
BAB 32
Setelah kepergian bram jelita berusaha berdiri sambil mengusap air matanya dengan perasaan hancur dirinya dengan perlahan membuka pintu kamar mandi lalu berjalan ke luar dengan sangat lemah menyusuri kamar bram dengan ingatan yang terekam jelas masa masa indah yang sudah di lewati dengan pria yang dengan tiba tiba datang dalam hidupnya memberinya harapan dan cahaya dalam kehidupannya akan tetapi kini cahaya itu redup sebelum bersinar.
Impian indah yang selalu di tanamkan dalam hati jelita hanya berbuah luka yang entah sampai kapan akan kering.
Saat ini jelita sudah berada di dalam kamar yang selama ini di tempatinya dirinya terus termenung dengan meletakkan dagunya di atas lutut sambil memeluk lutut nya sendiri dengan air mata yang terus mengalir keluar di sudut matanya dengan tiada henti yang di sertai isakan pilu menyayat hati.
Jelita bangkit lalu menatap jam dinding di kamarnya yang sudah menunjukkan jam tiga tiga puluh menit, lalu berucap .
"Uuuhh... Sudah sore ternyata dan aku belum makan sejak dari tadi pagi, tapi biarlah aku juga masih belum lapar.
Jelita kembali bangkit dan melangkah menuju ke luar kamar lalu berjalan menuruni tangga dan sedikit berbelok hingga dirinya sudah sampai di depan kamar tante mira perlahan dirinya mengetuk pintu kamar tersebut setelah mendapat ijin dari sang penghuni kamar dirinya kini melangkah masuk mendekati tante mira yang sedang duduk di tepi ranjang tempat tidurnya dirinya pun ikut duduk lalu memghamburkan dirinya ke dalam pelukan tante mira sambil menangis.
Sedangkan tante mira yang kaget hanya bisa mengelus kepala bagian belakang jelita sambil bertanya.
"Ada apa nak?
" Jelita tak menjawab dia hanya menangis sejadi jadinya.
Setelah puas menangis dirinya menarik kembali badannya yang sedari tadi berada di pelukan tante mira.
"Kenapa nak, apa sudah baikan? Tanya tante mira sambil meraba raba mencari posisi wajah jelita.
" Iya tante, makasih sudah ada untuk jelita.
"Sama sama , seharusnya akulah yang lebih pantas mengucapkan kata itu, timpal tante mira dengan wajah tertunduk.
" Tante sebentar malam tuan bram akan menikah dan itu sudah pasti istrinya akan tinggal di sini .
"Apa tuan bram menikah bukanlah dia hanya mencintai kamu nak. Tanya tante mira.
__ADS_1
Sambil mengusap ir matanya jelita mencoba menjelaskan sesuai dengan apa yang di dengar jelita tadi pagi di kamar bram.
" Dirinya di jodohkan tante.
"Kalau begitu kita tidak bisa terus menjadi benalu di keluarga mereka apalagi kamu akan semakin tersiksa jika harus melihat mereka .
" Terima kasih tante karena mau mengerti aku.
"Sudah tentu nak biar bagaimana pun tante ini juga seorang perempuan yang sudah pernah merasakan pahit manisnya sebuah jalan hidup.
" Jadi, jika jelita pergi meninggalkan rumah ini hari ini juga apa tante mau ikut?
"Mendengar pertanyaan jelita tante mira jadi terkekeh lalu berkata .
" Ayo nak kita bersiap, masih ada kan sisa tabungan tante yang hari itu tante tunjukin ke jelita?
"Iya tante.
Setelah jelita menjawab pertanyaan tantenya dia pun mulai mengemas pakaian tante mira yang cuma beberapa lembar saja kemudian dirinya sedikit berlari keatas menuju kamar yang di tempati lalu memasukan pakaiannya ke dalam koper lalu turun kembali ke kamar tante mira dan kini ke duanya berjalan keluar di depan rumah jelita dan tante mira berpapasan dengan bibi surti lalu jelita pun berpamitan kepada bibi surti yang sangat baik kepadanya selama dirinya tinggal di rumah ini.
" Lho, non mau kemana sama ibu mira.
"Kami sudah harus pergi bi karena tak ada lagi alasan kami untuk tinggal di rumah ini toh kami berdua sudah sembuh.
" Terima kasih ya surti, ucap tante mira.
"Sama sama bu mira.
" Sampaikan juga Terima kasih kami kepada mas bram bi, sambung jelita.
"Kenapa harus pergi non?
__ADS_1
" Kami rasa sudah cukup lama kami menjadi benalu di rumah ini dan itu sungguh tidak baik bi, aku masih sehat dan aku yakin aku masih sanggup untuk mencari kerja untuk memenuhi kebutuhan sehari hari kami.
"Bukankah alangkah baiknya nona menunggu tuan bram pulang dulu.
" Tidak usah bi, udah ya bi kami berangkat dulu.
"Assalamu alaikum.
" WA alaikum salam.
Setelah mereka berdua pamit kepada bibi surti keduanya pun keluar pagar di sana sudah ada sebuah taksi yang sedang menunggunya karena sebelum pamit tadi jelita sempat minta tolong pada seorang pekerja untuk memesan taksi online.
"Maaf nona apa benar dengan nona jelita?
" Iya Pak benar sekali, ucap jelita ramah
"Oke, silahkan naik.
" Makasih pak.
"Sekarang kita mau kemana nona?
" apa bapak tau kontrakan di kota ini yang agak murah?
"Tunggu dulu nona aku coba cek temanku mungkin di sana masih ada kamar kosong karena kebetulan di tempat temanku ngekost itu sangat mura cuma tempatnya agak pinggiran dan tempatnya juga di pinggir kanal sehingga sering terkena banjir.
" Tidak apa pak yang penting ada tempat untuk bernaung. Ucap jelita
Setelah beberapa menit menunggu sang supir pun mendapatkan balasan dari temannya .
"Alhamdulillah nona ada satu yang kosong.
__ADS_1
" Syukurlah Terima kasih ya pak.
"Sama sama nona.