TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
tangis jelita


__ADS_3

BAB 31


"Siapa.....?


" Maaf tuan ini saya bibi surti.


"Iya.... bi ..ada apa?


" Anu tuan...


Sebelum membuka pintu bram terlebih dahulu melirik ke arah di mana jelita duduk tapi jelita sudah tidak ada di tempat kemudian bram mendengar gemercik air di dalam kamar mandi.


Setelah memastikan jelita sudah baik baik saja di dalam kamar mandi bram lalu membuka pintu dan alangkah kagetnya setelah melihat siapa yang sedang berdiri di depan pintu.


"Bapak...


" Assalamu alaikum bram.


"Wa alaikum salam pa.


" Kenapa lama sekali baru buka pintu? Ucap tuan bastian sambil berjalan masuk ke dalam kamar bram, lalu duduk di sofa tanpa harus menunggu di persilahkan oleh yang punya.

__ADS_1


"Ah.. Itu pak aku tadi lagi ngecek berkas berkas kemaren yang akan di berikan kepada rey kembali. Ucapnya ngeles.


" Tumben kamu kerjakan di dalam kamar kenapa nggak di ruang kerja, lalu kenapa kamu nggak ke kantor tadi aku ke sana tapi kata sekretaris kamu, kamu lagi nggak enak badan makanya aku ke sini.


"Iya pa tadi aku lagi mules mules jadi aku putuskan kerja di rumah saja. Ucap bram yang kembali berbohong.


Sementara jelita yang sedang di dalam kamar mandi membersihkan dirinya sudah hendak keluar akan tetapi tiba tiba dia mendengar suara lelaki yang bagi dirinya suara itu sungguh tak asing tapi dia juga tak dapat menerka siapa gerang pemilik suara tersebut sehingga dirinya pun memutuskan untuk berdiam di dalam kamar mandi untuk sementara setidaknya sampai orang yang di luar pergi.


"Oh.. Iya pa ada angin apa gerang yang membuat bapak datang ke mari.


" Sebenarnya bapak datang kemari karena bapak ingin meminta kamu pulang hari ini juga.


" Untuk apa pak? Ucap bram lagi.


Begini bram aku rasa kami sudah terlalu lelah untuk mengikuti kemauan kamu hingga sampai saat ini, kamu sadar nggak sih kalau umur kamu itu sudah menginjak kepala empat akan tetapi sampai sekarang kamu masih tetap betah sendiri., jadi kali ini biarkan kami yang menentukan semuanya dan malam ini kami sudah menentukan kalau kamu harus menikah dengan wanita pilihan papa tanpa adanya protes sedikit pun dan sekarang kamu harus ikut aku pulang.


Deg


Deg


Deg

__ADS_1


Jantung bram berdetak tak karuan mendengar penuturan bapaknya dia tau bagaimana sipat bapaknya yang tak lain adalah tuan bastian, lebih berdetak lagi jantung bram setelah menyadari jika jelita saat ini berada di dalam kamar mandi.


Sementara jelita yang berada di dalam kamar mandi sejak tadi menyimak pembicaraan kedua lelaki yang beda usia tersebut , perasaannya langsung luruh lututnya tak sanggup menyanggah berat badannya sehingga dirinya terjatuh bersimpuh di depan pintu kamar mandi dengan air mata sudah mengalir deras tanpa berani mengeluarkan suaranya.


Sesekali tampak jelita menengadahkan wajahnya ke atas dan membuka lebar mulutnya agar sesak di dadanya bisa berkurang namun itu semua adalah usaha yang sia sia nyatanya dadanya semakin sesak.


Sedangkan bram sudah tidak tenang di luar sana karena kepikiran jelita.


"Bagaimana ini jelita pasti sudah mendengar apa yang di katakan bapak. Monolog bram di dalam hati sambil menggaruk kepalanya bagian belakan.


" Bram tunggu apa lagi segera bersiap kita berangkat, ucap tuan bastian setelah melihat putranya seperti orang kebingungan.


"Tapi pa aku tak mau di jodohkan, ini bukan lagi jamannya siti Nurbaya.


" Lalu sampai kapan bapak akan menunggu wanita pilihanmu.


"Sudah ada kok pa sekarang akan aku perkenalkan pada bapak, aku sangat mencintainya pak dan aku tak mau menikah selain dengannya.


" Sudah ayo jangan selalu membual percuma.


Setelah itu bram di seret paksa oleh tuan bastian lalu di masukkan ke dalam mobil sedangkan bram tak berkutik lagi karena memang dirinya sangat menyayangi bapaknya dan tak pernah dirinya mau menyinggung atau berkata kasar kepada orang yang sangat berjasa dalam hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2