
Setelah bara sudah sampai di rumah bram ,dirinya segera mengayungkan langkahnya masuk ke dalam rumah lalu dengan rasa bimbang dirinya melangkah menuju di mana arah kamar abangnya berada tinggal dirinya sampai di depan kamar yang sangat besar itu.
Sejenak bram berusaha mengumpulkan napasnya yang seakan hilang entah kemana sebelum mengetuk pintu kamar di mana dirinya berdiri saat ini.
"Tok.. Tok... Tok...
" Assalamu alaikum, ucap bara dengan nada sedikit bergetar.
"WA alaikum salam, masuk. Balas bram dari dalam kamar.
" Cklek.,.. Terdengar suara pintu terbuka.
"Hai... Kamu sudah sampai rupanya, ucap bram sambil melangkah mendekati bara lalu memeluk adik laki lakinya yang sudah cukup lama meninggalkan negara kelahirannya dan memilih bekerja di negara lain.
" Alhamdulillah abang semuanya lancar termasuk perjalanan saya dari sana.
"Syukurlah,Bagaimana pekerjaanmu di sana? Tanya bram.
" Baik, tetapi aku sudah memilih kembali ke negara ini lagi.
__ADS_1
"Bagus itu keputusan yang sangat luar biasa. Ucap bram sambil mengarungi jempol adiknya.
" Semoga ini benar keputusan yang tepat abang.
"Maksud kamu apa..? Ucap bram sambil mengenyitkan dahinya.
" Sudahlah bang aku mau istirahat dulu ... Rasanya terlalu letih. Ucap bara sambil berlalu keluar dari kamar bram .
Melihat tingkah laku adik laki lakinya bram cuma bisa menggeleng gelengkan kepalanya.
Tak lama setelah bara pergi berlalu tampak HP bram berkedip kedip lalu bergetar di atas meja bram pun dengan cepat meraih hpnya lalu menekan tombol yang berwarna hijau sehingga tak butuh waktu lama terdengar suara dari seberang sana.
"Wa alaikum salam dek, kenapa suara kamu... Tanya bram panik..
" Nggak tau mas mulai tadi subuh kepalaku terasa pusing dan sakit lalu aku ikut mual mual.. Ucap jelita dengan nada lemah..
"Baiklah aku segera ke sana...istirahatlah aku putuskan panggilanmu ya dek. Ucap bram.
Tanpa menunggu lama bram berangkat tanpa pamit kepada siapa pun termasuk bara.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama bram sudah sampai di halaman rumah yang di tempati jelita dan tante mira.
" Eh...tuan bram datang..? Ucap salah satu pembantu yang sengaja di sewa bram untuk melayani kebutuhan jelita dan tante mira di rumah ini.
"Iya bi... Tadi jelita nelpon aku katanya dia sakit.
" Iya tuan sudah berapa kali tadi bibi ke kamarnya membawa makanan tetapi tidak ada sama sekali yang di seutuhnya malahan katanya dirinya tambah mual aja mencium aroma makanan yang bibi bawah.
"Oh gitu ya bi... Baiklah kalau begitu aku temui dia dulu, oh iya bagaimana kabar tante mira bi..? Tanya bram dengan sedikit memutar tubuhnya yang hendak melangkah menuju kamar jelita.
"Oh... Baik tuan bahkan lebih baik dari yang kemaren kemaren. Ucap bibi itu sambil tersenyum.
Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi bram kembali megayungkan langkahnya dengan cepat menuju ke atas di mana kamar jelita berada,setelah sampai di atas dan membuka pintu berapa kagetnya bram karena tubuh jelita sudah terkapar di lantai dengan wajah yang sangat pucat.
"Je... apa yang terjadi sayang.. Mengapa begini..ucap bram setengah berteriak karena kaget dan panik.
Lalu kemudian bram mengangkat tubuh jelita ke dalam gendongannya lalu membawanya keluar dari kamar lalu turun melewati tangga bram berjalan sangat terburu buru tanpa memperdulikan pertanyaan salah satu artnya.
"Tuan nona jelita kenapa..? Tetapi bram tak menjawabnya dirinya terus berlalu.
__ADS_1