
BAB 28
Makan malam sudah selesai kini tante mira mengajak lia mengantarnya keluar ke halaman belakang karena di sana ada taman di dekat kolam renang tempat bram selalu latihan olah raga bila sedang libur.
"Tapi maaf ibu nona jelita tidak membiarkan ibu terkena angin malam karena tidak baik untuk kesehatan ibu saat ini. Ucap lia seorang yang di percaya mengurus tante mira.
" Ya sudah kalau kamu tidak mau menemani ibu biar ibu sendiri yang ke sana karena sekarang aku lagi ingin menghiruk udara malam.
Tiba tiba jelita datang berdiri di depan pintu sambil tersenyum.
"Lia istirahat saja biar tante aku yang temani .
" Tapi nona?
"Nggak apa apa lagian aku juga sudah lama nggak pernah duduk bersantai berdua sama tante, iya kan tante?
" Iya lia biarkan kami berdua saja kamu istirahat saja kasihan kamu yang selalu sibuk gara gara tante.
"Itu tugas aku ibu mira lagian aku senang bisa merawat ibu.
" Makasih sayang , sungguh luar biasa rencana allah kepada hambanya yang dulu hari hariku banyak aku lalui dengan seorang diri tapi sekarang aku di kelilingi oleh anak anak baik. Ucap tante mira sambil menyeka air matanya.
"Sudah tante, jangan menangis terus kasihan tante.
" Iya nak, mari kita keluar mencari angin segar yang akan menghapus sedikit gundah di hati tante.
"Ayo mari ,lia kami permisi keluar dulu.
" Silahkan nona jelita.
Setelah pamit dari lia tante mira dan jelita berjalan menuju taman kecil yang ada di tepi kolam renang lalu duduk di sebuah bangku ecara berdampingan.
"Segar ya je angin malam.
" Iya tante, ucap jelita singkat
"Dulu aku tante pernah menjadi nyonya seperti ini memiliki segalanya bahkan tak ada sedikit pun kekurangan namun itu hanya sesaat .
" Maksud tante? apa tante pernah menjadi pengusaha lalu sukses dan bangkrut?
__ADS_1
"Nggak je...
" Lalu.....
"Sebenarnya tante dulu pernah menikah dengan seseorang yang sangat kaya raya.
Tiba tiba cerita tante mira terputus karena kehadiran bram secara tiba tiba.
" Aaah.... Mas ini mengingatkan kita berdua.
"Masa sih...?
" Iyalah mas datangnya seperti hantu.
"Enak saja kalau ngomong, masa lelaki tampan begini di bilang hantu, iya kan tante?
" Iya nak, memang jelita kalau ngomong selalu nggak pakai saringan.
"Lho kok aku sih yang di salahin. Ucap jelita sambil memanyumkan bibirnya.
" Bram yang melihat bibir jelita seperti itu langsung mengecupnya tanpa mengeluarkan suara sehingga membuat mata jelita melotot ke arah bram sedangkan bram hanya menanggapinya dengan tersenyum lalu menaik turunkan alisnya membuat jelita semakin geram.
"Nak bram ke sini juga?
"Memangnya sudah nggak ada pekerjaannya?
" Sudah tante, semuanya sudah aku serahkan kepada rey.
"Sini nak duduk di dekat tante.
Bram pun mengikuti kemauan tante mira dengan mengambil posisi duduk di samping tante mira .
Setelah Bram duduk tante mira tampak menarik napas dengan berat lalu melepasnya kembali sambil berkata.
" Andai putraku ada bersamaku mungkin akulah wanita yang paling bahagia di dunia ini .
"Emang tante punya putra? Tanya jelita yang tampak kaget.
Sedangkan Bram hanya mengerutkan dahinya sambil menatap jelita dengan penuh pertanyaan.
__ADS_1
" Iya je, maaf tante tak pernah membicarakan ini sama kamu dan mungkin ibu dan bapak kamu tak pernah memberi tahu kamu tentang masa lalu tante.
"Sama sekali tidak tante. Ucap jelita
" Lalu putra tante mira sekarang di mana? Tanya Bram.
"Aaaauuuuhh sambil menari napas panjang tante mira kembali bercerita tentang masa lalunya.
" Ceritanya panjang nak.
"Biarkan tante, sepanjang apa pun aku akan setia mendengarnya ucap jelita penuh semangat karena sangat penasaran dan sebenarnya jelita sudah lama curiga dengan tante mira dan mungkin cerita ini akan membayar rasa penasaran dan curiganya selama ini.
" Iya tante silahkan di ceritakan mungkin dengan tante bercerita kami akan bisa membantu tante.
"Sebenarnya tante dulu adalah kembang desa di kampung kami ,itu kata orang, tapi sayangnya tante terlahir dari keluarga miskin.
Aku hanya numpang tinggal di rumah kakakku yaitu mama jelita sebenarnya aku bukan aali desa di situ tapi kakak iparku yaitu bapak jelita lahir di sana karena kedua orang tua kami sudah tidak ada ya sudah kami di boyong ke desa tempat tinggal bapak jelita.
Di kampung situlah tante bertemu dengan pemuda yang sangat tampan hanya dengan pandangan pertama kami berdua saling jatuh cinta ,aku saat itu yang baru duduk di bangku SMP kelas tiga tidak kepikiran tentang perbedaan harkat dan kasta yang aku tau aku sangat tersiksa jika dia kembali ke kota.
"Lalu tante menjalin hubungan dengan pemuda yang sangat jauh beda dengan usia tante. Tanya jelita sambil menatap Bram.
" Iya, bukan hanya itu kami bahkan menikah dan punya putra karena mungkin sering pergi meninggalkan aku jadinya aku selalu merasa rindu berat lalu suatu ketika dia pulang ke kampung lalu mengajak aku ke rumah orang tuanya yang kebetulan dalam keadaan kosong lalu mengajak saya ke kamar pribadinya lalu kami melakukan yang tak seharusnya kami lakukan.
"Tante berhubungan badan dengan usia lima belas tahun.
" Saat itu belum genap lima belas.
"apa tante nggak apa apa mengingat lelakinya sudah sangat dewasa.
" Bram kembali tersenyum menatap jelita yang tampak sangat antusias menanggapi cerita tante mira.
"Yang namanya sedang di mabuk cinta dan rindu ya seperti itu malah.
" Saat itu kami bukan hanya melakukan sekali tapi berulang kali hingga aku kembali ke rumah hari sudah sangat gelap sehingga aku terpaksa berbohong kepada kedua orang tua kamu kalau aku datang kerja kelompok akan tetapi kebohongan tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah karena tiga bulan kemudian perut tante semakin membuncit mama kamu semakin curiga lalu memaksaku berbicara jujur.
"Tante hamil? Tanya jelita lagi membuat Bram tersenyum lalu mentoel hidung jelita
" Ya tante hamil, lalu aku memberi tahu ke mama kamu dan di situlah permulaan cerita kehancuran tante.
__ADS_1
"Maksudnya lelaki itu nggak mau bertanggung jawab? Tanya jelita dengan nada suara yang penuh emosi.
" Dek...., biarkan tante melanjutkan ceritanya dulu.