TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
sikap jelita


__ADS_3

BAB 95


Tiba tiba bara berdiri lalu berkata.


"Jika kamu tidak keberatan maka aku akan siap menepati janjiku kepada abang, ucapnya sambil berdiri dari duduknya.


" Benar nak.... Ucap tuan bastian


"apa ibu juga merestui kami bu... Tanya bara


" Tentu saja nak... Anak yang ada di rahim jelita adalah amanah buat kita semua.


"Bagaimana menurut kamu dek... ...


Jelita yang di tanya hanya diam membisu.


" Je... Kamu kenapa nak.... Tanya ibu siti.


"Ah.... Tidak bu... Je tidak apa apa. Jawabnya.


" Mungkin je...... Masih butuh waktu bara, timpal tuan bastian.


"Iya..... Biarkan dia menata hatinya terlebih dahulu abang biar bagaimana pun abang bram baru saja pergi meninggalkan dirinya, ucap amel.


" Iya.... Abang juga mengerti dan sudah tentu abang tidak akan memaksa jelita mengambil keputusan secepat mungkin, ucap bara sambil melirik jelita.


"Ya sudah kita makan siang dulu setelah itu kita akan siap siap menunggu tamu yang akan ikut membantu kita melakukan pengajian ke tiga harinya abang kamu setelah itu kita semua ke rumah sakit tante mira akan buka perban .

__ADS_1


" Maaf Bu.... Mungkin aku tidak bisa ikut, ucap jelita.


"Nak... Hanya kamu yang dia punya sekarang coba bayangkan jika kamu tidak ada di sana lalu dirinya juga tau jika bram juga sudah tiada bagaimana hancurnya dia.... Ucap ibu siti.


" Tapi bu.... Aku masih belum sanggup menghadapi semua ini mentalku serasa masih sangat rapuh.... Ucap jelita dengan deraian air mata.


"Nak..... Kamu tidak boleh seperti itu maafkanlah ibu kandungmu semua yang terjadi atas diri kamu dan bram bukanlah kesalahannya malahan sebaliknya di sini dia adalah korban ,sebenarnya dia adalah ibu yang sangat baik tetapi keadaan lah yang membuat dirinya harus seperti itu, ucap tuan bastian.


"Benar kata bapak nak... Timpal ibu siti.


" Iya dek... Kamu harus hadir, kasihan tante mira jika kamu tidak hadir pasti dirinya akan menganggap jika kamu membencinya, dan juga jika kamu tidak datang maka arwah abang akan merasa kecewa dan bersedih, ucap bram yang ikut meyakinkan jelita.


Lain halnya dengan amel dirinya terus mengusap lengan jelita sambil berkata.


"Je kamu ikut ya.... Tuhan aja mengampuni setiap kesilapan hambanya apa lagi kita manusia ciptaannya, ucapnya sambil tersenyum.


" Iya baiklah, akan aku usahakan untuk hadir di sana.


"Begitu dong.... Baru jelita sahabatku, ucap amel.


" Baiklah setelah acara pengajian usai baru kita berangkat jelita biar berangkat denganku, ucap bara.


"Iya ibu dan bapak biar sama aku aja ucap amel.


Tiba tiba suara kedua pemuda yang tidak asing di telinga mereka terdengar.


" Lalu kami ikut mana...?

__ADS_1


"Kalian bawa mobil satu aja, biar rey pulang bawa mobil kak bram sekaligus membawa tante mira, sahut bara.


" Kemungkinan tante mira belum bisa di pulangkan nanti malam dirinya masih perlu perawatan untuk beberapa hari ke depan, jawab dokter Arya.


"Oh.... Bara hanya ber O ria.


" apa kalian sudah makan siang,tanya ibu siti.


"Belum bu.. Balas rey.


" Ayo makan sama sama.


"Terima kasih bu, ucap mereka serentak.


" Sama sama.


"Hai.... Jelita apa kabar adik.... Tanya rey.


" Baik kak rey....


"Semangat ya jelita ingat si dede.. Ucap Arya.


" Terima kasih dokter Arya.


"Sama sama jelita.


" Ayo di makan... Ucap ibu siti kembali.

__ADS_1


__ADS_2