
BAB 55
Tidak butuh waktu lama bagi bram dirinya dan jelita sudah sampai di rumah sakit.
Dirinya dengan penuh rasa panik tak menunggu adanya perawat yang datang tetapi dia sendiri yang menggendong jelita masuk ke rumah stanyakanudtanpa perduli dengan mata yang memandangnya dengan penuh kekaguman dan penuh tanya.
Kini jelita sudah sampai di sebuah ruangan dan sedang di tangani oleh dokter pribadi bram, setelah dokter selesai memeriksa jelita dokter itu pun berjalan mendekati bram yang sedang duduk dengan tampangnya yang sangat panik dengan perlahan dokter menepuk bahu bram sambil tersenyum penuh tanya dengan tatapan yang sulit di artikan
"Bram.... Nggak usah panik ... Dia nggak sedang sakit
"Maksud dokter.... Tanya bram dengan wajah tampak bingung
" Sekarang aku tanya sama kamu "gadis cantik itu siapa, mengapa bisa kamu yang ngantar ke sini dan keadaan kamu sekarang sepertinya sedang sangat mengkhawatirkan gadis itu... apa ada yang aku belum tahu... Ucap dokter pribadi bram yang tak lain adalah sahabat terbaik bram.
" Maaf... Memang sudah banyak sekali yang kau tidak tau tentang aku bahkan aku sendiri ada banyak cerita tentang diriku yang tidak aku tau... Ucap bram sambil menatap lurus ke depan.
"apa maksud kamu bram.. Ucap dokter itu.
"Nanti akan aku ceritakan semuanya setelah ada waktu.... Sekarang katakan bagaimana keadaannya... Ucap bram kembali sambil menatap dokter pribadinya dengan tajam.
__ADS_1
" Dia tidak apa apa... Ucap dokter dengan santai.
"Bagaimana tidak sakit kalau dirinya aja sekarang tidak sadarkan diri.... Ucap bram geram..
" Itu sudah biasa dialami wanita yang sedang hamil mudah.... Ucap dokter itu kembali
"apa....hamil....? Ucap bram setengah berteriak karena kaget bercampur bahagia.
" Iya.. Gadis itu sedang hamil... Ucap dokter itu kembali.
"Berarti aku akan punya anak.. Ucap bram sambil memeluk sahabatnya sedangkan sahabat yang sedang di peluknya seakan membeku karena kaget.
"Iya...
" Berarti istrimu... Jadi kamu sudah menikah diam diam dasar.... Kau sahabat kurang ajar... Ucap dokter itu sambil menarik sebelah kuping bram..
"Aduuuh... Lepaskan dulu bangsat sakit...
" Tidak akan aku lepaskan sebelum kau meminta maaf sama aku..
__ADS_1
"Dan aku tidak akan pernah meminta maaf sama kamu karena aku belum menikah..
Dengan cepat dokter yang merupakan sahabatnya mendorong bram dengan kerasa sehingga membuat bram terjatuh kelantai.....
" Jadi kamu menghamili anak orang bangsat.....
"Kamu yang bangsat... Menjatuhkan saya dengan keras..
" Itu memang pantas kau dapatkan...
Tiba tiba suara lembut dan lemah terdengar memanggil nama bram dengan manja membuat pertengkaran kedua sahabat itu berhenti lalu saling menoleh dari arah sumber suara tersebut.
"Mas bram..... Teriak jelita.
" Eh... Dek kamu sudah bangun ya... Ucap bram lembut sambil mendekat lalu mendekap gadis cantik di depannya lalu dengan penuh kasih sayang bram menciumi seluruh wajah jelita termasuk bibir jelita, sedangkan dokter yang sedang emosi hanya bisa terdiam mematung melihat perlakuan sahabatnya yang sama sekali terbalik dengan sifat aslinya.
"Mas kelahi dengan siapa... Tanya jelita
" Oh... Maaf sayang kenalkan dia ini dokter arya dia dokter pribadiku selain itu dia juga salah satu orang yang selalu membuat masku ini sakit kepala alias sahabatku.
__ADS_1
***maaf ya semua autornya lagi sibuk jadi lama baru muncul doakan semoga selalu semangat.