TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
Di rumah sakit


__ADS_3

BAB 13


Mobil avanza yang berwarna maroon terpelanting lalu terbalik dan terguling hingga menabrak sebuah pohon yang ada di pinggir jalan.


Mobil avanza itu adalah mobil yang di tumpangi oleh jelita dan tante mira sedangkan mobil mewah yang berwarna hitam adalah mobil yang di kendarai seorang pengusaha muda yang tiada lain adalah Bram


Kini Bram sudah berada di pinggir jalan setelah polisi datang dengan segera mengevakuasi Bram


Meski polisi sedikit agak kesulitan namun berhasil dengan selamat karna pintu mobil harus di cungkil karna mengalami kerusakan parah di bagian pintu kiri kanan dan kepala akibat benturan benturan yang sangat dahsyat bahkan Bram meski hanya luka benturan di kepala namun Bram juga sempat tak sadarkan diri.


Sedangkan mobil jelita sudah tak berbentuk lagi sang supir yang duduk di depan mengalami luka yang sangat parah di bagian kaki kanannya karna terjepit sedangkan kepala , wajah dan bagian lengannya terdapat banyak luka sobetan yang di perkirakan itu akibat serpihan kaca dan itu juga membuat orang orang yang menolongnya merasa kesulitan dalam mengevakuasi karna kondisi kaki dalam ke adaan terjepit dan tak sadarkan diri.


Begitu pula dengan jelita dan tante mira yang di keluarkan dari dalam mobil sudah tak sadarkan diri lalu mereka berempat segera di bawa ke rumah sakit dengan ambulance yang sudah dari tadi menunggu di lokasi kejadian.


Meski Bram kini sudah sadarkan diri namun tanpa terkecuali dia juga di ikut sertakan menaiki ambulance untuk melakukan pengobatan di rumah sakit karna luka di keningnya yang juga lumayan mengeluarkan darah.


Di dalam diam Bram sesekali melirik tiga korban yang di tabrak nya namun hatinya tiba tiba berdesir hebat ketika matanya tertuju pada dua sosok wanita cantik yang berbeda generasi di bawah cahaya lampu jalan yang remang remang menembus kaca jendela mobil ambulance Bram bisa melihat wajah mereka meski dara berceceran di wajah kedua wanita yang sedang terbaring tak sadarkan diri.


"Deg.. Deg... Deg.... Sial mengapa jantungku seperti ini apakah karna faktor kecelakaan ini atau aku mengalami luka dalam yang serius kalau begitu ini bahaya aku harus menghubungi dokter ahli sebaiknya aku menelpon rey untuk mencari dokter specialis jantung.


Tak butuh waktu lama ambulance yang di kendarai mereka sudah tiba di depan rumah sakit para petugas dengan segera berlarian membawa kursi roda dan alat yang di butuhkan kemudian para korban di bawah masuk ke ruangan ICU lalu dengan segera di tangani dengan dokter dokter ahli yang sudah siap dari tadi karna mendapatkan info dari pihak petugas bahwa terjadi kecelakaan dan korban akan di larikan ke rumah sakit xxx.


Lain halnya dengan Bram karna tak terlalu parah dia dengan segera di sambut oleh dokter pribadinya dan memeriksa Bram dengan seksama serta membersihkan luka dan memberi obat.

__ADS_1


"Semuanya baik baik saja tuan Bram tak ada yang perlu di cemaskan, ucap dokter pribadinya.


" Benarkah ? Lalu mengapa jantungku berdetak seperti itu.


"Maksud tuan Bram.


" Iya detak jantungku terkadang berpacu dengan cepat tapi itu tidak berangsur lama lalu kembali normal lalu kembali seperti itu lagi dan itu terus terulang ulang hingga aku di bawa ke sini oleh para perawat.


"Oke tuan Bram aku akan membuat rujukan ke dokter specialis jantung karna itu bukan ke ahlian ku. Ucap dokter .


" Baik dokter.


"Kalau begitu silahkan minum obatnya lalu istirahat, aku tinggal dulu .


Setelah dokter pribadinya berlalu keluar ruangan dia dengan segera mengambil hpnya lalu menghubungi rey sang asisten pribadi.


"Tut... Tut.... Tut....


" Iya tuan ad....... Kata kata rey menggantung di udara setelah tuannya dengan cepat memotong pertanyaanya dan mengatakan dirinya sedang di rumah sakit .


"Segera datang di rumah sakit xxx aku sedang berada di sini... Tut..Tut..Tut..


" Ya Allah tengah malam begini nelpon dengan tidak sopan dasar boss tak punya hati, tapi.... Tunggu dulu sedang apa si boss di sana perasaan habis meeting tadi dia baik baik saja? Ya sudahlah berangkat aja dari pada dapat omelan tujuh turunan tujuh tikungan .

__ADS_1


"Lets go...bye...bye...guling maaf kalau rey malam ini kembali mengecewakan kamu umma...cup..cup..cup...kelakar rey sambil mencium bantal guling yang selalu setia menunggunya.


Rey pun segera menarik hoodie yang berada di sisi ranjangnya lalu beralih ke arah meja meraih sebuah kunci mobil sambil melangkah keluar kamar dan terus berlalu hingga dirinya sudah berada di atas mobil dan dengan secepat kilat dirinya sudah berlalu pergi membawa mobil mewah yang berwarna hitam membelah jalan di tengah kesunyian malam.


Kini rey sudah berada di depan rumah sakit segera rey memarkir kan mobilnya lalu turun dan dengan langkah yang cepat menyusuri lorong lorong rumah sakit mencari di mana Bram berada tak butuh waktu lama rey sudah membuka satu ruangan di mana Bram sudah berada di dalam kamar rawat sambil bersandar di sandaran tempat tidur ranjang rumah sakit.


"Tuan ada apa denganmu mengapa kening tuan di perban apa yang terjadi siapa yang menyerang tuan. Ucap rey yang sangat kaget dengan keadaan Bram


" Chiii..... Tak ada siapa yang menyerang ku


"Lalu?


" Aku kecelakaan tadi, aku menabrak mobil avanza.


"Lalu?


" Lalu lalu ,cepat urus semua korban pastikan mereka semua mendapatkan pelayanan yang baik dan satu lagi tanggung semua biaya selama di rumah sakit dan ganti semua kerugian yang mereka alami dan juga mobilnya ganti dengan yang baru serta kau urus semua di kantor polisi usahakan jangan sampai besok terbit di media hapus semua jejak aku tak mau kejadian ini menjadi berita terhangat besok pagi yang akan membuat keluargaku cemas jangan sampai mereka mendengar berita ini, perintah Bram yang tanpa ada titik komanya.


"Satu lagi antar aku pulang setelah kamu selesai mengurus semuanya.


" Baik tuan kalau begitu aku pergi dulu.


"Emm.

__ADS_1


__ADS_2