TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
di renggut oleh bram


__ADS_3

BAB 59


Kini mereka berempat sudah kembali dari rumah sakit bram dan rey sudah berencana membawa jelita dan tante mira kembali ke rumah yang sudah di siapkan bram sejak dari tadi bram sudah menelpon pak budi untuk membawa kunci sedangkan pak budi dengan segera melaksanakan perintah bram.


Sebelum sampai ke rumah itu bram sudah memerintahkan salah satu orang kepercayaannya menyiapkan segala kebutuhan jelita dan tante mira termasuk pakaian mereka berdua.


Setelah mereka sampai di rumah tersebut ketiganya turun dari mobil sedangkan rey kembali memutar mobilnya dan melajukan kembali mobil yang di kendarainya.


Bram berjalan sambil memapah tante mira sedangkan jelita tampak berjalan dengan santai sambil tersenyum ke arah di mana pak budi sudah menunggunya.


"Assalamu alaikum pak budi apa kabar? Sapa jelita


" Kabar baik jelita, bagaimana keadaanmu saat ini?


"Alhamdulillah pak baik.


" Tante kamu gimana?


"Dia juga alhamdulillah.


"Syukurlah kalau semua baik baik saja.


" Oh iya mana ibu ima pak?


"Ibu masih di warung aku cuma ngantar kunci saja.


" Oh... Gitu ya pak, ayo masuk dulu.


"Nggak usah ya nak soalnya kasihan ibu kalau lama menunggu, bapak titip salam saja sama tuan bram dan tante kamu.

__ADS_1


Tiba tiba suara bram mengagetkan keduanya yang sedang asyik berbicara.


" Ngapain titip salam segala pak ayo kita ngopi dulu mumpung sudah di sini.


"Aduh.. Maaf sekali tuan kali ini bapak sungguh nggak bisa menemani tuan bram untuk ngopi mungkin di lain waktu.


" Baiklah pak salam saja sama ibu mira sampaikan juga ucapan Terima kasihku kepada beliau. Ucap bram.


"Insya allah tuan bram bapak akan menyampaikan kepada beliau, kalau begitu aku pamit dulu.


" Baiklah pak hati hati di jalan ucap keduanya.


Setelah pak budi sudah hilang dari pandangan bram langsung menarik tubuh jelita lalu menggendongnya seperti koala sehingga membuat jelita sedikit berteriak karena kaget lalu menggalungkan kedua tangannya di leher bram.


Tanpa menunggu lagi bram terus melangkahkan kakinya menuju tangga ke lantai atas.


" Ke kamar kita sayang.


"Tante di mana?


" Dia sudah aku suruh istirahat setelah minum obat.


"Oh... Jelita hanya ber oh ria.


Tiba tiba hujan deras telah mengguyur kota xxx sehigga suasana cuaca menjadi sedikit dingin.


" Mas di luar hujan deras.


"Itu bagus sayang untuk kita berduaan dan melepas rindu. Ucap bram sambil meletakkan dengan perlahan tubuh jelita di atas kasur lalu di ikuti dirinya.

__ADS_1


" Setelah mereka berdua sudah sama sama di atas ranjang bram tak menunggu lama lagi dirinya menja****h tubuh jelita dengan penuh kasih sayang.


Bram melakukannya dengan sangat perlahan sehingga jelita ikut terbuai dan tak ada lagi drama penolakan.


Setelah mereka beradu selama dua jam tanpa ada sepatah kata yang terucap selain rintihan jelita saat pertama bersatu membuat ke duanya hanyut dalam diam.


Bram yang terbaring lemas hanya mampu berucap.


"Maaf dan Terima kasih sayang atas apa yang kau berikan hari ini untukku. Ucap bram lirih tetapi masih bisa di dengar jelita.


"Eum... Balas jelita singkat.


" Mas mau ke kamar mandi apa mau ikut.


"Aku capek mas badanku terasa remuk semua, ucap jelita manja.


" Ya sudah istirahat saja biar nanti mas yang bersihkan badanmu .


"Makasih mas. Ucap jelita lagi.


" Sama sama sayang, maafkan mas ya melakukan hal yang belum pantas kita lakukan .


"Sudahlah mas jangan di sesali ini adalah keputusan kita berdua.


" Maaf, semua ini mas lakukan karena tidak ingin kehilangan kamu lagi dan mas akan berjanji kita akan menikah setelah mas menemukan ibu kandung mas.


"Maksud mas...


" Iya dek, jadi sebenarnya ibu yang merawat aku selama ini bukanlah ibu kandung mas tetapi hanya ibu tiri, ucap bram dengan mata berkaca kaca.

__ADS_1


__ADS_2