TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
bara yang marah


__ADS_3

BAB 79


Sementara di lain tempat ibu mira sedang bersiap siap untuk pergi ke rumah sakit di temani oleh asisten rumah tangga yang sengaja di bayar oleh bram untuk melayani ibu mira dan jelita.


Tiba tiba jelita datang dan menghampirinya sambil memeluk bantal nya.


"Tante mau ke mana...tanya jelita sambil mendudukkan pantatnya di sisi tempat tidur tante mira.


" Tante mau ke rumah sakit je...


"Tante ada janji sama dokter mata lagi ya...


" Iya sayang, tadi malam rey menelpon tante, katanya dia sudah mengatur semuanya dan hari ini aku tinggal menemui dokternya saja.


"Ya... Pada hal aku kepengen tidur sama tante mira pagi ini...


" Lain waktu saja ya sayang... Nggak apa apa kan..ucap tante mira sambil mengusap rambut jelita dengan penuh kasih sayang.


"Baiklah... Silahkan tante pergi nanti telat.


" Bener nih tante bisa pergi kalau nggak tante bisa kok peluk je... dulu sebelum pergi.


"Beneran tante... Silahkan pergi tapi kalau pulang aku minta tolong suruh bibi mampir belikan je... Pecel lele ya... tante.


" Pecel lele... Bukannya kamu nggak suka makan lele...


"Nggak tau, tapi je kepengen rasanya makan itu.


" Iyalah... Nanti biar aku suruh bibi beli.


"Kalau begitu tante pamit ya..


" Oke tante hati hati di jalan.

__ADS_1


"Bibi tolong ya.... Ucap jelita kepada asisten rumah tangganya yang tiba tiba muncul di depan pintu.


" Tolong apa nona.. Tanya asisten rumah tangga itu dengan tampan yang sangat bingung.


"Itu bibi je... Lagi kepengen makan pecel lele'ucap ibu mira menyela pembicaraan jelita dengan asisten rumah tangganya.


"Oh.... Pembantu itu hanya ber O ria sambil tersentum.


" Bagaimana bi.. Tanya jelita.


"Sip... Non nanti bibi mampir di warung langganan nya bibi Non pasti ketagihan.


Tiba tiba terdengar jelas di telinga ke duanya air liur jelita seakan ngiler betul sehingga jelita menelannya pun terdengar.


" Ngglek...


"Je... Biasa aja kali nak, nelan liur kok gitu amat. Ucap tante mira sambil mengerutkan keningnya.


" Memang biasanya begitu bu... Kalau orang ngidam, ucap sang asisten rumah tangganya.


" Iya bu... Pernah tapi... Aku keguguran saat itu.


"Oh ya, maafkan aku aku kira kamu belum menikah.


" Memang bu... Aku saat itu belum menikah, aku hamil anak pacarku tetapi dianya tidak mau bertanggung jawab atas apa yang terjadi sama aku.


"Apaaa..... Dasar laki laki kurang ajar mau enaknya saja di mana dia saat ini... Tanya jelita dengan nada suara yang sangat tinggi karena terpicu oleh emosi.


Sedangkan kedua wanita paruh baya di depannya hanya diam saja mematung karena tidak menyangka jika je.. Akan tersulut emosi.


Lalu tante mira mengusap punggung jelita untuk menenangkan.


"Je... Sabar jangan mudah emosi seperti itu, ingat kamu lagi mengandung.

__ADS_1


" Maaf tante, tapi aku kasihan sama bibi ada ya laki laki bejat seperti itu.


"Ada je... Bahkan ada banyak laki laki di dunia ini seperti itu, makanya kita perempuan harus pintar pintar mengenal laki laki apalagi jaman sekarang.


" Bener Non, Non itu termasuk wanita sangat beruntung. Ucap si bibi.


"Beruntung gimana bibi, sedangkan aku juga sedang hamil di luar nikah sudah gitu aku di suruh nunggu sampai ibu kandung mas bram ketemu .


" Berarti tuan bram adalah laki laki yang bertanggung jawab je...ucap tante mira ikut bicara.


"Iya tante, mas bram itu bertanggung jawab jika ketemu ibu kandungnya jika tidak maka.... Ucapan jelita menggantung di udara karena tiba tiba bram sudah berdiri di depan pintu kamar tante mira.


" Jika tidak maka apa dek..... Tanya vram dengan wajah sudah memerah.


"Tante mira dan asisten rumah tangganya segera menoleh setelah mendengar suara bariton dari bram.


" Nak bram, kapan datang... Tanya tante mira berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Baru aja tante, gimana kabar tante.


" Baik nak...


"Oya, kayaknya tante yang sedang di tunggu taksi di luar, mau ke rumah sakit kan...?


" Iya nak...


"Silahkan berangkat nanti telat nggak usah khawatir rey sudah mengurus segalanya maaf karena rey tidak dapat mengantar soalnya hari ini kami berdua ada meeting penting.


" Nggak apa apa nak, Terima kasih banyak sudah memperlakukan tante layaknya orang tua sendiri.


"Tante jangan berterima kasih begitu itu sudah kewajibanku.


" Baiklah nak kalau begitu aku pamit dulu.

__ADS_1


"Silahkan tante, hati hati... Bibi titip tante ya... Ucap bram kepada asisten rumah tangga yang sedang menemani tante mira.


" Iya tuan, kalau begitu kami pamit.


__ADS_2