
BAB 78
" Iya.... Aku kenapa....?
Sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal bibi surti akhirnya memberanikan diri meminta maaf kepada tuannya.
"Ma... Ma.. Maaf tuan bibi nggak bermaksud seperti itu...
Tetapi bram masih saja diam sambil mengunyah nasi goreng bikinan bibi surti.
Tiba tiba bibi surti menjatuhkan badannya di dekat kaki bram lalu bersimpuh di dekat kaki bram, sambil menangis bibi surti meminta maaf.
"Maafkan bibi tuan bukan maksud bibi kurang ajar terhadap tuan.
" Tolong jangan pecat saya tuan.
keduanya saling tatap dan berhenti mengunyah.
Bram lalu bangkit dari duduknya lalu dengan perlahan dirinya meraih tubuh bibi surti kemudian mendudukkannya di kursi di dekat tempatnya duduk.
Sedangkan bara sedikit tidak enak hati kepada bibi surti karena tega mengerjai orang yang lebih tua darinya.
Bram lalu mengusap dengan tisu air mata bibi surti lalu tersenyum.
"Sudah bi... Aku nggak marah.. Maafkan saya jika selama ini sifatku yang dingin membuat bibi menjadi takut, tetapi sungguh aku itu tidak semenakutkan itu bi.
__ADS_1
" Maaf tuan bibi berlaku kurang ajar sama tuan.
"Nggak.. Bi... Bibi itu nggak kurang ajar bahkan bibi itu sangat sopan terhadap saya dan menyayangi saya, dan saya sudah menganggap bibi itu seperti ibu saya sendiri yang dengan sabar melayani saya mulai dari pakaian saya, makanan saya Terima kasih bibi surti dan satu lagi jangan pernah tinggalkan saya dan rumah ini bi...
" Tuan... Sekali lagi bibi meminta maaf. Ucap bibi surti dengan terseduh sedih.
"Sudah bi .. Jangan nangis lagi ,ada baiknya jika bibi surti ke dapur lalu bikin kopi buat aku seperti biasa karena aku lihat di sini belum ada kopi.
" Maaf tuan aku kira tuan nggak akan kembali sepagi ini karena nggak kerja juga.
"Iya bi... Tapi rey nelpon saya pagi ini ada meeting yang harus aku hadiri, jadi mau nggak mau aku ke sini pagi pagi.
" Bagaimana kabar non je tuan?
" Syukurlah, lalu kemaren kata rey nona pingsan.
"Oh iya bi..... Bibi belum tau ya... Je positif hamil bi... Dan itu anakku bi....
" Ha... Hamilllll.... Alhamdulillah tuan... Semoga sehat sampai lahir ya. Ucap bibi surti
"Amin...
" Tapi maaf tuan jika bibi lancang tetapi sebaiknya tuan cepat menikahi nona je.
"Iya bi.. Tapi aku tinggal menunggu info di mana ibu kandung aku sekarang dan kita sekeluarga sudah pada mencari di mana keberadaannya.
__ADS_1
" Semoga cepat ketemu. Ucap bibi surti kembali
"Amin bi. Ucap bram
" ya sudah bibi ke belakang dulu tuan, biar bibi bikin kopi untuk tuan.
"tunggu bi.. ucap bara
" iya tuan muda, ada apa..?
"soal tadi bi, maafkan bara yang sudah keterlaluan mengerjai bibi.
" he... he.. nggak apa apa tuan muda.
setelah kepergian bibi surti bram dan bara kembali melanjutkan sarapannya yang sempat tertunda.
"abang benar sudah bersumpah akan menikahi pacar abang jika ibu kandung abang ketemu.
" iya bara, kenapa apa kamu tau sesuatu tentang masalah ini...ucap bram sambil menatap adik lelakinya.
"uhuk.. uhuk.. bara yang sedang mengunyah nasinya langsung tersendat.
bram dengan cepat meraih air minum yang ada di dekatnya lalu memberikannya kepada bara.
" ini air, lain kali hati hati kalau makan tidak usah terburu buru seperti itu.
__ADS_1