TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
mendengarkan cerita bram


__ADS_3

BAB 60


Jelita yang mendengar cerita bram langsung terbangun lalu mengambil posisi duduk di depan bram dengan sesekali menekan *********** dengan kedua telapak tangannya sambil mengenyitkan dahinya dengan sesekali terdengar merintih karena nyeri di bagian ***********.


Semua pergerakan jelita tidak luput dari penglihatan bram.


"Masih sakit kah sayang..?


" Nggak kok mas cuma sedikit nyeri saja.


"Kita ke dokter ya..?


" Nggak nggak mas . . . . Ngapain coba ke dokter?


"Ya periksa yang sakit dong sayang.


" Kita mau ngomong apa coba kalau sampai di sana?


"Ya... Kita kasih tau aja keluhan kita.


" Jangan gurau deh mas...


"Lho kok gurau sih... Sayang

__ADS_1


" Ada ada aja deh...masa habis berhubungan badan kayak gini di bawah ke dokter.


"Kan kamu sakit sayang.


" Udah deh nggak usah di bahas lagi nanti juga sembuh sendiri mendingan mas cerita ke saya tentang kisah hidup mas.


"Sini baring dulu di sini biar candu nya mas nggak sakit lagi, ucap bram sambil mengedipkan matanya.


" Beneran ini boleh tiduran di pangkuan mas? Iya deh... Aku memang lagi capek banget badanku kayak remuk semua.


"Maaf ya sayang gara gara mas kamu jadi capek gini.


" Iya deh nggak apa apa mas jangan minta maaf terus.


"Tapi mas bener sayang kamu kayak gini karena mas.


"Emang enak sayang..?


" Ih... Mas kok malah nanya emangnya mas nggak merasa enaknya? Ucap jelita dengan malu malu.


"Oh jelas mas ngerasain dong malahan luar biasa enaknya, apalagi mas yang pertama bobol tuh candu terasa mengigit anuku aja.


" Tapi sakit mas nyerinya sampai sekarang.

__ADS_1


"Nanti habis makan malam kita ulangi lagi ya biar kamunya jadi terbiasa


" Tapi .. Mas aku takut...


"Tenang aja itu sudah nggak sakit lagi kayak pertama.


" Bener ya mas...


"Bener sayang..


"Oh...iya Bener sayang kamu mau mendengar cerita mas. Ucap bram sambil mengusap kepala jelita yang sekarang sudah baring dengan posisi kepala jelita di atas paha bram .


" Iya dong sayang,ucap jelita penasaran.


"Jadi gini kemaren pas mas mau di jodohin sama bapak , mas sampai di sana sudah banyak ibu ibu yang membantu ibunya mas atau yang lebih tepatnya ibu tiri mas untuk persiapan pernikahan sedangkan aku dan keluarga besar dan keluarga besar si perempuan calonnya mas duduk di ruang tamu sedang membahas soal pernikahan yang niatnya mas ingin membatalkan pernikahan tersebut tiba tiba mas mendapat telpon dari bibi surti karena berulang ulang aku jadi kepikiran kamu, dan di pikiranku itu sudah yakin kalau kau pasti mau meninggalkan rumahnya mas karena tidak biasanya bi surti menelpon berulang ulang begitu akhirnya aku tinggalkan tempat tadi kami ngumpul lalu berjalan melewati ibu ibu tadi tiba tiba salah satu dari ibu ibu itu memuji mas lalu salah satu ibu ibu tua itu ikut menimpali katanya aku bukanlah anak dari ibuku sentak saja langkah kaki mas terasa lemas dan hati mas serasa tertusuk beribu jarum.


Sejenak bram berhenti lalu menarik napas dalam dalam sambil mengusap air matanya lalu melanjutkan ceritanya kembali.


Sedangkan jelita hanya diam hatinya juga terasa sakit mendengar cerita bram kekasihnya.


Tiba tiba bapak datang membentak perempuan tersebut sehingga terjadilah aduh mulut antara bapak dan perempuan itu karena perempuan itu ngotot dan menuntut ibu tiri mas agar mengatakan yang sebenarnya kepada mas tetapi bapak tetap ngeyel dengan pendiriannya sedangkan ibu tiri mas kelihatannya sangat takut kepada bapak sehingga dia memilih diam saat itu.


"Jujur saat itu aku sangat hancur sehingga aku tiba tiba berteriak untuk menyudahi pertengkaran mereka lalu mas berharap bapak akan bercerita tentang ibu kandung aku tetapi entah kesalahan apa yang di perbuat ibu kandung mas dahulu sehingga bapak sangat membencinya bahkan aku berteriak sambil menangis menanyakan siapa ibuku dan di mana satu ini berada tetapi tak satu pun yang mau menjawab pertanyaan mas, dengan hati yang hancur mas pergi meninggalkan rumah orang tua mas.

__ADS_1


"Dengan hati yang hancur berkeping-keping mas mengangkat telpon dari bi surti karena dia tiada henti hentinya menelpon mas .


"Dan benar tebakan mas jika kau juga sudah meninggalkan rumah dengan membawa serta tante mira, sehingga mas hanya diam terpaku otak mas tiba tiba penuh tak sedikit pun ruang kosong untuk berpikir di sana .


__ADS_2