TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
pakaian jelita


__ADS_3

BAB 19


Kini Bram sudah berada di luar kamar tepat di depan Rey berdiri .


"Tuan sudah selesai? Tanya Rey


" Iya.. Ayo kita ke kamar tante mira


Mereka pun berjalan beriringan di Koridor rumah sakit menuju kamar tante mira.


"Rey kau cari tau ukuran ukuran pakaian jelita lalu belikan pakaian sesuai kebutuhannya.


" apa itu termasuk dalamnya tuan 'tanya Rey sambil menunduk.


"Ya....


" Tapi tuan aku nggak ngerti dengan pakaian macam tutul kayak gitu.


"Aku nggak mau tau masalah kamu nggak tau atau tidak yang kamu harus tau barang barang itu harus ada sore ini.


" Baiklah tuan,sebelum pulang aku akan mampir di kamar jelita aku akan mencoba bertanya soal ukuran pakaian dalamnya. Ucap Rey dengan sedikit mengejek.


"Puk... Puk... Tiba tiba suara pukulan di bertubi tubi di bahu Rey.


" Ngapain kamu nanya jelita soal itu kalau memang harus nanya jelita mengapa bukan aku saja ngapain harus kamu.


"Wah... Wah... Wah.... Kayaknya tuanku yang sudah lapuk usia jatuh cinta sama ABG ini. Ucap Rey dengan senyum jahilnya


" Puk.... Sialan kamu, siapa yang usianya sudah lapuk.


"Aduh .... Tuan kira kira dong kalau mukul jangan KDRT, ucap Rey sambil tersenyum.


" Makanya jangan melakukan pelecehan seksual

__ADS_1


"Haaa... Pelecehan **** dari segi mananya tuan


Namun pertanyaan Rey tak menemukan jawaban karna tanpa di sadari oleh Rey Bram sudah berbelok ke arah pintu ruangan di mana tante mira di rawat.


" Bener bener..... Dasar tuan tak punya hati tega sekali dia biarkan seorang Rey ngobrol sendiri jadi salah tingkah aku di lihatin cewek cewek mana semuanya pada cantik lagi. Ucap Rey ketika sudah menyadari kalau dirinya jadi perhatian para gadis gadis cantik perawat yang sedang duduk di sebuah bangku di pinggir koridor ternyata dirinya terlalu asyik sehingga tak menyadari kalau dirinya sudah lewat.


"Dari mana saja kamu Rey? Tanya Bram ketika melihat Rey .


" Oh..... Ini tuan aku dari toilet dulu, ucap Rey yang ngeles


"Perasaan toilet ke sebelah sana bukan ke sana. Ucap Bram dengan raut muka sedikit tersenyum jahil karena dia tau kalau tadi Rey tak menyadari dirinya sudah tidak ada di sampingnya Bram juga sengaja membiarkan Rey berlalu begitu saja karena masih merasa jengkel dengan niat Rey yang akan bertanya langsung mengenai pakaian dalam jelita yang membuat hatinya terasa panas.


Mendengar penuturan Bram Rey hanya bisa menggaruk kepala bagian belakangnya dengan tersenyum.


"Tuan sih makin hari makin tak punya hati.


" Chi.... Dari segi mananya.


" Cek lek, suara pintu terbuka.


Setelah pintu terbuka Bram dan Rey bersamaan mendekati berangkas tempat tidur yang di atasnya tampak seorang wanita paruh baya terbaring lemas yang wajahnya sangat pucat,


Tante mira memang sudah di pindahkan ke ruangan perawatan karna sudah melewati masa kritisnya dua hari yang lalu.


Kini wanita paruh baya ini sudah berada di sebuah kamar rawat yang sangat bagus dan mewah.


Dengan sedikit tersenyum bram maju lebih dekat lagi lalu mengecup kening tante mira sambil mengusap usap punggung tangannya.


Sontak saja mata rey melotot seakan biji matanya mau keluar seakan tak percaya dengan apa yang di lakukan tuannya sambil berkata dalam hati.


"Kenapa tuan yang bersifat es batu batu itu kayak meleleh saat bertemu dengan dua wanita yang beda generasi ini, atau dia setiap mengunjungi pasien ini kesambet arwah keluarga mereka?


" Rey tolong kamu tanyakan kepada dokter ada perkembangan apa sekarang ini dengan ibu mira

__ADS_1


"Bukankah sudah jelas tuan kalau ibu mira sudah dua hari ini melewati masa kritisnya.


" Tapi mengenai soal komanya belum ada perubahan dan kita tidak tau kapan dia akan sadar saya cuma ingin ke pastian dengan keadaannya apakah dia baik baik saja saat ini.


Melihat raut wajah bram yang seakan menggambarkan ketakutan dan kecemasan Rey akhirnya mengalah .


"Baiklah tuan aku akan segera bertemu dengan dokter yang menangani ibu mira.


Setelah berkata seperti itu Rey berlalu pergi keluar kamar yang di tempati tante mira dan terus melangkah menuju ruangan dokter yang menangani tante mira.


" Tok.. Tok..


"Masuk...


" Assalamu alaikum dokter maaf menganggu.


"Wa alaikum salam..Ah.... Tuan ,Rey silahkan duduk tuan, apa ada yang bisa saya bantu tuan, tanya dokter paruh baya itu.


" Begini dokter tuan bram hanya ingin mengetahui keadaan ibu mira yang sekarang ini .


"Baiklah tuan Rey sebenarnya meski ibu mira sudah melewati masa kritisnya namun kita dari pihak rumah sakit belum bisa mengatakan bahwa dia sudah sehat, tidak selama ibu mira masih dalam keadaan koma kita belum bisa memastikan keadaan kesehatannya apa lagi dia sudah menjalani operasi di beberapa bagian organ tubuh bagian dalamnya,akan tetapi tuan tidak usah khawatir karna kami sangat menjaga dan selalu melakukan yang terbaik untuk ibu mira.


"Baiklah dokter saya akan menyampaikan semua yang dokter sampaikan kepada saya kepada tua bram kalau begitu saya permisi dulu dan Terima kasih banyak atas waktunya.


" Sama sama tuan Rey.


Setelah Rey kembali ke ruangan tante mira dengan sigap Rey menceritakan semua yang di katakan dokter tadi kepada bram.


"Seperti itulah keadaan ibu mira sekarang ini menurut dokter yang menanganinya tuan.


" Baiklah kalau begitu kita pulang dulu.


"Mari tuan.

__ADS_1


__ADS_2