TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
perasaan tante mira


__ADS_3

BAB 108


Setelah keadaan tante mira dan jelita kembali membaik mereka pun pamit pulang dengan dokter adri dokter paruh baya yang berstatus duda di tinggal mati oleh istrinya, yang merupakan dokter mata yang menangani dan merawat tante mira selama ini.


" Baiklah dokter kami pamit pulang dulu dan Terima kasih atas semua yang dokter lakukan kepada kerabat kami, ucap tuan bastian.


"Sama sama tuan bastian dan semuanya, dan untuk ibu mira yang tabah dan banyak banyak berdoa, saya turut berduka..... Ucapnya sambil menyalami tangan tante mira.


" Terma kasih dokter adri...ucapnya singkat.


"Jangan lupa ... Ibu mira jadwal kontrolnya... Ucap dokter adri lagi.


" Iya..... Balas tante mira.


Setelah itu mereka pun berlalu meninggalkan rumah sakit itu.


"Mira kamu harus tabah ikhlas kan bram agar dia tenang di alam barunya.


" Bagaimana aku akan semudah itu untuk mengikhlaskan dirinya siti ,sementara diriku ini masih menanggung belenggu yang sangat dalam, rinduku selama ini belum jua terobati dan lebih parahnya lagi bahkan aku belum pernah memeluk dan meminta maaf kepada putraku yang malang.


"Maafkan aku mira, semuanya terjadi atas kesalahanku, keegoisan ku membuat kalian berdua berpisah.... Ucap tuan bastian dengan penuh penyesalan .


" Penyesalanmu dan kata maafmu sudah tidak ada gunanya lagi bastian, semuanya kau hancurkan seandainya aku bisa mengulang kembali aku sungguh tidak akan pernah mau mengenalmu....


"Mira.. apa yang harus aku lakukan agar kau bisa memaafkan aku...

__ADS_1


" Menjauhlah dari kehidupanku bastian .....


"Tetapi itu tidak mungkin mira...


" Kalau begitu kau lebih baik diam agar tanganku ini tidak merasa gatal untuk menabok wajahmu yang menjengkelkan itu.


"Mira.... Ucap Ibu siti


" Baiklah siti bela terus laki laki sialan itu.


"Maaf mira bukan maksud aku membela siapa siapa tetapi sebaiknya kalian berhenti untuk berdebat, karena meski kalian seperti ini terus menerus bram sudah tidak akan kembali ke dunia kita ini.


" Makanya turunkan saja laki laki pengecut ini... Ngapain dia ikut kita merusak suasana hatiku saja.


"Mira.... Dia adalah bapak dari anak anak kita... Ucap Ibu siti.


"Dari tadi kek.... .. Ucap tante mira pedas.


Ibu siti dan Arya hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya.


" Beneran bapak mau pindah... Tanya ibu siti.


"Iya bu....arya titip mereka ya nak....


"Baik tuan bastian...... Jawab Arya.

__ADS_1


Tidak lama setelah tuan bastian pindah di mobil bara mereka pun sampai di rumah.


Tante mira yang sudah mengetahui di mana makam anaknya segera berlari ke belakang di halaman belakang lalu belok ke arah taman hingga dirinya terjatuh di gundukan tanah liat yang masih basah lalu menangis sejadi jadinya.


"Bram... Bangun nak ini ibu sayang hiks... hiks.... hiks..... Maafkan ibu nak selama hidupmu ibu tidak pernah memelukmu.... Bram bangun nak.... Kamu jangan pergi meninggalkan ibu... Ibu sangat menyayangimu..... Kalian berdua penyemangat ibu, tujuan ibu bertahan hidup dari segala kisah pahit ini......


" Bu.... Biarkan mas Bram tenang bu..... Ucap jelita sambil berjongkok di belakang tante mira.


"Iya..... Mira ikhlas kan kepergian Bram.... Ucap ibu siti.


"Mengapa dia begitu cepat pergi bahkan dirinya belum pernah mendengar alasan aku meninggalkan dirinya..... Dia belum pernah mendengar pahitnya duniaku dan dirinya di saat dia di dalam kandungan ku, dia belum mendengar kisah pilu saat aku melahirkan dia...... Mengapa... Siti mengapa Tuhan tidak memberiku kesempatan untuk bersua dengan darah daging ku sendiri, begitu besarkah dosa yang aku perbuat di atas ke tidak berdayaanku .... Ucapnya sambil terseduh sedih .


"Sudahlah bu.... Mari kita masuk, biarkan mas Bram istirahat dengan tenang.


" Iya, mira ayo kita masuk ke rumah, ucap ibu siti.


"Kalian pergilah dulu... Aku masih mau di sini bersamanya.... Tapi bu sebentar lagi akan gelap.


" Biarlah je... Ibu mau di sini menemani mas mu sayang...


"Baiklah bu... Jika sudah ibu masuk saja di kamar yang sudah di siapkan bibi surti.


" Ayo bu... Ucap jelita sambil menarik tangan ibu siti.


Tetapi sebelum pergi jelita kembali memeluk tante mira lalu mencium baru nisan Bram sambil berkata.

__ADS_1


"Mas bantu aku menjadi kuat agar aku bisa menjaga anak kita... Ucapnya sambil mengusap air matanya, setelah itu jelita pun berlalu bersama ibu siti.


__ADS_2