TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
penyesalan bu siti


__ADS_3

BAB 90


Kini waktu sudah menjelang magrib operasi mata tante mira pun sudah selesai dan jenasah bram sudah siap di pulangkan ke rumah tetapi sebelum pulang tuan bastian dan semua keluarga sedang berkumpul di ruangan yang di tempati tuan bastian.


"Sebaiknya aku juga ikut pulang, ucap tuan bastian.


" Tetapi bapak masih butuh perawatan, balas ibu siti.


"Tolong minta aja sama dokter aku di rawat jalan saja, aku juga ingin hadir di acara pemakaman putra sulung ku ucap tuan bastian sambil mengusap air matanya.


" Baiklah pa.... Biar amel yang mengurusnya, ucap Ibu siti kembali.


"Iya pa biar aku yang berbicara dengan dokter, timpal amel yang sedari tadi diam karena dirinya tidak ikut serta melihat ke jadian yang menimpa abangnya, dirinya tau setelah dia di telpon oleh ibu siti karena dirinya tadi ada meeting dengan rekan bisnisnya.


" Baiklah nak, Terima kasih.... Ucap tuan bastian lagi.


"Sama sama pak.. Balas amel.


" Bu... Sebaiknya tolong panggilkan jelita ke sini, bapak ingin bicara.


"Baiklah pak aku akan menelpon rey.


" Terima kasih.


Tak lama setelah ibu siti mengiyakan perintah suaminya dirinya pun segera menelpon rey.

__ADS_1


"Halo rey, di mana kamu...?


" Iya ibu siti aku di ruangan Arya sedang melihat keadaan jelita... Ucap rey.


"apa jelita sudah bangun... Tanya ibu siti.


" Alhamdulillah ibu...


"Kalau begitu tolong bawah jelita ke sini , katakan padanya sedang di panggil bapak.


" Baik ibu... Ucap rey kembali.


Sementara di ruangan lain rey tampak mendekati jelita dan mengatakan apa yang di inginkan tuan bastian.


"Maaf jelita... Tadi ibu siti menelpon meminta kamu ke ruangan tuan bastian ada hal penting yang hendak di sampaikan nya.


" Je... Bicaralah agar sedikit berkurang rasa sesak yang kamu rasakan , ucap bara sambil berdiri mendekati jelita.


Tetapi jelita hanya menatap bara dengan deraian air mata.


"Yah.... Sudah kalau saat ini kamu belum mau berbicara, ayo kita ke ruangan bapak.


" Iya sebaiknya kita ke sana karena operasi tante mira sudah selesai dan jenasah sudah siap di pulangkan ke rumah duka, timpal dokter Arya.


"Baiklah ayo ke sana, ucap bara.

__ADS_1


" apa kau mampu berjalan sendiri... Tanya rey.


Jelita pun membalas dengan anggukan.


"Baiklah ayo kita berangkat. . . . Ucap Arya.


Setelah berjalan beberapa menit mereka pun sampai di ruangan tuan bastian ibu siti dengan cepat menyambut jelita lalu memeluknya namun itu tidak berlangsung lama karena amel juga langsung meraih tubuh jelita lalu memeluknya dengan erat sehingga membuat tangis jelita kembali pecah..


" Hiks...... Hiks.... Terdengar tangis keduanya sangat memilukan hati.


"Maafkan keluargaku je..... Semua terjadi karena kami... Ucap amel di sela tangisnya.


Tetapi tak ada jawaban dari jelita dirinya hanya terus menangis di dalam pelukan amel hingga pada akhirnya dia pun kembali tumbang, tubuhnya jatuh terkulai di lantai.


Semua yang ada di sana sangat kaget dan khawatir dengan keadaan jelita.


Bara yang ada di sana pun dengan cepat menjatuhkan dirinya dan berusaha menahan tubuh jelita agar perutnya tak terbentur di ubin lantai.


"Bara ayo angkat ke sofa itu , perintah ibu siti


" Baik bu... Ucap bara.


"Kasihan jelita dirinya sangat terpukul dengan keadaan dan kejadian hari ini semoga janinnya kuat agar tak terjadi apa apa, ucap ibu siti kembali sambil berjongkok di depan sofa tempat jelita di baringkan dengan posisi kepala di atas pangkuan bara.


Ibu siti dengan perlahan mengucapkan dengan minyak kayu putih di bagian bagian tertentu di tubuh jelita sambil menatap bara dan jelita secara bergantian.

__ADS_1


Ibu siti sangat tau apa yang di rasakan bara karena bara sangat terbuka kepada ibu siti, termasuk masalah perasaannya terhadap jelita yang sudah lama terpendam.


Tanpa terasa air mata ibu siti kembali menetes mengingat semua tentang anak anaknya bahkan ada sedikit perasaan bersalah di dalam hatinya yang sangat sulit dirinya ucapkan seandainya dirinya mampu melangkahi perintah suaminya dulu mungkin saat ini tak akan ada ke jadian seperti ini, tetapi menyesal pun tiada guna karena pada akhirnya yang tersakiti lah yang kini menjadi korban.


__ADS_2