TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
jelita yang beruntung


__ADS_3

BAB 20


Kini bram sudah duduk di dekat sofa sambil memangku laptopnya dengan tatapan yang sangat serius dengan sesekali melirik jelita


Sementara jelita kembali tertidur dan bahkan suara dengkuran halus sesekali terdengar di telinga bram sehingga menimbulkan senyum di bibir bram.


"Segitu lelap tidurnya.


Sakin seriusnya bram bekerja sehingga dia tidak menyadari bahwa jarum jam sudah menunjukkan angka tujuh setelah menyadari dia dengan cepat mengalihkan pandangannya di sebuah jam tangan mahal yang ada di pergelangan tangannya.


" Astaga sudah jam segini mana aku hari ini ada meeting dengan klien pagi ini jam delapan .


Dengan sigap bram masuk kamar mandi membersihkan dirinya dan tak butuh waktu lama dia sudah keluar dengan rapi.


Jelita yang baru saja di datangi perawat waktu masih dalam keadaan tertidur tampak terlihat bingung saat membuka mata yang di dapati hanyalah wajah seorang perawat yang sedang tersenyum manis sambil mengucapkan.


"Selamat pagi, gimana keadaannya cantik.


Jelita memang sudah akrab dengan semua para perawat yang sering mendatangi dirinya dengan niat memeriksa keadaannya dan yang datang hari ini adalah perawat yang usianya sudah sekitar empat puluh tahun dia termasuk perawat yang sangat ramah.


" Alhamdulillah mbak sudah lumayan baik.


Tiba tiba pintu kamar mandi terbuka lalu keluar seorang lelaki dewasa yang sangat tampan dengan wajah yang sangat segar karena baru saja habis mandi dan bau maskulin dari parfum yang sangat wangi membuat kedua wanita yang beda generasi itu secara bersamaan menoleh ke arah pintu kamar mandi.


Lalu tiba tiba jelita angkat bicara membuka keheningan di antara mereka bertiga.


"Ah.. Mas belum pulang ya?


" apa nggak ngantor hari ini mas? Ucap jelita dengan suaranya yang lembut membuat bram hanya menganga di buatnya.

__ADS_1


"Mas kok bengong aja?


" Ah... Iya.. Iya ini baru mau berangkat. Ucap bram yang gagap karena kaget ,sambil berjalan bram bertanya kepada perawat yang sedang berdiri di tepi tempat tidur jelita


"Bagaimana keadaannya apa sudah bisa pulang?


" Ah.. Kita lihat nanti pemeriksaan dokter ya tuan semoga bisa karena dari hasil yang saya lihat Sudah lebih baik dan normal semoga hasil pemeriksaan dokter akan lebih baik lagi.


Tak butuh waktu lama dokter yang menangani jelita pun tiba.


"assalamu alaikum semua, apa kabar. Ucap dokter lelaki yang sudah paruh baya itu dengan ramah tiba tiba matanya menangkap sosok yang sangat populer.


" Oh.... Tuan bram kok ada di sini ?


"Wa alaikum salam dokter, kabar baik semoga pasiennya juga hasilnya akan lebih baik dokter.


" Amin ya Robby, semoga tuan bram, tapi ngomong ngomong kok sepagi ini sudah di sini aja tuan apa ada yang sangat penting.


" Oowww.....dengan mulut melebar berbentuk hurup O. Tuan nginap di sini di kamar ini?


Tampak sekali wajah dokter paruh baya itu sangat kaget dengan penjelasan yang di terimanya dengan sesekali melirik jelita lalu kembali menoleh ke arah bram berdiri.


Bram dengan segera membaca apa yang di pikirkan dokter paruh baya itu , lalu kembali dia tersenyum sambil memegang sedikit pundak sang dokter lalu berkata.


"Iya aku menginap di sini untuk menjaga calon nyonya di rumahku.


Sentak saja mata jelita melotot dan mulutnya menganga setelah mendengar ucapan bram yang bahkan membayangkannya saja jelita tak akan pernah berani.


" Begitu juga dengan dokter dan perawat yang ada di sana, siapa yang tak kenal dengan bram yang jam terbangnya mengalahi jam terbang para artis yang terpopuler sedunia dia adalah pembisnis mudah yang sudah mencapai manca negara yang perusahaannya sudah tersebar dimana mana baik dalam negeri maupun luar negeri sehingga dia banyak di incar gadis gadis yang mempunyai nama besar termasuk para selebriti dalam dan luar negeri bahkan banyak rekan bisnisnya yang dengan tanpa ragu ragu menyodorkan anak perempuannya.

__ADS_1


Melihat keadaan yang sejenak tampak sunyi bram mulai bertanya kepada sang dokter mengenai keadaan jelita.


"Oh iya apakah dokter mau memeriksa jelita kalau iya silahkan.


" Aaah... Iya iya tuan. Ucap dokter dengan sedikit tergagap.


"Semoga hasilnya sudah baik dan bisa pulang dokter soalnya sudah terlalu lama di sini kasihan jelita.


" Amin tuan, kalau begitu aku periksa dulu.


"Iya silahkan kalau sudah bisa pulang tolong hubungi saya langsung,, kalau begitu aku tinggal dulu ya soalnya aku mau keruangan ibu mira dulu sebelum berangkat.


" Baik tuan bram.


Setelah berucap bram lalu maju mendekati jelita .


"Dengan santai bram mengecup puncak kepala jelita yang membuat jelita kembali melototkan matanya.


Akan tetapi bram hanya menanggapi dengan senyum yang membuatnya semakin tampan.


" Aku berangkat dulu ya.. Jangan lupa makan, ucap bram sambil mengusap puncak kepala jelita dengan lembut.


Jelita hanya menanggapinya dengan anggukan.


Setelah itu bram melangkah ke luar dari kamar rawat jelita meninggalkan tiga orang yang sama sama bengong dengan pikiran masing masing tentang bram.


Tiba tiba dokter dan perawat itu bersamaan berucap.


"Kau sangat beruntung nak.

__ADS_1


Membuat jelita menatap ke arah dua orang yang beda jenis kelamin tersebut.


***minta penyemangat autor nya dong sayang****like ya***


__ADS_2