah gitu deh..
" Bener sayang...
"Iya memang biasanya kalau laki laki itu ada maunya memang seperti itu.
" Serah deh sayang tetapi yang pasti aku saat ini sungguh ah.... Sudahlah mas tak lagi tahan. Ucap bram sambil bermain di seluruh tubuh jelita.
Sedangkan jelita hanya membiarkan bram tanpa berusaha melarangnya lagi, toh dirinya juga sangat menikmati sampai selesai permainan.
__ADS_1
Kini mereka berdua sudah selesai merajuk asmara melepas rindu dengan santai bram kembali membersihkan semua yang di porak porandakan bram.
Setelah selesai bram kembali membersihkan milik jelita, dirinya kembali menarik tubuh jelita agar terduduk di sisi ranjang, dengan lemas jelita mengikuti bram.
Kini jelita sudah dalam posisi duduk, dengan sigap bram menarik tubuh mungil itu ke dalam pelukannya.
" Mas jangan peluk terus ah... Gerah.
"Tetapi mas masih rindu sayang.
" Tapi ini rumah sakit mas..
"Emang kenapa kalau ini rumah sakit..?
"Bukan tempat yang tepat untuk gitu an.
"Jadi di mana dong yang tepat?
" Tau ah....
"Di rumah mas bisa..?
" Nggak.
"Jadi di mana dong masa di kantor sih.
" Kenapa sih mas ini semakin mesum.
"Kan mesumnya sama kamu sayang.
" Terserah mas aku mau ke kamar mandi.
"Ikut... Ucap bram manja
" Silahkan asal jangan macam macam lagi.
"Siip sayang.
Setelah jelita sudah merasa bersih jelita membalikkan badannya sambil melangkah ke luar.
Sedangkan bram yang melihat jelita hendak keluar segera bertanya.
" Mau kemana sayang?
***bersambung***
__ADS_1
***tidak usah takut menghadapi masa depan hanya karena merasa sering gagal dari segala hal tetapi jadikanlah kegagalan itu sebuah motivasi untuk bangkit menyambut masa depan yang ceria****