
BAB 101
Sementara di tempat lain bara sedang asyik memandangi jelita yang sedang mengusap perutnya sambil berbicara.
"Nak... Temani ibu dalam suka dan duka, kuatkan ibu saat rapuh, jadilah tiang penyemangat ibu.... Karena kini yang ibu punya hanya kamu .... Ucap jelita sambil mengusap perutnya.
Bara yang melihat itu semua tanpa terasa air matanya mengalir di pipinya namun dirinya segera mengusap air matanya lalu menengadahkan wajahnya ke atas, yah.... Ada rasa perih di hatinya mendengar ucapan demi ucapan yang di keluarkan oleh jelita.
Dirinya pun tak mampu untuk menahan diri untuk tidak mendekati jelita.
"Je.... Sudah kamu jangan menangis terus... Jika kamu hanya menangis terus menerus tanpa menyentuh makanannya anakmu nantinya akan ileran, ucap bara mencoba mengajak jelita bercanda meski dirinya juga berada di fase tidak baik baik saja.
" Tapi kak bara.... Makanan ini adalah makanan kesukaan mas bram... Dia pernah berkata kepadaku "jika suatu saat aku sedang jauh dari kamu dan kamu tiba tiba rindu kepadaku maka makanlah makanan ini... Ucap jelita sambil menangis.
__ADS_1
" Lalu kenapa kamu nggak makan jika kamu rindu kepadanya, tanya bara yang tiba tiba merasakan sesak di hatinya.
"Tetapi kak bara makanan ini tidak membuat rasa rinduku menghilang tetapi sebaliknya hatiku semakin sesak rasa ini semakin menjadi dan menyiksa ragaku.
Mendengar ucapan jelita bara hanya mampu menarik napas dengan kasar lalu melepasnya.
" Ya... Allah perasaan apa yang kau hadirkan dia dalam hati hambamu ini, lindungi hamba yang lemah....dan engkau yang maha membolak balikkan hati manusia agar membalikkan hati jelita ku menjadi milikku kembali agar dirinya tak tersiksa lagi dengan perasaannya karena orang yang di cintainya kini sudah berada di dalam dekapanmu ya allah, jauhkan hamba dari sifat cemburu yang kini merajai hati hamba.... Doa bara di dalam hatinya .
Jelita yang melihat bara sedang diam seperti patung yang sedang berdiri di depannya dengan perlahan mendekati bara lalu melambaikan tangannya pas di depan mata bara.
Bara yang baru tersadar dari lamunannya hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Ha... Iya.. Je.. Ada apa... Tanya bara dengan tergagap gagap.
__ADS_1
"Kak bara ngelamun ya... Atau kak bara lagi capek...kalau begitu ayo kita pulang duluan saja biar tuan bastian dan yang lainnya pulang belakangan.
" Nggak kok je... Ayo lanjut makan aja, ucap bara sambil meraih sebelah lengan jelita dan menuntunnya kembali duduk.
"Tapi je nggak selera makan lagi kak bara.
" Kamu harus makan kalau kau tidak makan maka yang di rahim kamu tidak akan mampu menemani kamu dalam suka dan duka, dia akan ikut rapuh dan tidak bisa menjadi tiang penyemangatmu. ... Ucapnya dengan lembut.
Mendengar penuturan bara jelita pun menurut, dirinya kini kembali duduk dan dengan pelan dia menyuap makanan yang tadinya hanya di pandangi.
Bara yang melihat itu hanya tersenyum memandang wanita hamil di dekatnya sambil mengucap janji di dalam hatinya.
"Aku berjanji je.... Tidak akan membiarkan kamu menangis lagi setelah ini..
__ADS_1
***pagi semua mari menyambut pagi dengan senyum lupakan apa yang telah terjadi kemaren dan mari kita mulai dengan sesuatu yang baru agar hidup semakin bermakna. ***