TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
curahan hati bara


__ADS_3

BAB 72


Di tempat lain tampak ibu siti dan bara sedang duduk berdua di sebuah bangku panjang di ruang tunggu.


" Bu... Kenapa kita tidak berkata jujur tentang semua yang kita tahu tentang abang.


"Bara ,di sini kita sedang duduk di kursi yang ke dua nak, ada hak dan kewajiban, tetapi kita juga harus memiliki sebuah batasan batasan yang wajar dan layak... Ucap Ibu siti sambil mengusap usap tangan bara anak sulungnya.


" Tapi bu, aku sangat kasihan kepada abang yang selama ini hidup dari kebohongan, hampir sepanjang usianya.


"Aku juga begitu nak, rasa sesak di dada ini terus mengusik ke damaian di hati ibu, tetapi apa daya kita, kita hanya pemeran kedua, sedangkan pemeran utamanya adalah bapakmu dan mira sendiri.


" Jadi apa yang kita harus lakukan bu...?

__ADS_1


"Ibu mohon bersabarlah, hingga kita bisa menemukan mira dan jelita semoga mereka tidak pergi jauh.. dan tidak terjadi hal buruk kepada mereka.


" Tapi aku rasa mereka sudah mencurigai ku bu...


"Biarkan mereka seperti apa pendapat mereka tetapi kamu juga harus pada tempatmu agar tidak terjadi ke salah pahaman lagi..


" Baik bu...tetapi apakah jika masalah ini sudah selesai aku dan je.. Masih bisa bersatu bu....?


"Bara sayang ,serahkan segalanya pada yang di atas.. Jodoh, rejeki dan maut adalah rahasia miliknya tetaplah berdoa, karena aku pribadi sangat menyukai akhlak jelita.. Meski dia adalah anak malang yang sampai sekarang kita tidak tau bapaknya tetapi itu bukanlah masalah besar karena tidak selamanya buah akan jatuh di bawah pohonnya, begitu juga dengan sahabatku dia tidak akan menjadi seperti itu seandainya dirinya nggak terikat oleh keadaan.


" Sayang, kita tidak boleh lemah dalam menyandang amanah ini, kita terpilihnya karena Tuhan lihat kita kuat, kita mampu, seharusnya kamu bangga karena kamu termasuk orang yang menjadi pilihan.


"Bangga dengan apa bu.... Lihat abang sekarang hidupnya hancur, semua karena kita.... Apakah aku harus bangga dan bahagia di atas penderitaan saudaraku sendiri..

__ADS_1


" Maafkan ibu nak, ikut menyeret kamu dalam masalah yang tak kunjung usai.


"Berdoa saja, semoga ini akan tamat segera, agar semua bahagia tanpa ada lagi air mata kesedihan, dan malah sebaliknya yang ada hanya air mata bahagia.


" Amin... Itu abang sudah datang, coba lihat dia bu.. Ada banyak beban pikiran dan kesedihan di wajahnya.


"Kamu benar nak... Meski di depan kita dia berusaha biasa biasa saja tetapi di wajahnya tetap ada tersirat duka yang mendalam... Aku sangat menyayanginya seperti aku menyayangi kamu dan amel.


" Kalau itu aku tahu bu.... Meski ibu tidak mengungkapkannya dengan kata kata.


"Sudahlah abangmu makin mendekat jangan lagi membahas masa lalunya.


" Baik bu... ucap bara dengan patuh.

__ADS_1


***luka yang teriris akan lebih mudah sembuh di bandingkan dengan luka karena tergores oleh sebuah kata kata yang mengiris hati , meski tak terlihat tetapi sangat dalam dan perih sehingga terkadang membuat air mata terkadang menetes di sudut mata tanpa terasa semua itu akibat dalamnya sembilu mengiris kalbu yang terkadang mengikis sebuah rasa yang ada membuat rasa itu hilang dan menjadi sebuah sebuah kata yang terkadang menjadi pahit di sebutkan yaitu rasa yang pernah ada , yang berarti rasa itu sudah sirna ***


***maaf ya mungkin besok nggak up dulu so lagi sibuk***


__ADS_2