
BAB 37
Di lain tempat jelita nampak duduk secara lesehan di sebuah kontrakan yang sudah di katakan tidak layak untuk di tempati karena kondisi kontrakan tersebut sudah banyak yang rusak termasuk atap dan dindingnya bahkan di lantainya pun sudah ada beberapa yang retak.
Akan tetapi bagi jelita semua itu tidak masalah yang penting baginya ada tempat untuk bernaung.
Hari ini dirinya melatih tante mira untuk menghapal semua bagian bagian ruangan tersebut meski luasnya tak seberapa akan tetapi bagi tante mira yang memiliki kekurangan dengan penglihatannya yang mengharuskan dirinya menghapal secara detail ruangan tersebut.
"Tante harus menghapal setiap letak letak yang penting untuk tante seperti letak meja makan letak wc dan kamar mandi karena jelita rencana besok mau keluar mencari kerja. Ucap jelita sambil menuntun tante mira dengan telaten menunjukkan semua letak letak yang sekiranya perlu
"Memangnya kamu mau mencari kerja di mana je....? Tanya tante mira dengan tersenyum.
" Di depan sana tante aku lihat kemaren ada banyak warung di pinggir jalan semoga di antara mereka ada salah satu yang butuh karyawan.
"Memangnya kerjaan apa yang kau mau?
" apa aja tante yang penting halal.
"Maafin tante nak ya... Karena menjadi beban untukmu.
__ADS_1
" Tante jangan berkata begitu hanya tante yang aku punya meskipun ibu sudah tiada tapi aku masih merasa bersyukur karena memiliki tante yang mau hidup menderita denganku, asal tante tau kalau tante hadir di saat saat aku berada di sebuah kegelapan tiba tiba tante hadir bagai pelita bagiku dan itu sangat berarti untukku.
"Benarkah nak, kau memang baik hati semoga allah selalu melimpahkan kebahagiaan pada putri tante yang cantik ini di masa depan. Ucap tante mira sambil mengusap kepala jelita bagian atas.
"Amiiin.... Balas jelita.
" Je... apa tidak ada kabar dari tuan Bram?
"Mau kabar dari mana tante kita HP aja tidak punya, timpal jelita dengan sedikit tersenyum getir.
" Iya... Ya.. Kenapa tante lupa akan hal itu.
" apa kamu menangis je...
"Tante, maaf.
" Maaf untuk apa sayang?
"Maaf karena je menjadi rapuh di saat kita membahas tuan Bram seharusnya tak begitu tapi sungguh aku tidak mampu melupakan semuanya termasuk tentang kami.
__ADS_1
" Sudah nak hapus air mata kamu mungkin ini adalah salah satu jalan allah untuk membentuk jati diri kamu agar ke depannya kamu akan menjadi wanita yang kuat dan tegar.
"Tapi tante apa memang sesakit ini jika kita kehilangan seseorang?
" Itu belum seberapa je... Perjalanan hidupmu masih sangat panjang masih banyak kerikil tajam dan duri yang siap menghadang setiap langkah kita di masa depan.
"Maksud tante..?
" Maksud tante hidup kita ini tidak ada yang lurus dan mulus seperti jalan tol anakku.
"Oh begitu ya tante..
" Persiapkan mentalmu saja sayang dan nikmati setiap kali ada kesempatan untuk tersenyum karena terkadang keadaan membuat kita seakan lupa bagaimana caranya untuk tertawa.
"Makasih tante, aku yakin jika terus bersama tante aku akan tetap kuat seperti ini menjadi jelita women, ucap jelita yang mencoba untuk berkelakar.
" Kamu je ada ada aja ,mana ada jelita women yang ada itu jelita cengeng. Ucap tante mira dengan sedikit tersenyum mengejek.
***semoga autor selalu menyenangkan hatimu semua di saat sepi melanda hatimu***like dan komentar ya kalau mau ngasih hadiah syukur alhamdulillah***
__ADS_1