TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
pertemuan bara dan ibu siti


__ADS_3

BAB 69


Keesokan harinya bara yang sedang sarapan di datangi oleh bram.


"Selamat pagi dokter tampan. Sapa bram sambil menarik kursi bersiap untuk duduk sarapan bersama sang adik.


" Selamat pagi abang yang luar biasa gantengnya.


"Terima kasih adikku, apa kau sibuk hari ini....?


" Belum sih abang... Ada apa?


"Nggak sih aku cuma mau ngajak kamu ketemu sama calon istri abang.


" Waow.... Benarkah abang...?


"Iya... Sih itupun kalau kau tidak ada kesibukan hari ini.


" Nggak kok abang so aku belum mendapatkan jadwal untuk masuk ke rumah sakit mungkin besok atau lusa.


"Baguslah kita berangkat sehabis sarapan.


" Abang nggak kerja..?


"Aku ngambil cuti seminggu.


" Enak ya kalau bos seenaknya cuti.


"Nggak juga sih cuma karena calon kakak ipar kamu sekarang ini sedang membutuhkan aku jadi aku harus ada di sampingnya.


" Harus itu abang kita harus belajar menjadi calon suami siaga.


"Betul itu adekku sayang. Ucap bram sambil mengacak rambut bara.


" Hadeh... Abang kenapa sih paling suka mengacak rambutku ini sejak kecil sampai sekarang tidak bisa di rubah.


"Ya sudah tinggal rapikan aja kok repot.


" Benar benar ya abang tidak ada ahlak sudah salah berlagak nggak punya dosa lagi.

__ADS_1


"Ayo cepat kalau mau ikut..


" Iya, tunggu sebentar aku ke kamar dulu.


"Okey, aku tunggu di mobil.


" Siiip... Teriak bara


Tak lama kemudian bara sudah datang dan langsung membuka pintu mobil lalu masuk duduk di dekat bram.


"Ayo berangkat abang tunggu siapa lagi.


" Nunggu pocong lewat...


"Haaa... Pocong...?


" Ya iyalah... Bagaimana aku mau nyetir kalau pintu mobil tidak kau tutup.


"Oooh... Maaf bang aku tadi buru buru jadi lupa.


Setelah pintu mobil sudah tertutup rapat bram mulai melajukan mobilnya namun baru berapa meter suara berisik dari HP bara menganggu mereka yang sedang fokus dengan pikiran masing masing .


"Iya nih.. Amel yang nelpon.


" Tumben anak itu nelpon... Ucap bram tanpa menoleh.


"Iya, aku angkat dulu siapa tau penting.


" Iya.. Angkat saja.


Setelah di berikan ijin kepada bram, bara pun segera mengangkat telponnya twtapi baru dia hendak berbicara amel sudah nyorocos sambil menangis.


"Halo iya ada ap.... Pertanyaan bara menggantung di udara.


" Iya Halo mas bara kesini cepat panggil abang bram bapak masuk ke rumah sakit dia kecelakaan dan sekarang kami sudah di rumah sakit.


"Haa... Kok bisa bapak kecelakaan di mana...?


" Tidak jauh dari apartemenku mas

__ADS_1


"Kok bisa bapak di kota lalu ibu?


" Ibu juga di sini mereka datang kemaren.


"Iya sudah, aku sekarang sedang di jalan bersama abang bram tunggu saja si sana dan tenangkan ibu kami akan segera sampai.


" Baiklah mas... Salamu alaikum.


"Wa alaikum salam.


" Abang kita ke rumah sakit.


"Iya aku sudah dengar semua 'tapi kenapa bapak ke sini bersama ibu nggak memberi tahu kamu...?


" Nggak sama sekali abang..


"Tumben.. Ibu nggak ngimfokan ke anak anaknya. Ucap bram


" Entahlah abang.


Tak lama kemudian bram dan bara sudah sampai di depan rumah sakit bram dan bara segera berlari masuk mencari keberadaan amel dan ibunya.


"Tak lama kemudian terdengar suara amel meneriaki mereka.


" Mas... Abang aku di sini... Ucap amel sambil melambai.


"Mel.. Bagaimana keadaan bapak..?


" Bram... Suara ibu siti sedikit bergetar menyebut nama bram..


Bram pun mendekat ke ibu siti lalu memeluk ibu yang selama ini membesarkan dirinya.


"Maafkan ibu dan bapak bram, bukan maksud ibu berbohong sama kamu.


" Sudahlah bu, jangan di bahas sekarang.


"Tetapi ibu takut kamu marah sama bapak dan ibu.


" Tidak bu.. Bram tidak marah cuma sedikit kecewa karena kalian menyembunyikan siapa sebenarnya ibu kandung aku.

__ADS_1


"Sebenarnya kami ke sini karena ingin mencari ibu kandung kamu nak..


__ADS_2