
BAB 103
Tidak terasa sudah empat hari berlalu sejak perban mata tante mira di buka kini dirinya sudah pulih kembali seperti sedia kala dan dokter sudah memperbolehkan tante mira pulang ke rumah.
Hanya bara ,jelita, dan tuan bastian serta ibu siti yang datang menjemput tante mira karena yang lain mempunyai kesibukan masing masing termasuk rey.
Jelita yang semula tidak mau ikut menjemput tante mira mulai luluh setelah tuan bastian beserta ibu siti dan bara terus menerus memberi nasehat dan membujuknya dengan penuh kasih sayang, sungguh sejak kepergian bram jelita betul betul bermandikan kasih sayang dari semua keluarga bastian tanpa terkecuali.
Kini mereka sudah sampai di loby rumah sakit dan terus berjalan beriringan menuju ruangan tante mira.
Jelita yang sempat menghentikan langkahnya karena ragu secara tidak sengaja di lihat oleh bara sehingga dengan cepat bara meraih sebelah tangannya dan mengenggam nya dengan erat lalu menatap jelita dan sedikit menganggukkan kepalanya agar jelita terus mengikuti langkahnya.
Jelita yang mengerti dengan bahasa isyarat yang di berikan bara pun mengurungkan niatnya dan terus mengikuti arah ke mana bara berjalan sampai di suatu belokan bara berbelok ke arah lain yang membuat jelita segera mengajukan pertanyaan.
"Kak bara, mau kemana....ini salah....tuan bastian bersama ibu siti ke arah sana. Tanya jelita tanpa menghentikan langkahnya.
Sedangkan bara yang di tanya hanya menoleh sekilas lalu tersenyum ke arah jelita.
" Aku sudah kasih tau ibu kita mau kemana.
__ADS_1
"Lalu kita mau kemana, sambung jelita.
" Kita ke ruangan Arya kita akan periksakan dulu kandungan kamu sudah seminggu lebih kamu tidak pernah mengunjungi Arya untuk memeriksakan kandungan kamu, ingat sesibuk apa pun kamu itu harus kau perhatikan, ucap bara.
Jelita yang mendengar ucapan bara tiba tiba mengusap perutnya sambil berkata.
"Dede...... Kita memang kehilangan raga papa tetapi rohnya di titip di mana mana sehingga kita tidak kekurangan kasih sayang seperti yang di berikan papa sama kita, ucap jelita.
" Kalian memang tidak akan pernah aku biarkan menderita apalagi haus akan kasih sayang, balas bara.
"Jangan berkata begitu kak bara, pikirkan masa depan kak bara sendiri....
"Itu tidak adil kak bara, sebaiknya kak bara segera memikirkan kebahagiaan kak bara sendiri.
" Sudahlah je.... Itu tidak perlu kau pikirkan .... Aku bahagia sekarang dengan hidupku.
Mendengar itu jelita pun jadi terdiam, di dalam hatinya berpikir jika dirinya mungkin sudah terlalu dalam mencampuri urusan pribadinya bara.
Setelah mereka sampai di ruangan Arya jelita pun masih tetap sama diam dan hanya mengikuti ke mana bara mengajaknya.
__ADS_1
"Je.... Kita sudah sampai, kamu duduk dulu ya biar aku temui Arya.
" Iya... Ucapnya singkat.
"Je..... Kamu kenapa kok wajah kamu tampak bersedih gitu.. Tanya bara.
" Nggak apa apa kak bara, balas jelita.
Melihat wajah jelita tampak tak seperti biasanya bara pun tidak jadi masuk ke dalam, dirinya ikut duduk di samping jelita sambil mengusap usap pundak jelita dengan penuh kelembutan.
"Je... apa kau tersinggung dengan ucapan kak bara tadi...?
"Tidak kak bara aku cuma mengingat mas bram... Ucap jelita berdusta.
" Kamu jangan berbohong sama kak bara , kita sudah kenal ketika kamu masih sangat kecil bahkan kerap kak bara yang menemani kamu bermain di saat kamu marah dan tidak mau dengan siapa siapa kecuali sama kak bara.
"Maaf kak bara jika je.... Terlalu mencampuri urusan pribadinya kak bara.
" Tidak je.... Tadi itu maksud kak bara tidak begitu dan kamu tidak sama sekali salah, kak bara cuman nggak mau kau terlalu banyak beban pikiran usahakan diri kamu sesantai mungkin hindari sesuatu yang membuat kamu stres, itu yang kak bara mau saat ini.
__ADS_1