
BAB 55
"Hei... apa yang sedang kau lakukan? Tanya rey sambil berjalan mengikuti langkah jelita dengan terseok Seok.
" Sudah diam saja dan tunjukkan di mana ruangan tuan kamu berada , ucap jelita sambil melangkah dengan tergesa gesa membuat rey sedikit kesusahan dalam melangkahkan kakinya.
"Oke... Oke akan aku tunjukan tetapi tolong lepaskan tanganku biarkan aku berjalan sendiri.
" Baiklah sekarang kamu yang di depan.
"Oke.. Ucap rey sedikit kesal terhadap jelita.
" Ya.. Ampun gini amat jadi bawahan, gumam rey namun masih bisa di dengar dengan jelas oleh jelita.
Tetapi jelita tidak mengucapkan sepatah kata melainkan hanya melirik dengan sinis.
__ADS_1
Rey yang melihat lirikan jelita hanya mengenyitkan sedikit bibirnya sehingga bibirnya sedikit tak berbentuk lalu berkata.
"Uuuh... Dasar cantik cantik kok galak, ucap rey tetapi hanya di dalam hati tanpa berani mengeluarkan lewat mulutnya.
Tak lama kemudian mereka berdua sudah sampai di depan kamar yang di tempati bram.
" Ini ruangan tempat tuan bram di rawat.
"apa dia sudah siuman... ?
Tanpa membalas ucapan rey, jelita segera berlalu masuk tanpa mengetuk pintu lalu dengan perlahan jelita membuka lalu menutup dan tak lupa jelita mengunci pintu ruangan tersebut.
Bram yang sedang berbaring dengan posisi miring sangat kaget melihat jelita tetapi jauh di relung hatinya dia sangat lega dan bahagia karena orang yang sangat di khawatirkan saat ini sudah berada di depan matanya.
" Sayang kenapa jalan , apa kamu nggak takut rebah atau oleng ataukah pusing bukannya semalam kau terlalu banyak menghisap asap. Ucap bram sambil berusaha bangun meski dirinya masih merasa sangat lemah.
__ADS_1
Sedangkan jelita yang di tanya hanya diam tanpa sepatah kata keluar dari mulutnya, sama sekali tak ada niat untuk menjawab pertanyaan bram, dirinya terus maju mendekati bram yang sudah dalam posisi duduk sedangkan jelita kini makin mendekat bram yang melihat reaksi jelita seperti itu dengan segera mengangkat kedua tangannya hendak memeluk jelita melepas semua kerinduan yang selama ini terpendam.
Tiba tiba jelita melangkah agar lebih mendekat lalu mengayungkan tangannya menampar bram dengan keras sehingga bram menjadi kaget lalu menarik jelita masuk ke dalam pelukannya.
"Maaf sayang kalau aku membuat hati kamu sakit dan kecewa tetapi sungguh aku tidak pernah berniat untuk semua itu maka dari itu jika memukulku adalah suatu cara agar amarahmu hilang maka lakukanlah sampai kamu puas. Ucap bram sambil memeluk erat tubuh jelita.
Sedangkan jelita yang sangat marah saat pertama datang kini berubah menjadi lemah dan terduduk di hadapan bram sambil berlutut.
"Hiks... Hikss... Tolong mas jangan siksa je... Seperti ini, jika memang aku bukanlah wanita yang tepat untukmu, aku memohon agar kamu mau membantu aku untuk membencimu agar luka ini tidak terlalu dalam. Ucap jelita sambil menangis
" Sayang bangunlah apa yang kau katakan itu tidaklah benar. Ucap bram sambil menarik tubuh jelita ke atas berangkar tempat tidurnya.
Dengan perlahan jelita berdiri lalu duduk di tepi tempat tidur bram sambil terisak sedangkan bram terus memeluknya dengan erat sambil mengusap kepala bagian belakan jelita.
***bersambung****
__ADS_1
***maaf ya mungkin dalam beberapa hari ini nggak up date dulu so masih sibuk doakan ya semoga lancar segala urusan dan tambah semangat, jangan lupa like dan komennya****