
BAB 120
Sekitar jam tujuh malam bara pamit sama jelita untuk ke rumah sakit , dirinya mendapat tugas di rumah malam.
Setelah bertugas beberapa jam dirinya ijin pamit dengan dokter adri yang merupakan salah satu dokter senior yang memiliki pengaruh yang sangat besar di rumah sakit tempat bara bekerja.
Setelah itu bara dengan segera melajukan mobilnya ke arah alamat yang rey kirim.
Perjalanan bara memakan waktu yang cukup lama untuk sampai di tempat yang di tuju.
Sebuah desa yang masih terbilang sangat kecil dan memiliki penduduk yang masih sangat sedikit karena masih cukup banyak lahan kosong dan hutan yang di lewati di pinggir pinggir jalan poros yang entah di mana ujungnya.
Bara yang merasakan jika tempat di mana sekarang dirinya berpijak sangatlah sunyi karena tak berpenghuni membuat dirinya sedikit berhati hati, apa lagi dirinya saat ini hanya seorang diri dan HP rey pun tidak sedang aktif sekarang.
__ADS_1
"Mengapa aku merasa sedang di intai.... Dan mengapa rey mengirim alamat yang sangat cukup jauh dari kota... Untuk apa pula dirinya bertemu kasandra di tempat ini, monolog bara di dalam hati....
Setelah itu bara pun turun dari mobilnya dengan segala sesuatu yang sudah di persiapkan dengan sangat sempurna, meski bara sangat jarang bahkan tidak pernah sama sekali terjun di dunia bisnis dan politik tetapi bara adalah salah satu ketua dari organisasi yang di bentuk oleh dirinya dan kawan kawannya di negara luar saat bekerja di sana, meski perkumpulan bara terbentuk di luar negeri tetapi anggotanya hampir semua dari Indonesia dan itu sudah bara berikan info dan alat pemersatu mereka sudah di hubungkan sehingga teman teman bara tau di mana sekarang ketuanya berada.
Baru saja bara turun dari mobilnya tiba tiba ujung senjata sudah menempel di atas telinga bara.
"Jalan dan jangan menoleh ke arah mana pun jika masih ingin hidup,ucap orang tersebut yang entah siapa.
Bara pun dengan santai mengikuti arah yang di perintahkan oleh orang tersebut.
"Sudah di pastikan...... Ucap teman yang satunya lagi.
" Memangnya tuan kalian siapa... Tanya bara.
__ADS_1
"Emang kenapa.... Kamu penasaran dengan malaikat pencabut nyawa kamu.... Tanya ke dua orang itu sambil tertawa terbahak bahak.
" Memang kalian sudah pastikan jika aku akan kalah dari tuan kalian itu... Ucap bara lagi.
"Chui..... Dokter culun seperti kamu itu tidak ada apa apanya dengan kekuatan tuan kami.. Ucapnya sombong.
Tak lama setelah itu mata bara melihat sebuah rumah mewah di sebuah hutan belantara dan di sebelah rumah itu ada sebuah bangunan seperti gudang, ke sanalah bara di arahkan oleh kedua orang yang dari tadi menodong senjata di kepalanya.
"oh ternyata kalian selama ini bersembunyi di sini ya... ucap bara.
" jalan saja nggak usah banyak bicara, ucap yang satu.
"nikmati hari terakhirmu kenanglah masa masa indahmu bersama keluargamu dan jangan lupa ucapkan selamat tinggal untuk mereka.
__ADS_1
" ukhu.... Terima kasih atas perhatian dan sarannya semoga bermanfaat untuk aku dan diri kalian juga.
"he.... he.... he... kamu memang layak berterima kasih kepada kami karena kami ini orang yang sangat baik mengantar kamu ke tepian ajalmu.