TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
hancurnya satu harapan


__ADS_3

BAB 30


Bram hari ini tidak masuk kantor dirinya memilih bekerja dari rumah karena itu dia pagi pagi sekali menelpon rey agar membawa ke rumahnya semua berkas yang akan di tandatangani hari ini.


"Pagi mas,


" Pagi dek.


"Lha kok belum siap? Tanya jelita yang melihat Bram hanya menggunakan pakaian rumahan.


" Hari ini mas mau bekerja di rumah aja dek lagi malas ke kantor.


"Itu bisa jadi contoh buruk untuk karyawan mas nantinya.


" Kan cuma sehari dek, itupun karena aku semalaman nggak bisa tidur.


"Kenapa?


" Gara gara ada yang janji mas semalam mau ngoloni mas, tapi pas waktunya tiba malah masuk ke kamar sendiri pake di kunci lagi.


"Yaelah...... Mas..mas itu jangan di buat alesan nanti jadi penyakit.


" Kalau mas sakit berarti kamu biangnya.


"Sudah, nggak usah ngeles mas cepat siap siap lalu pergi ke kantor nanti atasannya marah .


" Lha.. Kan aku atasannya dek jadi siapa kira kira yang akan marahin aku.


"Tuhan... Mengapa berdebat dengan dia tak akan ada habisnya.


" Ya sudah...mas ngalah tapi mandiin ya... Ucap Bram dengan nada manja dan tak lupa menaik turunkan alisnya.


"Nggak mas yang ada bukannya mandiin mas tapi ngoloni mas.


" Dek...tolonglah... Mas udah kebelet ini, adek sih pakai pindah kamar lagi pada hal udah enak tidur bersama.

__ADS_1


"Mas... Halalin gue dulu.


" Ayo sekarang. Ajak Bram.


"Nggaklah, halalnya harus ada restu orang tua aku nggak mau kayak tante mira.


" Huusssttt.... Ingat dek ucapan adalah doa.


"Maaf mas. Ucap jelita lirih


" Iya sudah, biar aku mandi dulu tapi tetap mas nggak ke kantor karena rey sudah di jalan menuju ke sini.


"Iya deh, aku tunggu di bawah aja ya kita sarapan sama sama.


"Dek... Kenapa sih kamu tiap hari harus terjun di dunia perdapuran kan ada bibi surti.


" Mas... Aku ini meskipun usiaku masih sangat belia tapi aku punya satu cita cita ,ya.... Mungkin ini adalah cita cita gadis miskin seperti aku.


"Emangnya apa cita cita kamu?


"Wao.... Begitu indah cita cita kamu, apakah kamu pernah jatuh cinta? Tanya bram.


"Jatuh cinta mungkin nggak mas tapi aku pernah berkhayal akan menjadi istri seorang pemuda yang sangat baik dengan keluargaku dan pada diriku sendiri.


" Beruntung sekali lelaki itu. Ucap bram dengan raut muka sudah memerah karena merasa kesal dan marah di dalam hatinya yang sedang bergejolak.


Jelita yang melihat perubahan di raut wajah bram menyunggingkan senyum yang hampir tak terlihat lalu berjalan mendekati bram.


"Yang beruntung itu bukan pemuda itu tapi orang yang berada di dekat aku sekarang ini yang sudah mencelakai aku lalu dengan seenak jidatnya datang mencuri ciuman pertamaku. Ucap jelita dengan sedikit menggoda.


" Benarkah aku yang pertama menyentuh semua ini? Tanya bram dengan tatapan yang senduh namun bermakna penuh harap.


"Bukanlah.... Maksudnya bukan mas yang pertama tapi mas yang ke tiga begitu juga dengan cintaku mas bukanlah yang pertama.


" Jadi....? Tanya bram dengan mata yang melotot dengan sempurna.

__ADS_1


"Dengar ya mas, orang yang pertama menyentuh tubuhku dan semua sampai area **** * aku itu adalah ibuku, lalu cinta pertama aku adalah bapakku, terus cinta ke dua aku jatuh pada ibuku jadi salah kalau mas bilang maslah yang pertama.


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun bram langsung meraih pinggang jelita lalu menghujani nya dengan ciuman di seluruh wajahnya jelita yang tiba tiba mendapat perlakuan seperti itu dari bram langsung refleks menggalungkan ke dua tangannya ke leher bram sehingga tubuh ke duanya sudah saling menempel begitu juga dengan kedua tangan bram sudah melingkar di pinggang jelita dengan erat sehingga membuat mata jelita melotot ketika bagian bawah missv merasakan sesuatu yang agak panjang mulai menggeras.


"Mas....


" Eum.... Jawab bram yang sudah menenggelamkan wajahnya di ceruk leher jelita dan terus menghirup aroma tubuh jelita yang selalu membuatnya rindu.


"Mas jangan terlalu erat.


" Biarkan begini sayang.


"Tapi mas aku nggak nyaman dengan yang itu.


" Yang itu mana sayang.


Dengan malu malu jelita mengarahkan jari telunjuknya ke arah bawah di bagian sensitif bram.


Melihat reaksi jelita yang sudah mengigit bibir bawahnya dengan wajah mulai memerah seperti udang rebus membuat bram berpikir untuk semakin menggodanya dengan menggeser kedua tangannya agar ke bawah lalu m****** bokong jelita dan semakin menekan ke dalam sehingga sesuatu yang panjang dan keras semakin kuat menekan area missv jelita, bram kembali tersenyum lalu berbisik.


"baru menempel sayang wajahnya di kondisikan


Sedangkan kening jelita sudah mulai mengeluarkan keringat antara malu dan geli yang di rasakannya.


" Mas.... Ucapnya manja dan mendayu dayu


"Iya.... Sayang.. Ucap bram dengan sedikit mengikuti irama suara jelita


" Masssss......


"apaaaa... .... Sayang .... Aku masuk ya..?


Baru saja bram menarik dagu jelita lalu mendekatkan wajahnya sehingga bibir mereka sudah saling menempel dan tangan bram di sekitar area gunung kembar sudah tak terkondisi kan lagi m****** dan m*******biji buah ceri yang bergelantungan di puncak membuat jelita semakin menggigit bibir dan saling menggesek gesek kan kedua pahanya tiba tiba suara pintu kamar di ketok dari luar.


"Tok... Tok... Tok...

__ADS_1


Dengan hati dongkol bram melepas ke dua tangannya dan merapikan pakaian jelita lalu mendudukkan nya di sofa yang ada di dalam kamarnya kemudian berjalan mendekati pintu.


__ADS_2