TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
kedekatan bram dengan asisten pribadinya


__ADS_3

BAB 52


Setelah mendapat SMS dari pak budi dengan langkah panjang dirinya berjalan keluar menuju mobilnya dan tak lupa memberi tahu rey jika dirinya akan keluar sebentar.


Tak butuh waktu lama bram sudah sampai di halaman rumah kontrakan tersebut dan dengan cepat matanya menangkap pasutri dan dengan sigap bram melangkah dengan cepat mendekati ke duanya.


"Assalamu alaikum pak..


" WA alaikum salam tuan, bagaimana tuan suasana rumah ini?


"Bagus sederhana dan asri aku suka, bagaimana dalamnya.


" Silahkan tuan sendiri yang lihat suasana di dalam rumah.


"Setelah itu jelita berjalan memasuki rumah tersebut dan dirinya suka,bagi bram rumah itu sangat sederhana .


" Ini sudah bagus pak, urus aja semua administrasinya lalu pindahkan dia dan tantenya ke rumah ini.


"Baik tuan, apa ada yang perlu di tambahkan?


" Nanti saja kalau masalah itu setelah hatinya sudah membaik biar aku yang tanya langsung padanya.


"Totalnya di kirim saja ya pak ke hpku nanti aku transfer.


" Baik tuan.


"Ooo iya .....satu lagi pak itu aku minta kuncinya satu biar aku bawa . Ucap bram sambil menadahkan satu telapak tangannya.


Melihat kelakuan bram membuat pasutri tersebut serentak terkekeh.


" He... He... He.. Nanti aja ya tuan kalau sudah deil.


"Ooo....bram hanya ber O ria dengan salah tingkah sambil berlalu pergi tanpa mengucapkan sepatah kata.


Bram berlalu dengan perasaan puas karena semua rencananya untuk mengikat kembali jelita berjalan lancar.

__ADS_1


Sambil bersandar di sandaran kursi mobilnya dirinya tersenyum sendiri karena memikirkan jelita.


" Aku sungguh tidak sabar dek ingin memelukmu lalu kau dengan manja di dalam dekapan ku mendesah.....


"Akh.... Kalau begini terus aku akan menjadi gila..


" Besok dirinya harus pindah ke rumah itu biar aku dengan bebas bisa mendatanginya karena selain merindukan jelita aku juga merindukan tante mira.


Tiba tiba suara ketukan pintu mobilnya membuyarkan lamunannya.


Bram pun segera membuka dan ternyata rey sudah berdiri di depan pintu mobil.


"Chi... Kau ini selalu aja menganggu kebahagiaanku rey.


" Ha.. Ha.. Ha.. Kebahagiaan dari mana? Tanya rey dengan tertawa besar


"Kebahagiaan di saat aku sedang memikirkan jelita.


" Jangan bilang kamu sedang menghayal bercinta dengannya.


" Astaga...kamu sekarang memang sudah nggak waras ya.


Mendengar penuturan rey matanya menjadi melotot.


"Enak saja kalau kau ngomong, nanti kalau kau sudah jatuh cinta baru kau tau rasanya bagaimana kita menjadi bucin di atas level normal.


" Chi.. Memang aku akan ada waktu untuk jatuh cinta terhadap perempuan.


"Emangnya kenapa..?


" Ala. ..pake nanya lagi.


"Emang aku pernah ngasih kamu surat kontrak bahwa kamu tidak boleh jatuh cinta dengan seorang wanita.


" Nggak sih tapi ngasih tugasnya itu lho satu kali dua puluh empat jam, kira kira aku bisa mendapatkan cewek yang mampu bertahan dengan lelaki sibuk tanpa batas ini?

__ADS_1


"Oke... kalau nanti aku dan jelita sudah selesai bulan madu maka aku akan ngasih kamu waktu luang untuk mencari pasangan biar adil kita sama sama merasai gimana rasanya menjadi bucin.


" Benarkah tuan bram yang terhormat.. Ucap rey dengan setengah mengejek.


"Benar tuan rey asisten ku yang jomblo abadi.


" Chi.... Mulai sudah menghina orang dengan seenak jidat.


"Baiklah aku tak akan menghina kamu lagi asisten ku yang baik dan setia ayo kita berangkat.


Mendengar perintah tuannya rey segera melakukan mobilnya membelah jalan .


Di tengah jalan tiba tiba masuk sebuah panggilan yang berasal dari nomor HP jelita, memang di dalam HP itu bram sengaja menyimpan nomor handphone miliknya lalu menulis nama pak budi.


Dengan segera bram menekan tulisan Terima di hpnya tetapi sengaja tak bersuara.


"Halo.. Pak.. Assalamu alaikum, namun bram masih tetap diam.


" Halo.. apa bapak mendengar saya? Tanya jelita yang terdengar panik.


Sehingga dengan terpaksa bram membuka suara.


"Iya ada apa kamu menelpon bapak malam malam begini.


Sejenak jelita diam dirinya mencoba mencerna suara yang dari seberang sana.


" Seperti bukan suara pak budi, gumam jelita lalu kembali bergumam lagi.


"Ah.. Mungkin suara pak budi memang kayak gini kalau di dalam HP. Ucapnya kembali meyakinkan diri sendiri.


Tiba tiba suara dari seberang sana kembali bertanya.


" apa kau masih di sana, ada apa denganmu?


Jelita kembali bergumam.

__ADS_1


"Mengapa suara ini mirip suara milik mas bram, ah... Mungkinkah rasa rindu ini membuat aku berhalusinasi seperti ini, tidak... Tidak.. Aku tidak boleh begini bisa bisa aku menjadi gila kalau terus begini.


__ADS_2