
BAB 111
Setelah keduanya menyampaikan niat mereka untuk menikah kepada kedua orang tua belah pihak, mereka segera mengurus segala sesuatunya karena baik tuan bastian dan istrinya atau pun tante mira tidak ingin menunggu lama mengingat usia kandungan jelita sudah memasuki bulan ke sembilan.
Setelah selama seminggu melakukan persiapan akhirnya semuanya pun telah rampung dan hari ini adalah hari di mana akad nikah bara dan jelita akan di laksanakan sesuai dengan permintaan jelita yang ingin melakukan ijab khobul di depan makam bram yang terletak di tengah sebuah taman kecil tepat di belakang rumah utama bram yang sekarang di tempati oleh jelita dan keluarga tuan bastian, tetapi rencananya hanya sampai setelah jelita melahirkan setelah itu tuan bastian akan kembali ke desa dengan memboyong ibu siti dan tante mira.
Sekitar jam dua belas siang bara pun sudah usai melakukan kewajibannya sebagai lelaki dan kini dia sudah sah menjadi suami jelita begitu pula dengan jelita kini dirinya sudah sah menyandang gelar nyonya bara bastian putra.
Tetapi di tengah keramaian keluarga dan sahabat hendak berdiri untuk mencicipi makanan dan minuman yang sudah di siapkan tiba tiba tuan bastian berdiri dan meminta sedikit waktu dan perhatian semua orang sehingga semua orang yang hadir di acara pernikahan bara bertanya tanya termasuk tante mira, tetapi tidak untuk ibu siti karena semuanya sudah di rencanakan oleh keduanya.
"Assalamu alaikum wr:wb saya tuan bastian putra sangat berterima kasih atas waktu yang di luangkan untuk menghadiri pesta pernikahan putra saya yaitu bara bastian putra dengan jelita almira putri , alhamdulillah hari ini mereka sudah sah menjadi suami istri ,doa bapak dan kita semua semoga menjadi sakinah mawaddah warahmah.
__ADS_1
Dan pada kesempatan hari ini aku juga ingin menyampaikan sesuatu hal yang mungkin tidak terduga bagi kalian semua yang hadir di sini, tetapi bagi istriku nyonya siti bastian putra insya allah merestui niat baik saya, ucap tuan bastian sambil melangkah dan mendekati ibu mira yang sedang berdiri bersama dokter adri.
Semua yang hadir di sana semakin terhenyak dan saling pandang ketika tiba tiba saja tuan bastian berlutut di depan ibu mira dan berkata.
"Mira maukah kau memberiku kesempatan ke dua... Izinkan aku menebus segala dosa dosaku di masa lalu dan izinkan aku mengembalikan senyum senyum kamu yang telah hilang karena kekejaman dan kebodohanku, ucap tuan bastian sambil berlutut.
Bara dan jelita hanya terdiam dan saling menatap tanpa satu kata pun keluar dari mulut mereka karena kelakuan tuan bastian saat ini.
Sedangkan ibu mira tanpa berucap dirinya berlalu meninggalkan tuan bastian yang sedang berberlutut dan dokter adri yang sedang berdiri di depannya sehingga dari jauh tampak tuan bastian berlutut di depan dokter adri.
Setelah sampai di tempat tuan bastian yang masih setia berlutut ibu mira segera menarik tangan tuan bastian untuk berdiri.
__ADS_1
"Berdirilah tuan bastian, tataplah mata wanita cantik yang sudah bersedia bergandeng tangan denganmu selama berpuluh puluh tahun dengan setia menemani kamu meski dirinya tau jika selama ini masih ada nama wanita lain di hatimu.
" Maaf.....bukan aku menolak kamu karena benci atau dendam tuan bastian, tetapi asal kamu tau bahwa sesuatu yang sudah menjadi milik orang lain pantang untuk aku miliki.
"Mira.... Ini bukan semata mata keinginan tuan bastian tetapi juga merupakan permintaanku, tolong terimalah dia, bukankah kita masih sama seperti dulu sahabat yang tidak akan pernah terpisahkan dan akan selalu memenuhi permintaan kita masing masing dan kamu ingat dulu kau pernah memintaku dan sekarang waktunya aku yang meminta.
" Chie..... Kalian memang cocok menjadi pasangan sama sama dodol.... Kamu kira dalam sebuah poligami akan ada kesejahteraan, itu mustahil karena di dalam poligami tidak akan pernah hadir sebuah keadilan... apa kamu mengerti..
"Tapi kamu lihat aku mira, aku bisa bertahan sampai saat ini.
" Ya... Memang kamu bisa bertahan tetapi kamu lihat apa kamu bahagia saat ini... Itupun belum ada poligami bagaimana jika ada..... Tanya tante mira kepada ibu siti.
__ADS_1
"Insya allah mira aku akan adil ,seadil adilnya... Ucap tuan bastian.
" Maaf , tetapi janji seorang lelaki di saat genting itu hanyalah janji partai.....