
BAB 43
Pagi ini jelita sangat bahagia memulai harinya dengan bekerja di warung makan pak budi.
Dengan lincah dirinya melakukan satu persatu tugasnya hingga selesai, kini dirinya tengah duduk santai di dekat pak budi dan ibu ima sambil menunggu pelanggan yang datang.
" Jelita.. apa kamu sudah sarapan? kalau belum sarapan dulu gih.. Tanya ibu ima
"Sudah bu... Jawab jelita singkat.
" Jelita kalau lapar jangan sungkan sungkan ya, cari sendiri apa yang mau di makan. Sambung pak budi.
"Baik Pak, bu tapi itu nggak potong gaji kan? Tanya jelita ceplas coplos.
" Ya.. Kalau sekali dua kali sehari tidak sih je... Tapi kalau sampai lima kali ke atas ya mau nggak mau bapak potong gaji.. he.. he.. he.. Ucap pak budi kembali sambil terkekeh.
"Ya.. Bapak, siapa juga yang sanggup makan lima kali sehari kalau je sih oga nanti gendut, je jadi jelek dan nggak laku. Timpal jelita yang membuat tawa mereka bertiga pecah.
" Emangnya je... Belum punya pacar..?
"Tanya ibu ima sambil tersenyum.
" Boro boro pacar teman aja nggak punya bu.
"Nggak usah khawatir nak nanti bapak yang cariin jodoh. Timpal pak budi.
__ADS_1
" Ya.. Kok gitu, masa di cariin sih pak? Ucap Ibu ima.
"Jangan di cariin deh pak, biarkan jodoh datang sendiri. Ucap jelita sambil terkekeh
Tiba-tiba datang seorang pelanggan sehingga percakapan ketiga orang di warung itu sontak terhenti, lalu tanpa di suruh jelita pun bangkit dan melangkah menuju meja tempat orang itu duduk.
" Selamat pagi menjelang siang Pak, bapak mau pesan apa?
"Dengan ucapan yang sama nona, aku pesan nasi campur dan es teh saja.
" Baiklah pak mohon sabar menunggu ya ucap jelita dengan pull senyum.
Setelah menerima pesanan orang tersebut jelita masuk ke dalam ruangan yang khusus tempat makanan yang sudah siap di sajikan begitu juga dengan pak budi dan ibu ima sehingga membuat orang tersebut dengan sigap menempelkan sebuah kamera kecil di sudut ruangan yang bisa menjangkau dari arah mana saja termasuk dapur dan ruangan tempat penyimpanan makanan .
"Silahkan di nikmati pak, ucap jelita setelah selesai menata makanan dan minuman di atas meja.
" Makasih nona, oh iya apa nona baru di sini? Ucap lelaki itu mencoba untuk bertanya.
"Iya Pak saya baru di sini.
Ooo ....orang itu lalu ber O ria menanggapi jawaban jelita.
" Bapak sering ke sini ya?
"Nggak juga nona.
__ADS_1
Tak lama kemudian orang kantor datang satu persatu mendatangi rumah makan tersebut begitu juga dengan para OB yang datang hanya untuk membeli makanan untuk para karyawan yang sedang malas keluar.
Jelita sekarang nampak sibuk melayani
Para pengunjung yang hanya datang untuk makan siang mereka pun terkadang harus berbagi kursi dan meja karena mereka datang di waktu yang sama lalu mereka juga sama sama mengejar waktu yaitu jam istirahat karena mereka dari satu tempat yaitu perusahaan besar yang ada berdiri di depan warung pak budi.
Jelita yang sedang sibuk mondar mandir melayani pesanan orang tidak menghiraukan tatapan dan bisikan serta siulan para pengunjung warung makan yang kebanyakan laki laki.
Sedangkan bram di atas sana makan sambil mengoceh setelah melihat banyak karyawan perusahaan yang di pimpin nya terutama laki laki mencoba menggoda jelita di bawah sana.
"Awas aja kalian kalau ada sedikit pun yang berani menyentuhnya. Ucap bram dengan sendirinya.
" Dasar laki laki nggak bisa melihat bening dikit.
Bram terus memantau jelita dari ruangannya melalui kamera yang di pasang oleh anak buah rey.
"Kerjaan rey memang mantul, sehingga membuat aku bisa setiap saat melihatnya meski tak bisa menggapainya saat ini tapi tak apa semoga dia baik baik saja bersama tante mira.
" Tapi kata rey kontrakannya sungguh tak layak, aku harus melihat ke sana sebelum aku mengambil tindakan.
"Ini juga harus segera di bicarakan bersama rey, aku harus memindahkan tante mira dan jelita di tempat yang lebih layak kasihan tante mira.
Bersambung...
***like ya biar tambah semangat***
__ADS_1