TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
berdamai dengan takdir


__ADS_3

BAB 109


Seiring waktu berjalan tanpa terasa sudah tiga bulan kepergian bram, kerukunan di dalam rumah utama bram pun mulai tercipta, hubungan tuan bastian dan tante mira sudah mulai akur.


Begitu juga dengan jelita dan tante mira mereka berdua perlahan lahan sudah berdamai dengan takdir, mereka berdua sudah mengikhlaskan atas apa yang terjadi dengan bram, meski keduanya rutin setiap pagi menyempatkan dirinya untuk sekedar melihat makam yang ada di taman bahkan kerap jelita dan tante mira berbicara sendiri di depan kuburan bram tetapi tak lagi banjir air mata dari keduanya.


Begitu juga dengan kehidupan bara dan jelita kini mereka berdua sudah sering duduk berdua jika bara ada waktu luang karena sekarang bara sangat sibuk di karenakan dirinya yang seorang dokter ahli dirinya juga kini ikut serta membantu mengelolah perusahaan yang di tinggalkan bram itu pun atas permintaan rey karena rey tidak mampu jika dirinya hanya seorang diri.


Seperti pagi ini di hari minggu jelita tampak bermalas malasan di dalam kamar .


"Je.... Tok... Tok... Tok...


" Iya siapa.... Tanya jelita.


"Jangan pura pura nanya je.... Ucap bara.


" Oh... Kak bara... Ucap jelita setelah membuka pintu lalu hendak ke kembali ke tempatnya.


"Eksttt....... Mau kemana lagi.... Ucap bara.


" Mau baringlah kak bara ... Jawabnya.


"Oh... no.... Sekarang mandi kita keluar.

__ADS_1


" Keluar..... Keluar mana..... Ini masih jam sembilan pagi... Nggak ah... Ucap jelita.


"Kita harus periksakan tuh baby.... Ucap bara sambil duduk di sebuah sofa yang ada di dalam kamar.


" Ini kan hari minggu kak baraaa...


"Lha.... Memangnya kenapa kalau hari minggu apa jika hari minggu kita tidak boleh memeriksakan kandungan..... ?


" Eist........ Bukan begitu kak bara , tetapi hari minggu itu adalah hari libur sejagat raya termasuk dokter....


"Oh.... gitu..tetapi tidak untuk Arya khusus untuk kamu dia rela tidak libur...


" Jom.... Mandi jangan malas...


" Kalau cuaca dingin kamu kan bisa mandi air hangat dodol....


"Ah.... Kak bara ini selalu saja mengusik ke tenangan ku.... Ucapnya kesal.


" Mandi nggak... Kalau nggak ku gendong ini... Ucap bara sambil berjalan mendekati tempat tidur yang di tempati jelita sedang baring sambil memainkan hpnya.


"Nggak.... Kak bara aku belum mau mandi masih malas...


Tiba tiba bara dengan sigap mengangkat tubuh jelita sehingga jelita berteriak dengan keras...

__ADS_1


" Lepas kak bara.... Oke... Oke... Turunkan je... Kak. Ucapnya.


"Nah gitu dong... Ucap bara sambil meletakkan tubuh jelita kembali di tempat tidurnya.


Tiba tiba kedua mata mereka saling beradu dan tanpa sadar bara hendak mengecup bibir indah milik jelita tetapi jelita dengan segera menghindar.


" Kak bara jangan.... Lakukan itu kak...


"Ah... Maaf je.... Kak bara ....


" Maaf kak bara tapi aku belum bisa.


"Je.... Sampai kapan kak bara begini...


" Entahlah kak, tetapi aku masih belum bisa dengan yang lain, aku masih belum bisa melupakan mas bram.


"Je... Kak bara tidak meminta kamu melupakan abang tetapi kamu juga jangan lupa seiring waktu kandungan kamu akan semakin besar dan tidak lama lagi kamu akan melahirkan... Apakah kamu sudah memikirkan nasib anakmu jika tidak punya bapak dan masa depan anakmu akan suram karena tidak akan pernah terdaftar di catatan sipil karena tidak adanya surat nikah.


" Tetapi kak aku tidak ingin juga menjadikan kak bara sebagai alat kebutuhanku saja, sedangkan hatiku masih terikat dengan masa lalu, hatiku masih sangat mencintai mas bram.


"Itu tidak jadi masalah je... Yang penting kita menikah dulu soal hati kita serahkan kepada takdir yang penting kita selamatkan dulu masa depan anakmu.


" apa tidak apa apa untuk kak bara...?

__ADS_1


"Tidak je... Kak bara akan selamanya menunggu hati kamu... ?


__ADS_2